Mengejar Kebahagiaan Untuk Apa?

Mengejar Kebahagiaan - Siapa sih yang tidak berharap hidupnya bahagia? Yakin, semua orang mengaharapkan ini. Meski ada beberapa orang yang mengatakan "Aku tidak mengejar kebahagiaan, paling tidak aku hidup dengan minim rasa sakit dan kecewa".

Jadi, mau mengejar kebahagiaan ataupun meminimalisir rasa sakit dan kecewa pointnya sama saja, kan? Apakah semua bisa kita dapatkan hanya cukup dengan berucap syukur dengan apapun yang kita miliki sekarang? Nyatanya ukuran kebahagiaan setiap insan di dunia itu berbeda.

Ukuran Kebahagiaan Tiap Orang Berbeda

Mengejar Kebahagiaan Tak Selalu Berakhir Bahagia

Ceritanya, ada seorang kenalan yang berpikir bahwasannya kebahagiaannya akan datang jika dia mendapatkan pasangan yang tepat sesuai dengan yang diharapkan, yaitu kaya, memiliki pekerjaan yang mapan dan intinya semua tentang materi tercukupi. Ditambah lagi, dia memiliki fisik yang menarik.

Karena dia sangat percaya bahwa kebahagiaan yang dia kejar akan didapatkan dengan hal tersebut, dan keberuntungan berpihak padanya, apa yang dia impikan pun terwujud. Ini ukuran kebahagiaan dia.

Namun, suatu ketika dia membawah permasalahan di mana merasa hidupnya sangat membosankan karena jauh dari masalah alias plain-plain saja.

Dan, setelah berjalan beberapa tahun setelah dia merasa bosan tiba-tiba saja dia dihadapkan pada permasalahan di mana sang suami sakit dan kehilangan pekerjaannya. Memang, sang suami masih memiliki semua kekayaan yang dapat menghidupinya akan tetapi dia merasa apa yang menjadi syarat Kebahagiaannya hilang. 

Sampai di sini, bisa dibilang kebahagiaan yang selama ini dia gadang-gadang dapat dimiliki dengan pasangan impiannya tidak pernah dia rasakan.

Pointnya? Bukan hanya bersyukur akan tetapi kita lupa bahwasannya kebahagiaan itu ada dalam diri kita sendiri. Semua orang memiliki potensi yang sama besarnya untuk bahagia sama halnya memiliki potensi yang sama besarnya dirundung masalah kehidupan. Hanya saja, setiap individu pasti bertemu masalah yang berbeda.

Lantas? Ya, kita bisa selow dan tetep happy memang tergantung gimana kita menghadapi setiap kemalangan, setiap keberuntungan. Sejauh yang aku pelajari dari nasehat orang-orang yang hidup lebih dulu dan memiliki stock kebijaksanaan lumayan penuh, katanya "Tidak Berlebihan" jadi semua harus pada porsinya.

        Baca Juga: Jurnal Syukur Ciptakan Keberuntungan Dalam Hidup

Dan menentukan porsi yang tepat ini yang sulit karena kita cenderung berlebihan, benar tidak sih? Hahahaha 

Mengejar kebahagiaan untuk apa? ayolah kita bahagia. Kalau pun ada faktor-faktor yang bikin ga bahagia semoga kita hadapinya dalam porsi yang tepat. 

Ukuran kebahagiaan bagi setiap orang memang berbeda, namun yakin deh kalau kebahagiaan itu didapat dari segala sesuatu yang kita respond dengan tidak berlebihan. Seperti bumi ini lah, its just right! dan menjadi satu-satunya planet yang layak huni, hehehe

1 comment:

  1. Kebanyakan orang mengartikan bahagia jika punya banyak uang dan tidak ada masalah. Tapi kalo semuanya baik baik saja ternyata bikin bosan juga ya, seperti teman mbak hanila itu.

    Kuncinya syukuri apa yang kita punya ya mbak. Punya rumah tingkat syukuri, punya mobil dua syukuri, begitu juga punya banyak deposito di bank, eh.😄

    ReplyDelete

Hai Sahabat,

Terima kasih sudah berkenan datang dan membaca.

Cheers dan Banyak Cinta dari Bali!!

XoXo