Kalahkan ego di dalam pernikahan

Kalahkan ego di dalam pernikahan - Melanjutkan ceritaku tentang rahasia pernikahan, ini sangat tidak mudah sebenarnya menuliskan tentang rahasia sedangkan semua orang sudah tahu bagaimana merawat pernikahan dengan sangat baik, bahkan mereka bisa merawat pernikahan mereka sampai seumur hidup mereka. 


Kalahkan Ego Dalam Pernikahan

Sedang aku? Aku masih memasuki usia pernikahan ke-9 di bulan Maret tahun ini. Namun, ada hal yang ingin aku tulis di sini. Jika kelak, blog ini tetap di sini aku harap anak-anakku akan membacanya dan bisa mengerti.

Aku yang sedari usia 18 tahun sudah mandiri, selalu ingin hidup bebas dan tidak ingin menjadi beban orang tua atau siapapun tidak membayangkan kalau bisa menikah. Aku membayangkan diriku sendiri sebagai seorang perempuan mandiri yang akan melajang seumur hidupku. Aku pernah berpikir tidak akan menikah, karena aku berpikir tidak membutuhkan laki-laki dalam hidupku.

Namun, kenyataannya sekarang aku menikah dan memiliki dua anak yang baik, pintar, lucu. Aku yang selalu berpikir bisa hidup tanpa bantuan siapapun apalagi lelaki, terbayang tidak bagaimana aku harus kalahkan egoku di dalam pernikahan selama 9 tahun ini?

Apalagi suamiku bukanlah lelaki yang aku harapkan, bukan lelaki yang ada di dalam impianku selama ini. Iya, dia memang lelaki yang baik, memiliki kelembutan layaknya Papaku yang memiliki kasih sayang terhadap keluarganya. Akan tetapi, tetap dia bukan lelaki yang ada dalam impianku.

Tapi, di saat jodoh atau tepatnya nasib membawaku ke dalam pernikahan bersamanya maka aku pun harus kalahkan egoku di dalam pernikahan ini. Ya, EGO.

Kenapa saat itu aku tidak menghindari pernikahan dengan lelaki yang tidak pernah terbayang olehku sama sekali? Karena jodoh datang seperti kematian, kalau sudah datang memangnya kita bisa menghindar?

Akan tetapi percayalah setiap pasangan pasti memiliki rahasia pernikahannya sehingga mereka mampu mempertahankannya.

Dan rahasia pernikahan setiap orang pastinya berbeda-beda karena konflik atau masalah di dalam setiap pernikahan juga berbeda.

Tapi, memang mengalahkan ego di dalam pernikahan adalah hal terberat.

Namun, saat kita bisa kalahkan ego di dalam pernikahan kita setelahnya semua akan lebih mudah untuk belajar memahami pasangan, membangun komunikasi yang baik dan tentunya respect terhadap pasangan.

Tentu saja yang bertugas "kalahkan ego di dalam pernikahan" bukan hanya tugas salah satu. Namanya pernikahan, harus suami dan istri. Bahkan, terkadang ada namanya ego keluarga.

    baca juga: 3 rahasia pernikahan bahagia

Ego keluarga lebih berat lagi jika kedua belah pihak tidak dapat menyikapinya dengan bijak. Yang mesti kita ingat, menikah artinya kita juga menyatukan dua keluarga.

Sering kali kita merasa memiliki masalah dengan keluarga pasangan, karena mau bagaimana dengan adat dan latar belakang yang berbeda kita tidak bisa 100% fit di sana. Yang pasti, kitanya harus pandai membawa diri dan lagi-lagi butuh menurunkan ego.

Sahabat, sejauh mana kalian sudah kalahkan ego di dalam pernikahan?

Kenapa aku tiba-tiba jadi bahas pernikahan dengan semangat? Aku ingat, nasehat mertuaku sebelum beliau meninggal Maret 2021 lalu atas banyaknya perceraian dikarenakan imbas pandemi, sebagian besar suami mereka harus kehilangan pekerjaan. Memang berat, berat banget. 

Kenapa aku bisa bilang berat banget? Karena suamiku juga kehilangan pekerjaan menjelang akhir 2019 sedang bisnisku sedang genting-gentingnya. Dalam kondisi seberat ini aku butuh kalahkan egoku dalam pernikahan kami dan suami pun sama. Kami harus belajar memahami keadaan dan saling membantu sampai keluar dari krisis. 

Dan ada satu hal yang aku dapatkan di dalam setiap permasalahan yang timbul di dalam pernikahan kami, yaitu ikhlas menjalaninya. Dan ingat satu hal, kami dulu akhirnya memutuskan menikah karena Allah.

Semoga pernikahan kita senantiasa dilindungi oleh Allah. 


1 comment:

  1. Pandemi ini memang menjungkirbalikkan kehidupan ya mbak, yang tadinya bekerja jadi nganggur, sama seperti suami mbak hanila. Aku juga kehilangan pekerjaan cuma pas lebaran tahun 2020 karena pabrik memilih tutup tidak kuat kena Corona.

    Alhamdulillah sih, istri ku yang awalnya syok sekarang sudah biasa, aku buka usaha di rumah saja sambil ngurus anak juga. Lumayan buat makan dari pada nganggur total.

    Semoga pernikahan mbak hanila ayem tentrem.

    ReplyDelete

Hai Sahabat,

Terima kasih sudah berkenan datang dan membaca.

Cheers dan Banyak Cinta dari Bali!!

XoXo