Self Theraphy Ciptakan Hati Damai

Bagaimana hati ini bisa damai jika keadaan hidup sedang carut marut? Apalagi di musim pandemi seperti ini? Tak banyak orang yang dapat mempertahankan kewarasannya. Mereka cenderung cepat emosi dan juga merutuk hidup. Bukan  hanya perihal carut marutnya emosi akan tetapi masalah ekonomi membuat orang kini pun mulai berpikir aneh-aneh. Sebenarnya ini adalah sebuah reaksi yang wajar.


Lantas, masih bisakah kita bicara tentang “Hati Yang Damai”?.

Kenapa tidak bisa? Kita adalah manusia beriman yang meyakini bahwasannya segala sesuatu itu datang dari Tuhan dan terjadi atas ijin-NYA. Pernyataan ini seperti sebuah bentuk kata PASRAH dengan keadaan. Aku sedang tidak bicara dalam koridor “Keimanan” apalagi “Agama” akan tetapi, jika kita sudah berusaha sebaik mungkin dan keadaan masih belum berubah bukankah berserah diri pada sang khalik menjadi hal paling bijaksana?

Apakah hal tersebut serta merta bisa menciptakan kedamaian hati? BELUM.

Yang bisa menciptakan kedamaian dan juga menumbuhkan harapan dalam diri kita adalah rasa SYUKUR. Bersyukur yang tidak hanya kita ucapkan secara lisan sesekali saat kita sadar, akan tetapi sebuah kebiasaan yang akan kita jadikan therapy dan kita lakukan berulang setiap saat sampai akhirnya tidak ada ruang untuk berkata: tapi, meskipun atau kata-kata yang menyambungkan kita ke bentuk pembelaan diri yang lain.

Berikut aku ingin bagikan cerita therapy yang pernah kulakukan dan memberikan banyak keajaiban dalam hidupku, bukan hanya KEDAMAIAN.

Pertama: Di saat kondisi psikis kita sedang tidak baik, otomatis kita akan mengalami susah tidur. Kita menjadi over thinking dan hal ini bahkan bisa membawah kita ke dalam jurang depresi serta paranoid. 

Yang harus kita lakukan: Rasakan bantal, tempat tidur, selimut yang kita pakai lalu ucapkan terima kasih kepadanya, karenanya selama ini kita bisa menikmati istirahat yang nyaman. Lalu, lanjutkan dengan menoleh ke sebelah kita, siapa yang tidir di sebelah kita, ucapkan terima kasih dalam hati kepadanya. Ingat-ingat apa yang membuat kita bangga, bahagia karenanya. Lalu, lanjut ke seluruh ruangan dan juga anggota tubuh kita. Ucapkan terima kasih kepada mereka, bersyukurlah dengan keberadaan mereka. Bayangkan jika kita tidak memilikinya. Therapy ini akan memakan waktu lumayan lama sampai pikiran kita penuh dengan rasa SYUKUR. Lalu lanjutkan dengan berdoa, berdzikir jika kita muslim, insyaallah tidur kita nyenyak sampai esok hari. Lakukan ini setiap malam apapun keadaan kita.

Kedua: Dalam keseharian kita sering kali merasa apa yang kita lakukan tidak sesuai rencana.

Yang harus kita lakukan: Hal pertama yang harus kita lakukan saat bangun pagi adalah menghitung segala karunia Tuhan dimulai dari hal-hal terdekat kita, kurang lebih sama dengan saat sebelum tidur. Jika hal ini kita lakukan setiap pagi, insyaallah ini akan menciptakan mood baik sepanjang hari. Dan yang sering terjadi adalah banyak hal baik yang akan datang dalam hari-hari kita. Kalau pun ada yang tidak sesuai rencana terjadi, hal tersebut tidak akan sampai merusak mood.

Ketiga: Bermasalah dengan relasi, bisa dengan pasangan, teman atau anggota keluarga lainnya

Yang harus kita lakukan: Mungkin orang itu memang menyebalkan dan membuat kita selalu jengkel serta marah, lantas kalau dengan memelihara rasa kesal, marah kita tidak mendapatkan uang atau keuntungan untuk apa kita biarkan bersarang dalam hati? Ingat dan bayangkan saat dia, siapapun itu paling tidak sekali dalam hidup kita memberikan dampak baik. Ucapkan terima kasih kepadanya berkali-kali. Ini juga bisa kita lakukan menjelang tidur, sehingga kita dapat tidur dengan melepas amarah karena telah memaafkan (let it go) orang yang membuat kita jengkel.

Keempat: Ekonomi sedang tidak baik

Yang harus kita lakukan: Di masa sekarang hampir semua orang mengalaminya, bukan hanya kita. Kalau sudah begini kita bisa lupa berterima kasih kepada uang yang masih ada di dalam dompet, tabungan kita. Kita bisa lupa berterima kasih kepada uang yang sudah kita belanjakan untuk kebutuhan hidup kita. Ayo berdamai dengan perekonomian keluarga kita dengan berterima kasih untuk uang yang sudah kita belanjakan selama ini, karenanya sudah banyak kenikmatan yang kita peroleh. Lakukan ini kapan saja berkali-kali sampai kita lupa dengan kata sambung “meskipun”, “walaupun” yang membuat kita terdengar kurang bersyukur. 

Saat kita terbiasa berterima kasih, bersyukur dengn setiap hal kecil (menurut kita) padahal itu adalah karunia besar maka kehidupan kita terasa lebih baik karena ada damai yang menyusup dalam hati kita.

Semoga sharing pengalaman ini membuat kita semua mulai hope up dan bersemangat, ya!

Baca Juga: Jurnal Syukur Ciptakan Keberuntungan Dalam Hidup


1 comment:

  1. Bener banget tuh Mbak, dengan bersyukur terhadap semua hal yang kita miliki dan kita rasakan bisa membuat hati menjadi lebih damai. Kuncinya adalah bersyukur.

    ReplyDelete

Hai Sahabat,

Terima kasih sudah berkenan datang dan membaca.

Cheers dan Banyak Cinta dari Bali!!

XoXo