7 Tips agar anak tidak kecanduan dengan gadget

7 Tips agar anak tidak kecanduan dengan gadget

7 Tips agar anak tidak kecanduan dengan gadget
-
 atau tidak, tantangan terbesar orang tua masa kini dengan anak-anak generasi Z dan Alpha adalah GADGET. So what? Haruskah anak-anak tidak kita kenalkan gadget? Tentu tidak bisa demikian. Ini sudah menjadi era mereka yang tidak bisa lepas dari gadget. 

Anak-anak generasi Z dan Alpha ini sangat akrab dengan gadget, jadi jangan heran mereka sangat cepat belajar teknologi. 

Jadi, sebenarnya dengan mengenalkan anak-anak ke gadget itu tidak ada yang salah cuma sebagai orang tua aku memberikan batasan di mana, di saat anak sudah mulai sampai nangis, ngambek dan ngamuk meminta gadget intinya ini sudah RED Flag dan harus dilakukan PUASA terhadap gadget.

Apakah Zafa pernah sampai demikian, untungnya sih belum. Karena kami selalu katakan padanya kalau dia boleh pegang gadget untuk-untuk hal tertentu seperti belajar dan itu harus dengan pengawasan kami.

Pasti, ada kalanya dia pakai untuk nonton seperti kartun, film atau video review mainan seperti anak-anak yang lain.

Game Dengan Dampak Positive


Game Dengan Dampak Positive? Hm....kubu emak-emak langsung mengkerut dan berkata dalam hati, "Jangan kau bujuk-bujuk anakku buat main game!" hahahaha.

Main game aslinya ga selalu membawah pengaruh negative, lho! Bagaimana agar main game ga selalu negative? Berikut 5 panduan main game yang berdampak positive

  • Memilih game yang mengajak "pemainnya" berpikir kritis; strategi, fokus, kreatif dan taktis
  • Tentukan waktu bermain yang tidak boleh lebih dari 90menit. Kalau bisa 60 menit saja, jadi jika anak merajuk 30 menit adalah bonus. Dan lakukan ini dengan strict! 
  • Lakukan pengawasan terhadap setiap game yang dimainkan anak dan cari tahu tentang game tersebut.
  • Lihat keseriusannya. Misal anak suka game balapan, dan dia selalu ngobrolin balapan, mungkin anak tertarik dunia otomotive dan bisa dong diarahkan kesana minatnya.
  • Lakukan evaluasi terhadap game yang dimainkan terus menerus dan tidak serta merta melarangnya, ajak diskusi tentang apa yang dimainkan.

Pancasila dan 4 Pilar MPR RI

Sudah 30tahun lebih menjadi warga negara Indonesia akan tetapi selama ini aku ga gitu “ngeh” apa itu 4 Pilar MPR RI. Apalagi sampai adanya UUD’45 amendments, sepahamku dulu saja waktu SD keknya pernah ada perubahan tapi ga faham juga di mana. Tapi, bukan berarti aku ga bangga menjadi bagian dari Indonesia, lho!

Dalam kesempatan gathering Netizen MPR RI tanggal 30 October 2021 lalu di The Anvaya Beach Resorts kami yang datang dari berbagai background, ada yang dari komunitas blogger Automotive yang dimotori oleh Bli Manik, Beauty blogger, Content Creator bahkan dari kalangan akademis. Sedang kami sendiri dari kumpulan Blogger rujakan (konon kami berkumpul setiap ada suguhan rujak, hehehe).


The Witch Diner, bukan sinopsis

Lama banget ga nulis tentang Drama Korea karena terakhir nonton Penthouse II kecewa dengan ke-GEJE-annya akhirnya malas, xixixixi.

Tapi, di tengah kesibukan dua minggu lalu aku nemu drama Korea keknya seru, judulnya “The Witch Diner” di awal cerita aku mikir “Wah….kalau di Indonesia ini sih kaya pesugihan gitu” kenapa aku mikirnya begitu? Jadi begini…..


crredit foto: VIU

Dalam cerita “The Witch Diner” adalah sebuah restaurant milik seorang penyihir cantik yang akan mengabulkan segala permintaanmu, akan tetapi permintaan itu tentu saja tidak GRATIS alias harus kamu bayar dengan sesuatu dan itu sesuai dengan perjanjian

Apa Self Therapy Kamu?

