9 Tips Lebih Produktif Kerja Dari Rumah



Kerja di rumah sebenarnya sudah aku lakukan selama tiga tahun ini, karena aku memang memutuskan berhenti bekerja agar lebih banyak waktu dengan anak. Kantorku ya kamarku.

Dalam kurun waktu tiga tahun ini, aku pun belajar banyak hal agar apa yang aku lakukan effective. 

Apa saja yang kubutuhkan untuk bekerja di rumah?

1.   Gadget.

Yang aku butuhkan hanya tigal hal dalam hal ini, Laptop, HP Android dan printer. Semua kualitas yang cukup buat menunjang pekerjaanku.

Untuk HP aku minimal ganti setiap tahun, karena aku banyak melakukan aktifitas di sini, seperti email, foto, kulwag, membuat flyer advertisement dan sebagainya. 

Laptop, yang penting aku bisa pakai aktifitas kantor standard (Ms. Office) dan edit gambar seperti Photoshop dan Sketch up untuk design

Sedang printer, aku pakai printer injeksi dengan kapasitas lumayan karena aku banyak ngeprint (invoice, penawaran) kalau gak bisa bangkrut dong gonta-ganti cartridge. Sebenarnya, aku sudah menerapkan paperless tapi banyak client yang masih konvensional banget sehingga butuh invoice dan penawaran hard copy

2.   Jaringan Internet 

Jaringan internet awalnya aku pakai modem tapi dengan kapasitas besar, cuma berasa boros banget. Sampai akhirnya nemu dengan sambungan kabel yang satu line dengan telepon. Hitungannya bisa hemat sampai 50% dari biasanya. 

3.   Sambungan Telepon 

Meski jarang dipakai, ini tetap kubutuhkan karena lebih mudah menelpon ke client-client nomer office non mobile. 

Dan agar work from home effective, aku pun memiliki beberapa tips yang sudah sering aku bagikan ke marketer Dezavo di kulwag. Sekarang aku ingin membaginya di sini. 

Yes, ini berkaitan dengan himbauan pemerintah dalam memutuskan mata rantai penyebaran CoronaVirus di Indonesia. 

Please note: untuk perusahaan-perusahaan dengan banyak divisi atau department biasanya memiliki system data base jadi, ahli IT harus make sure pekerjaan remote ini tidak terhalang oleh segala hal teknis. Jadi, dianjurkan para IT emang melakukan pemantauan dan uji coba system dahulu. 

Untuk aku sih, ga ada masalah. Karena kami tidak memiliki banyak divisi. Buat kami yang terpenting adalah komunikasi bisa berjalan lancar baik dengan team marketing, operational, purchasing dan produksi. Selebihnya ada hal yang lebih penting agar produktifitas tetap terjaga. 

1.   Membuat to do list pada malam hari. Jadi, di saat esok hari kita sudah tidak bengong lagi untuk apa-apa yang akan kita kerjakan pada hari itu. 

2.   Menjauhkan diri dari distruksi, karena bekerja di rumah kita akan menemukan banyak gangguan, seperti anak menangis, tetangga minta cabe atau tukang paket datang, hehehe. 

3.   Patuhi “waktu” atau jam kerja yang sudah kita sepakati dengan kantor atau kalau aku sih, aku sepakati dengan diriku sendiri. 

4.   Pelajari pattern kerja kita dan ikuti sehingga tidak kagok 

5.   Disiplin. 

6. Berikan waktu istirahat pada diri sendiri. Untuk yang gila kerja, membawah pekerjaan pulang cenderung mendorong kita untuk lembur.  Ingat, pekerjaan ga akan pernah ada habisnya kalau dituruti. Dan aku termasuk jenis ini tapi aku selalu melakukan pembelaan, sebab aku sales jadi lembur itu harus, hehehe. 

7.   Beri reward saat bisa selesai tepat waktu dan tanpa outstanding. Rewardnya? Susu coklat panas atau tidur sekejap! Hal yang biasanya kita tidak bisa dapatkan saat harus kerja di kantor. 

8.   Menikmati setiap waktu yang ada. Karena dengan menikmatinya maka semua akan membuat kita merasa tidak terbebani dan ringan banget. 

