5 Langkah Mudah Hadapi Resesi Global



Dengan Pandemic ini kita dihadapkan dengan resesi global, jadi bukan cuma Indonesia. Seharusnya setiap dari kita memang memiliki financial planning yang baik menghadapi masa resesi seperti saat ini dengan menyediakan dana cadangan. Resesi datang tidak dapat didugah. 

Saat outbreak melanda Wuhan, aku sendiri tidak menyangkah bakal terjadi juga di Indonesia. 

Sekarang, ini betulan terjadi. Sedang dana cadangan aku hanya prepare satu bulan. But, it’s not the end of the world


Kalau boleh berandai ya, ada satu negara maju di ASEAN yang meliburkan cicilan bank selama masa resesi dengan adanya pandemic ini, ada juga yang memberikan pinjaman tanpa bunga untuk perusahaan menengah agar tidak collapse karena perusahaan-perusahaan tersebut memang selama ini membantu juga perputaran roda ekonomi negaranya. 

Stop berandai! Karena bangsa kita ini terlalu banyak mafia, ga bisa diterapkan hal demikian. Ada niat baik pasti dimanfaatkan mereka yang ga punya hati dan serakah. So, better we prepare dan hadapi ini dengan chin up

Sudah bukan saatnya lagi bilang prepare karena sekarang kita sudah dihadapkan pada resesi global. What should we do? ini dia 5 langkah mudah hadapi resesi global:

1. Lebih Bijaksana 

Bijaksana dalam mengatur pengeluaran. Jika tidak penting banget mendingan kita tahan emosi berbelanja. Untuk saat ini yang terpenting adalah kita bisa memilah-milah mana kepentingan mendasar dan mana yang hanya pendukung. 

Kebutuhan utama adalah makan, bayar tagihan-tagihan, fokus pada hal tersebut. 

Soal menyoal makan, kita harus ingat prinsip ini “kita makan untuk hidup, bukan hidup untuk makan”. 

Singkatnya “HIDUP HEMAT”. 

2. Tidak Panic Buying & Menimbun Bahan Makanan 

Panic buying hanya membuat perekonomian kita terpuruk dan chaos. Kekosongan stock membuat harga mahal, daya beli menurun dan mereka yang tidak mampu membeli pada akhirnya bisa saja melakukan perbuatan criminal demi bisa mengisi perut. Tidak mau ini terjadi, kan? 

Jadi, berhentilah panic buying karena stock makanan masih cukup kok buat kita semua. 

Back to first point, be wise! 

3. Tangkap Peluang 

Agar kita tidak hanya berpangku tangan dan menunggu, terus putar otak dan latih kepekaan menangkap peluang. Jika pun tidak langsung menangkap peluang itu, terus lakukan dan coba. Yakin satu hal, usaha tidak mengkhianati hasil. ALLAH tahu kalau kita berusaha pasti akan dipertemukan dengan peluang yang akan mempermudah setiap masa sulit kita. 

Tidak akan ada yang sia-sia dari apa yang kita lakukan. Keep try and keep fait! 

4. Build Good Relationship & Networking

Buat aku ini sangat penting, di masa seperti ini aku membangun banyak relationship tidak hanya dengan calon-calon buyer akan tetapi lebih luas. Aku membuka hati dan tulus memikirkan tidak hanya agar bisnis sendiri survive tapi bisnis lain. Karena aku sadar semua saling berhubungan. 

Agar semua ini bisa kita lakukan kita memang harus bangunkan kemanusiaan kita lebih luas lagi. Jadi, semua ini bukan hanya tentang kita sendiri. Yes, kita lakukan ini berdasarkan kemanusiaan bukan hanya bisnis belaka. 

5. Lebih Dekat Dengan Sang Maha Kaya 

Dan hal yang paling membuatku tidak panik, serta tenang di masa ini adalah aku selalu berharap pada-NYA. Pokoknya ALLAH lagi, ALLAH lagi. 

Dalam keadaan seperti sekarang, aku tetap ucapkan syukur karena ALLAH memberikan aku karunia-NYA yang tak terhingga. Bisa tetap makan, bisa tetap berpikir, bisa tetap bersama keluarga, dan karunia lainnya. Pokoknya isinya aku bersyukur. Alhamdulillah, ini menenangkan sehingga aku masih bisa berpikir jernih dalam menghadapi resesi ini. 

Yakin semua akan segera berlalu. 

Sahabat semua, semoga kita semua bisa survive and stay positive serta tidak berburuk sangka sama TUHAN, ya? Semangat!

6 comments:

  1. Betul sekali mbak, para mafia bank seperti nya tidak mungkin meminjam pinjaman tanpa bunga, buat mereka yang penting keuntungan, soal hati nurani nomer 36.

    Betul, dengan adanya krisis ini memang sebaiknya dekatkan diri kepada Allah SWT, semoga saja kita semua sehat selalu dan bisa melewati keadaan ini.

    ReplyDelete
  2. AMIIIN mbaaa, this too shall pass :)

    Saya juga lumayan turun profit, tapi belum terlalu parah kalau dibandingkan dengan business teman-teman saya yang lain. Semangat untuk yang sedang menghadapi resesi, semoga keadaan financial tetap dalam kondisi baik ~ :D

    Setuju sama mba Nila, untuk jangan terlalu impulsif disaat seperti ini dan lebih pintar lagi dalam mengatur cashflow agar nggak berakhir minus di kemudian hari <3

    SEMANGAT yuk mbaaa :3

    ReplyDelete
  3. panic buying juga dilakukan oleh orang yg punya duit cukup mba, kalau yg pas pasan susah.
    smga cepat berlalu wabah ini

    ReplyDelete
  4. Bener banget,Mba. Lima langkah jitu yang sudah selayaknya diterapkan oleh kita semua, bukan hanya dalam menghadapi situasi chaos ini, tapi akan apik juga hasilnya nih jika sustain melakukannya ya?

    Nice tips, Mba.

    ReplyDelete
  5. Bener banget mb nila, selagi kondisi masih begini dan belum bisa leluasa bergerak, bisa untuk keep networking yang seluas2nya dg calon buyer dan bisnis turunan atau yang saling berkaitan, sembari itu pula bisa atur strategi untuk ke depannya. Insyaalloh badai segera berlalu, dan kita bisa bangkit lagi beberapa bulan lagi, amin

    ReplyDelete
  6. ke 5 tips ini akan aku jalanin mba han, anyway bener banget juga nih kata - kata ini "Stop berandai! Karena bangsa kita ini terlalu banyak mafia, ga bisa diterapkan" di Indonesia. Yaa semoga semua nya kembali membaik, rindu yah mbak akan masa - masa semuanya bisa riuh ramai menjalankan akifitas nya masing - masing. Well, be safe yah mba Han ;)

    ReplyDelete

Hai Sahabat,

Terima kasih sudah berkenan datang dan membaca.

Cheers dan Banyak Cinta dari Bali!!

XoXo