Tempo hari aku adakan survey kecil-kecilan di halaman Instagramku, dan aku sangat surprise karena yang ikutan survey melebihi expectasiku. Aku pikri paling hanya 20-an ternyata angkanya cukup fantastis! Paling tidak untuk seorang aku, hehehe.

Dari 100% koresponden yang turut lakukan survey 98% adalah perempuan hanya 2% saja yang pria, ini menandakan apa? Menandakan bahwasannya yang rentan dengan rasa jenuh, stress dan lelah adalah perempuan! Paling tidak itu opiniku dari survey tersebut.

Belajar Matematika Sambil Main Game

Belakangan ini aku merasa sangat cepat capek, eh tapi ini bukan berarti aku mengeluh lho ya? Nope! Aku beneran capek karena punya bayi yang mulai aktif, Zafa mulai sekolah walau aslinya sekolahnya hanya dari jam 9 pagi sampai jam 2 siang. Trus, di jam Zafa sekolah akupun ke sekolah karena harus mengajar. 


Tidak berhenti di situ, aku pun harus mengurus rumah dan segala kegiatan rumah tangga lainnya. Lha, suami kemana? Ada...dia bantu kok, tapi tetap dong aku yang pegang peranan terbanyak. Kalau ada yang bilang emak-emak emang kuat, hahahaha. Aslinya, ya sama saja, kami ngerasa capek. Badan rasanya remuk redam juga! Bahkan semalam vertigoku sempat kambuh, syukurnya suami udah punya tekhnik memijat buat redahkan vertigonya. Setelah muntah-muntah aku tidur, alhamdulillah esoknya udah hilang tapi tetap tersisah badan yang lemas.

Homeschool Buat Pemula

Homeschool untuk saat ini bukanlah hal yang asing lagi, ya? Sudah sangat umum. Kalau dulu orang masih ragu dengan homeschool karena mereka berpikir tentangg ijazah dan juga legalisasi. Untuk sekarang ini bahkan ada undang-undang yang menyatakan bahwa murid homeschool mempunyai hak yang sama layaknya murid sekolah formal. Undang-undang itu adalah UU Pendidikan Nasional (Pasal 27) tahun 2003 dan Permendikbud no. 129 / 2014.

Tiki Tawarkan Keuntungan Double Untuk Seller dan Buyer


Belanja online menjadi sesuatu yang sangat lazim dilakukan di masa sekarang ini, bahkan mereka-mereka yang dahulunya ragu dengan belanja online dengan adanya pandemic ini mau tidak mau mendorong mereka untuk melakukan namanya belanja online, kenapa demikian? Adanya kebijakan “Di rumah saja” ini jujur saja membuat segala sesuatu terpaksa dilakukan secara online termasuk berbelanja.

Bahkan menurut media online tirto.id jumlah pelanggan e-commerce mengalami peningkatan sampai dengan 38.3% dimulai semenjak January hingga July 2020. Bahkan, sempat naik 120% di bulan February dibandingkan February di tahun 2019. Angkah yang fantasis! Yang pasti dengan trend kenaikan pelaku  belanja online ini pastinya expedisi pun ikutan andil di dalamnya.

Perangi Musuh Terbesar Kita, Hoax!

 Pandemi masih saja berlanjut, aku pikir pandemi kaan berakhir Juni 2020 lalu nyatanya sampai July 2021 masih berlanjut, bikin sesak dada bukan karena virusnya akan tetapi melihat keadaan sekitar.

Banyak sekali saudara-saudara kita yang berteriak "aku bisa mati bukan karena Corona akan tetapi karena tidak makan" yup! Pandemi ini memang melahirkan banyak kebijakan yang dinilai banyak masyarakan middle low tidak bijaksana. Terlepas dari itu semua, keabaian masyarakat akan prokes bisa jadi yang memicu kebijakan-kebijakan itu terlahir.

Di tengah hirup pikuk pandemi yang tak kunjung selesai kita pun dijejali dengan banyak informasi yang belum tentu benar.

