Mengenal Maldives

View Male, Ibu kota Maldives dari Vilingili Island
Mengenal MaldivesSaat itu kami landed di Velana International airport, Maldives jam 8malam. Kalau di Bali sudah jam 11 malam, di mana waktunya mundur 3 jam dari WITA dan 2 jam dari WIB. Badan pun harus menyesuaikan. 

Selepas scanning suhu badan, isi arrival card serta semacam health card kami kebagian Imigrasi, kami pikir VOA harus bayar sekian $$ kami sudah siapkan hal tersebut, ternyata VOA gratis. Kami mikir, ini sih bukan VOA. Tapi, aku berpikir kalau memang perjalanan kami diberkati. Semua serba mudah. 

Bahkan, konon di bandara yang sangat sibuk dan biasanya di Imigrasi antrian mengular, ini tidak ada. Alhamdulillah. Kami tahu sih, sebenarnya ini akibat dari CoronaVirus di mana semua orang hold buat bebergian. 

Pemandangan ini tepat di depan air port

Keluar dari bandara, kami tidak ada ketakjuban apa-apa selain "What?? di depan bandara persis sudah terpampang lautan luas!". And later we learn about these following things:

A. Transportasi 

Ada beberapa transportasi umum yang bisa kami gunakan di sana:

1. Taxi 

Adalah moda transportasi terfavorit kami saat di sana karena lebih mudah, lebih cepat, nyaman dan bisa kami pesan lewat telepon. Ongkosnya pun relative masuk akal plus tarif mereka hampir seragam. Jadi, ga takut dikemplang! Meski kita ini turis. Rata-rata kami bayar 65,000 - 100,000 rufiyaa (MVR). 

Kami pakai taxi karena kami harus pindha-pindah lokasi meeting.

Ferry di Maldives kecil tidak seperti di sini :D

2. Ferry 

Moda transportasi laut yang hitungannya sangat murah tapi ini hanya ada sesuai jadwal, masing-masing destinasi jadwal berbeda. Boleh dicoba kalau lagi santai. Dan, kami sempat mencoba saat pergi ke Viligili Island dengan jarak tempuh kurang lebih 10menit dan perorang kami bayar $0.5. 

3. Speedboat 

Moda transportasi laut lain yang selama ini aku takutin, hahahaha.  


Namun, di Maldives aku ga perlu takut ternyata di air yang tenang speedboat tidak begitu bumping jadi aku tidak mabok. Kami mencoba moda transportasi ini saat ke Resort dengan jarak tempuh 45menit. One-way mereka pathok mulai $ 40/pax. Kalau return ya $ 80.

4. Seaplane  

Satu-satunya moda transportasi yang belum kami coba. Biasanya dipakai untuk transfer ke Island atau resort yang mengambil jarak tempuh lebih dari 45menit dari bandara. Untuk seaplane ini lumayan mahal, kisaran $ 700. 

B. MATA UANG 

Maldives menerima dua mata uang yaitu USD dan MVR atau Rufiyaaa. Namanya mirip dengan mata uang kita. IDR. 100,000 kurang lebih sama dengan MVR 91,000.

C. UDARA 

Di sana meski pantai, mereka memiliki udara jauh lebih bagus dari Bali. Meski kamana-mana kami jalan kaki kami ga payah, sebab udaranya yang enak. Panas tapi berangin. Dan anginnya ga bikin masuk angin. Jadi, next kesana aku udah tahu prepare baju macam apa, hahaha.

D. Negara Islam 

Maldives merupakan negara yang 100% Muslim. Islam adalah mandatory. Budaya mereka, semua perempuan memakai jilbab. 


Jadi, kalau ingin memakai baju-baju seksi, renang dengan bikini, silahkan pergi ke Resort (island) sebab di Ibukota Male dan residential Hulhumale kita tidak diperkenankan memakainya. 

Bahkan, jika ingin meminum minuman keras pun beberapa orang harus ke Airport karena hanya di sana kita boleh mengkonsumsinya selain di resort.

E. Pekerja Keras 

Maldivian (sebutan untuk orang Maldives) adalah orang-orang pekerja keras. Mereka minim sumber daya alam, apa-apa harus import dan mahal. 

