Apa Self Therapy Kamu?

Tempo hari aku adakan survey kecil-kecilan di halaman Instagramku, dan aku sangat surprise karena yang ikutan survey melebihi expectasiku. Aku pikri paling hanya 20-an ternyata angkanya cukup fantastis! Paling tidak untuk seorang aku, hehehe.

Dari 100% koresponden yang turut lakukan survey 98% adalah perempuan hanya 2% saja yang pria, ini menandakan apa? Menandakan bahwasannya yang rentan dengan rasa jenuh, stress dan lelah adalah perempuan! Paling tidak itu opiniku dari survey tersebut.


Dan 72% dari korespondenku, memberikan jawaban bahwasannya "Self Therapy" buat menghilangkan rasa jenuh, lelah mereka adalah merenung dan berdoa sedang sisanya adalah Jalan-jalan dengan orang tersayang, Bernyanyi dan aku cukup surprise karena yang memilih menulis jurnal atau blog seperti aku ini hanya sekitar 2%. 

Aku pikir, karena lingkaranku adalah blogger maka voting terbesar akan jatuh pada "Menulis" aku salah. 


Dalam hal ini aku bisa menarik kesimpulan bahwasannya, tempat ternyaman untuk hilangkan rasa tidak enak dalam hati kita tetap pada sang pencipta kita, TUHAN Yang Maha Esa. 

Tentu saja, setiap rasa, suasana hati kita, keadaan kita semua itu terjadi atas ijin-NYA jadi semua itu akan sirnah juga dengan mudah olehnya kalau kita meminta kepada-NYA. 

Akan tetapi, apakah semudah apa yang aku tulis di sini? Tentu tidak! banyak sekali orang yang meski sudah berdoa, sudah merenung belum bisa lepas dari rasa lelah, jenuh bahkan stress yang mengganggunya, karena itu mereka butuh pendamping yang bisa mengarahkan dia untuk bertemu tiitik masalah yang mmbuatnya memiliki rasa tersebut. Bahkan, berdoa dan merenung pun kita butuh bimbingan. 

Salahkah jika kita butuh bimbingan dalam berdoa? Aku pikir tidak. Oleh karena itu banyak dari kita mencari guru-guru spiritual guna mendapatkan bimbingan tersebut.

Baca juga: Self Theraphy Ciptakan Hati Damai

Dan yang harus kita ingat, kalau kita memiliki orang yang dapat kita percaya dalam memberikan bimbingan hendaknya kita tidak keras kepala dan menutup diri sehingga apapun arahan darinya menjadii mental sehingga semua jadi sia-sia adanya.

Aku sendiri tidak jarang kok mengalami rasa jenuh, lelah, bosan bahkan kadang marah dengan keadaan, ingin rasanya teriak-teriak ke sumber masalah tersebut, menulis di halaman media sosial dengan bebas, akan tetapi aku masih bisa menahannya dengan cara diam, mengurung diri beberapa saat, mengambil wudhu, menulis dan menghapusnya. 

Kenapa hapus? Aku tidak ingin menyakiti hati siapapun itu intinya. Aku tidak mau aku merasa legah lalu ada yang merasa tersakiti. Kalau pun ingin ungkapkan masalah aku akan memilih bicara langsung bagaimana pun nanti responnya.

Dan teman-teman, apa nie self therapy kamu?

Baca juga: Jurnal Syukur Ciptakan Keberuntungan


No comments:

Post a Comment

Hai Sahabat,

Terima kasih sudah berkenan datang dan membaca.

Cheers dan Banyak Cinta dari Bali!!

XoXo