Ibu Sebagai Pemutus Mata Rantai Anemia



"Pak, kami telah melakukan tes darah pada Ibu, semua baik tapi di sini HB ibu sangat rendah jadi harus dilakukan transfusi darah sesuai dengan saran dokter. Golongan darh Ibu O dan stock di RS sedang kosong kami sedang antrikan di PMI"
 

Info seorang peawat berbaju serba biru yang hanya terlihat matanya dan sedari tadi menanganiku kepada suami, akan tetapi tatapan matanya mengarah kearahku. Suamiku yang sedari tadi terlihat tenang tapi aku bisa tahu dia sebenarnya sangat cemas dengan keadaanku dan juga bayi di dalam kandunganku saat itu. Aku bisa tahu dari sorot matanya. Suamiku mengangguk cepat, tanda setuju. 

Pospartum itu nyata!


Pospartum depression
ini orang sering menyalah artikan sama dengan baby blues padahal ini merupakan dua hal yang berbeda. Menurut situs Women Health yang aku baca, Baby blues ini merupakan kondisi mood swing yang terjadi pasca persalinan yang terjadi dalam 3 - 5 hari atau maksimum 2 minggu. Sedangkan pospartum biasanya terjadi dalam kurun waktu 6minggu. 

Gejala yang terjadi pada Postpartum hampir sama dengan baby blues akan tetapi kondisi ini lebih parah karena ada rasa gelisah, cemas sampai ingin membubuh diri sendiri, ngeri ya?

Kenapa bisa terjadi? itu terjadi karena perubahan hormon yang terjadi di dalam tubuh secara drastis serta perubahan kimia dalam otak. Di tambah lagi, hal ini terjadi karena faktor fisik serta emosional, oleh karenanya lingkungan yang buruk dapat memperburuk keadaannya.

Pecah Ketuban


Pecah Ketuban menjadi moment paling mendebarkan di 17 January lalu, saat itu aku masih santai bahkan belum mengemas tas bayi buat persiapan persalinan karena aku pikir HPL masih cukup lama semingguan lebih. Dari pengalaman anak pertama yang lahir tepat HPL aku pun bersikap biasa-biasa saja. Sampai pada dini hari sekitar jam 4 aku ingin bangun untuk Tahajjud dan tiba-tiba seperti ada rembesan air di celana dalamku. Tapi, saat itu aku berpikir positive bahwasannya itu darha putih yang normal keluar di kehamilan trisemester tiga.

Green Jobs Pendorong Ekonomi di Indonesia

Green Jobs menjadi pendorong ekonomu di masa depan

Transisi ekonomi dekarbonisasi sangatlah penting untuk menghentikan perubahan iklim, hal ini juga diharapkan bisa menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi dengan potensi menciptakan jutaan green jobs yang memang bertujuan melindungi lingkungan atau yang berupaya meminimalkan dampak buruk terhadap planet bumi ini. Berbicara tentang green jobs memang jadi terasa berat kalau begini, karena tidak semua orang bisa melakukannya meskipun mereka faham. Karena apapun yang berhubungan dengan hal ini cost-nya sangat tinggi. 

Sebenarnya definisi Green Job itu apa sih? Nah, menurut ILO (organisasi perburuan international alias International Labour Organization) green job merupakan pekerjaan yang bertujuan untuk melindungi serta mempromosikan lingkungan. Dan jenis pekerjaan ini selalu mempertimbangkan dampak terhadap kesehatan planet. Minimal mereka selalu meminimalisirnya.

Kenapa Aku Gagal Dengan Persalinan Normal?

Persalinan normal dari awal kehamilan ini yang aku harapkan, karena pas anak pertama aku berhasil melakukannya dengan usia kehamilan Week 40 dan berat bayi 3.3kg. 

Awal kehamilan banyak drama karena aku tidak kuat melakukan apa-apa akan tetapi menginjak kehamilan usia 5 bulan semua berangsur normal, berat badan mulai naik dan aku pun bisa beraktifitas kembali. Namun, memasuki usia kehamilan 8bulan atau week 32 aku mulai merasa mual lagi dan tidak begitu enak makan. Untungnya ada vitamin sebagai makanan tambahan.