Pekerja kasar (pelayan restaurant dan staff biasa)mereka ambil dari Indonesia dan Filipina. 

Namun, tentu saja kami juga bertemu orang Indonesia yang bekerja di tingkat managerial.

Meski negara Islam, di sana mereka mau dipimpin seorang perempuan di dalam perusahaan.

F. Makanan 

Makanan di Maldives spicy, mendekati India. Tapi, spicy-nya itu bukan karena cabe melainkan karena lada. 


Makan di sana, kalau ga di Cafe ya restuarant. Meski demikian, harga makanan reasonable dengan pendapatan perkapita yang 10x lipat Indonesia. Akan aku bahas di post terpisah agar tidak terlalu panjang.

G. Bahasa

Bahasa yang dipakai oleh orang local yang sudah tua dan di pulau-pulau bernama Dhivelhi. Kalau sekilas seperti Bahasa India atau lebih ke Urdu tapi bukan. 

Tapi, untuk mereka yang masih mudah dan atau tinggal di Male mereka berkomunukasi dengan Bahasa Inggris.


H. Lain-Lain 

Di Maldives kalau jam sholat akan susah mencari taxi. Mereka akan banyak berkeliaran lagi setelah lepas jam sholat. Khususnya hari Jum'at, restaurant dan Café tutup di jam sholat Jum’at.

Plus, hari libur mereka yang di kota (Male dan Hulhulmale) adalah hari Jum'at sedang di Resort libur jatuh pada hari Minggu.

Dan juga, kami bisa sharing taxi dengan stranger, lho! 


Baca Juga: Panduan Ke Maldives Buat Para Pemula



6 comments:

  1. Jadi ingat, dulu head-chef di hotel yang saya tempati itu orang Indonesia ~ dan beberapa kali saya ketemu orang Indonesia yang bekerja di Maldives. Sepertinya, business owner di Maldives memang senang memakai jasa pekerja orang Indonesia karena satu dan lain hal (bisa jadi karena orang Indonesia memiliki skill yang oke punya dan pekerja keras) :D

    Baca-baca soal Maldives betulan buat rindu :D semoga mba Nila share yang banyak biar bisa melepaskan rindu saya sama Maldives hihi ~ soalnya saya dulu tuh lebih banyak street walking dan hoping cafe to cafe saja. Dari blog mba bisa lihat sisi lainnya Maldives :3

    ReplyDelete
  2. Corona pasti jadi pukulan banget ini buat negara-negara yang mengandalkan turis manca seperti Maladewa. Terlebih lagi kalau, seperti Maladewa, letaknya terisolasi entah di lautan atau di tengah-tengah benua.

    Btw, ferinya lumayan murah juga ya, Mbak? Tapi, untuk ke pulau-pulau kecil, feri seperti itu apakah ada?

    ReplyDelete
  3. Tempatnya sangat simple yaa..Bernuasa pulau yang menyejukkan

    Dan tidak terlalu ramai dan padat jadi punya kesan tidak terlalu bising. Kalau aku lihat dari gambar sih..🤣🤣

    ReplyDelete
  4. Saya belum pernah ke Maladewa. Info ini benar2 baru bagi saya. Oh, saya baru tahu juga kalau di sana mayoritas muslim. Dan pemandangan keluar bandara cantiiikk banget.

    ReplyDelete
  5. bikin ngiler dan pengen bisa ke maldives juga nih

    ReplyDelete
  6. Oh jadi di resort masih diperbolehkan minum minuman beralkohol ya?
    saya pernah baca atau dengar ya, di akun IGnya Dian Pelangi atau siapa ya dulu, katanya di sini bebas alkohol dan makanan haram.

    Bebas sajam juga, kalau nggak salah.
    Ternyata masih ada beberapa tempat yang ditoleransi.

    Btw keren banget ya pemandangannya, meski saya sedih juga membayangkan keeksotikan kulit saya kalau lama-lama di sini hahahaha

    ReplyDelete

Hai Sahabat,

Terima kasih sudah berkenan datang dan membaca.

Cheers dan Banyak Cinta dari Bali!!

XoXo