9.   Memakai Outfit yang nyaman. Bekerja di rumah identik dengan memakai daster saja, bener sih. Kadang aku begitu. Tapi, tidak jarang juga, aku sengaja mandi dan pakai baju yang rapih serta wangi. Karena hal ini dapat membangkitkan  mood baik.

Semenjak Zafa mulai minta belajar membaca dan menulis ini, jadwalku lebih padat. Karena di pagi hari, di sela-sela jam kerjaku aku harus luangkan selama 40 – 90 menit buat Zafa. Sebenarnya, belajarnya sedikit tapi karena dia suka cerita aku harus sediakan telinga buat dia, hahaha. 

Nah, dengan kondisi sekarang ini aku malah lebih sibuk lagi. Kenapa? Karena aku harus luangkan waktu bersih-bersih rumah lebih dari biasanya. Biasanya sih, Mama aja. Kalau sekarang, aku ga tegah ngebiarin Mama melakukannya karena standard kebersihan sudah beda juga. Aku harus semprot disinfectant

Semoga 9 tips kerja di rumah dari aku ini bermanfaat buat teman-teman yang selama ini biasa bekerja di kantor, ya!

Good luck in every way.

Xoxo.



11 comments:

  1. bersantai bersama keluarga pastinya dan punya waktu QT lbh bnyak hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo waktu di rumah sih pasti banyak, tapi waktu buat menulis artikel kadang malah susah.😂

      Delete
  2. ternyata ada faedahnya juga nih jadi inrovert..jadi betah dirumah. haaha. just kidding

    ReplyDelete
  3. Iya ya mbak, kalo kerja di rumah itu kita akan menemukan banyak gangguan, seperti anak menangis atau minta jajan, tetangga minta cabe atau ngajak gosip. Kalo tukang paket datang jarang mbak, soalnya jarang belanja online.😃

    ReplyDelete
  4. Kalau saya, selama ada Wifi, meski harus WFH bakal aman terkendali karena semua urusan bisnis maupun pekerjaan ada dalam genggaman :)))

    Enak memang mba, era gadget seperti sekarang, nggak kebayang jaman dulu saat belum ada laptop dan cuma ada komputer besar plus tanpa wifi juga, pasti susah :<

    ReplyDelete
  5. Tips yang bagus terutama dengan saat sekarang ini yang mengharuskan masyarakat untuk menjalani social distancing dan wfh adalah salah satu pilihan.
    Terus terang saya tidak mengalami apa itu wfh. Zaman dulu saya masih bekerja, paling membawa pekerjaan kertas yang tidak selesai di kantor dan terpaksa harus dikerjakan di rumah.
    WFH ini sekarang dialami oleh tiga anak saya. Kalau yg no 2 memang dia kerja di rumah sbg transleter, tapi yg no 1 & no 3 kerja di kantor tapi dalam 2 pekan ini mereka kerja di rumah sesuai keputusan perusahaan tempatnya bekerja.

    Maaf Mbak komenternya jadi kemana-mana ya.

    Sehat selalu ya Mbak bersama keluarga di Bali.

    Salam dari saya di Sukabumi,

    ReplyDelete
  6. Sayangnya buatku kerja di rumah bikin fokus berkurang karena banyak yang ngalihin perhatian.

    Jadi harus nguatin tekat deh.

    ReplyDelete
  7. Untuk yang sering ada di rumah, sebaiknya untuk koneksi internet gunakan leased line aja, kalau modem berkuota kadang suka ga cukup kuotanya, leased line kan biasanya unlimited.

    Salam kenal ya

    ReplyDelete
  8. Tips yang bermanfaat untuk saat ini.
    Meski kerja dari rumah, kita juga tetap harus bersemangat dan fokus.

    ReplyDelete
  9. meski kerja di rumah jangan lupakan mandi emang mbak
    kadang ada pikiran ga mandi ya mbak
    padahal biar tetep seger dan tentunya jaga kesehatan...

    ReplyDelete
  10. Tentunya dong mba han, ini sangat bermanfaat sekali dan tips ini bisa aku aplikasikan saaat kerja dirumah aja ;) thanks for sharing mba han ;)

    ReplyDelete

Hai Sahabat,

Terima kasih sudah berkenan datang dan membaca.

Cheers dan Banyak Cinta dari Bali!!

XoXo