Memaafkan Masa Lalu



Memaafkan Masa Lalu - Tentang masa lalu, siapa sih yang tidak punya masa lalu? Baik, buruk yang pastinya mempengaruhi kita "sekarang" ini.

Aku sendiri, memiliki masa lalu yang terbilang kurang manis di masa kecil, bullying dari keluarga sendiri, dikucilkan dari keluarga besar karena alasan-alasan yang menurutku absurd sekali, semua sudah kulalui.

Sakit Hati dan Dendam

Dengan perlakuan demikian siapa yang tidak sakit hati? Pastinya aku menyimpan rasa sakit yang sangat dalam bahkan mendendam!.

Dendamku bukanlah membalas perbuatan mereka, akan tetapi pembuktian bahwa aku bisa melakukan apa yang mereka ragukan. Pembuktian bahwa aku ga sesial dan seburuk yang mereka tuduhkan.
Dendamku menjadi motivasi untuk melakukan yang terbaik.

Tapi, motivasi seperti itu rasanya sangat melelahkan. Aku merasa "besar kepala" saat bisa mendapatkan pencapaian. Hal itu bukanlah hal yang membawah ketenangan dalam hidup.

Memaafkan Masa Lalu

Usia bertambah tua, namun tidak berarti kita bertambah dewasa. Orang-orang dewasa mampu berlaku bijaksana dan adil bagi dirinya sendiri, lalu orang lain.

Melalui banyak kisah, akhirnya aku bertemu guru-guru kehidupan yang mengajarkanku tentang memaafkan masa lalu.

Agar aku bisa hidup dengan damai aku harus bisa memaafkan diriku sendiri (dengan masa laluku) dahulu, dengan demikian aku akan mulai bisa memaafkan orang lain.

Pada akhirnya, dengan melalui proses yang mengajarkan banyak hal, kini aku pun bisa menjadikan tragedi dalam hidupku di masa lalu sebagai bahan diskusi agar orang lain belajar dari hal itu, kadang menjadikannya bahan candaan. No Hard Feeling! Yes, let it go!
Saat aku mulai bisa ihklas dan menerima, aku merasa hidupku jauh lebih baik dan bahagia pastinya.
Perubahan-perubahan tidak hanya terjadi padaku tapi juga sikap-sikap orang terhadapku. Semua berlahan menjadi lebih baik, hubungan kami, keadaan kami. Karena di saat kita terjebak di dalam rasa sakit sama artinya kita membiarkan diri kita terpenjara di dalam penderitaan yang orang lain tidak pedulikan.

Dendam dan sakit hati hanyalah menyakiti diri sendiri.

Ucapkan Terima Kasih

Dan, pada akhirnya aku pun dapat mengucapkan terima kasih masa laluku, terima kasih orang-orang yang pernah meremehkanku, terima kasih orang-orang yang pernah mengejekku, terima kasih kepada mereka yang mempercayaiku dan terus mensupportku di masa lalu, sekarang atau pun akan datang. Terima kasih, terima kasih.

Dan pasti aku ucapkan terima kasih kepada "masa sekarangku", terima kasih kepada masa depanku.

Aku berterima kasih juga kepada kalian yang sudah mampu berdiri tegak dengan senyum damai belajar dari masa lalu.

Berterima kasih kepada kalian yang setia mendampingi mereka-mereka yang ingin mendapatkan kedamaian dalam diri mereka dengan memaafkan diri sendiri, masa lalu beserta orang-orang di dalamnya..

Aku sangat beruntung berada di sini.

6 comments:

  1. Istilah populernya "Berdamai dengan Masa Lalu" ya

    Memaafkan yang telah lewat
    Merelakannya
    Mengikhlaskannya
    dan menjadikannya pelajaran untuk berbenah dan meningkatkan diri kita yang sekarang serta diri kita di masa depan

    ReplyDelete
  2. Masa lalu adalah jalan berliku penuh duri yang harus kita lalui. Dan dengan begitu kita bisa merasakan pahit manis alur kehidupan.😊😊

    Karena semulus-mulusnya jalan pasti ada kalanya berlubang juga.

    Apapun yang kita alami dimasa lalu sampai kita terpojokan bahkan terkena bully akan lebh damai jika kita memaafkan semuanya secara tulus dan ikhlas.😊😊

    Dan jangan pernah kita takut memberi maaf diawal.

    Meski terkadang diera sekarang banyak orang yang malu atau gengsi untuk meminta maaf atau memulainya, Sehingga jadilah penyakit berkarat yang ujung2nya membawa petaka untuk dirinya.

    Semoga kita tidak seperti itu. Amiinn!😊😊

    ReplyDelete
  3. Saya juga punya banyak masa lalu yang membuat saya kepikiran mba :D mostly, saya bermasalah dengan keputusan keputusan yang saya buat pada masa silam, yang saya pikir itu terbaik namun ternyata saya salah. Dan itu kadang membuat saya menyesal berkepanjangan. Tapi semakin saya bertambah usia, semakin saya berusaha melepaskan dan memaafkan :D

    Saya tau kalau saya nggak bisa mengubah masa lalu saya, tapi saya masih bisa mengubah masa depan saya jadi sekarang saya fokus untuk terus melihat ke depan dan mulai bisa berdamai dengan diri saya sendiri :"D

    ReplyDelete
  4. Semangat terus mbak :) Bahagia selalu yaaa...
    Karena bukan masa lalu yang menentukan kebahagian, kita yang bikin bahagia diri kita sendiri

    ReplyDelete
  5. touching mba.
    semoga bisa lebih baik lah jaalan hidup kita semuaa.

    ReplyDelete

Hai Sahabat,

Terima kasih sudah berkenan datang dan membaca.

Cheers dan Banyak Cinta dari Bali!!

XoXo