Logika Zafa, anak 5 tahun.



Mungkin dalam beberapa hari kedepan aku akan isi blog ini dengan beberapa curhatan receh dulu, lagi penuh kepalaku dengan list pekerjaan, hahaha.

Tanggal 19 February nanti aku dan partner bisnis ada rencana mau pergi ke Maldives, makanya sibuk banget. Alhamdulillah. Kami ga bisa ini sebut sebagai bentuk pencapaian akan tetapi re-investing dengan melakukan kegiatan marketing kesana. Dengan portfolio yang ada tentu kami optimist banget kalau kami bisa mendapatkan market lebih besar jika bertatap muka dengan mereka.

Lanjut kita cerita tentang logika-logika Zafa yang bikin kami mengernyitkan dahi, hehehe.

Tetangga Pingsan

Semalam, tiba-tiba Mama mengetuk pintu kamar dan bilang ada tetangga pingsan dan minta suami buat anter ke Rumah Sakit. Sebelum Zafa ikutan ribet karena seperti tak bisa ditinggal sama Bapaknya, aku langsung ingetin:

Zaf, jangan ikut. Stay at home!”

Zafa ikutan panik, lalu bertanya:

“Mom, kalau pingsan itu nanti dikubur ya?” tanyanya polos, aku langsung melotot dan meletakkan jari di atas bibir.

“Don’t talk scary thing!” aku peringatkan dia.

“Gak apa, Mom. Zafa kan talk-nya sedikit aja, ya kan? Kalau pingsan ga bangun-bangun itu dikubur” anaknya ngeyel dan langsung aku bungkam di kamar.

Salahku belum pernah ngejelasin ke Zafa apa itu pingsan, apa itu meninggal. Duh!


Akhirnya, si tetangga berangkat ke RS terdekat yang kurang lebih ditempuh 10menitlah melewati lampu merah dari rumah diantar suami.
Zafa yang curious masih terus bertanya dengan logikanya. Kali ini bertanya sama Nenek.

“Kok, ga pakai motor saja, Nek?” tanyanya. Nenek lebih sabar menjelaskan.

“Kalau naik motor nanti jatuh, kan kalau pingsan ga bisa apa-apa” jelas nenek sambil praktek badannya dilemesin.

“Oh…kalau jatuh kan nanti bangun, Nek” sahut Zafa lagi dengan logikanya. Nenek dan Budhenya meringis.

“Harusnya kan pakai ambulance saja…..”celetuk Zafa lagi. Zafa masih penasaran karena setahu dia orang sakit itu seharusnya dibawa pakai ambulance.

Akhirnya aku punya celah buat kasih tahu Zafa tentang hidup bertetangga dan saling menolong, dari Bahasa tubunya sih dia seperti bingung tapi dia bilang mengerti. Hahaha.

Naik Pesawat

Ini sebenarnya cerita Desember lalu, saat di dalam pesawat. Sebenarnya ini bukan kali pertama Zafa naik pesawat, tapi ini kali pertama dia naik pesawat semenjak dia sedikit faham tentang bagian-bagian pesawat, seperti Tail fin, Rear gear, wings, jet engine dan kawan-kawannya.


Yang paling Zafa ingat, pesawat air bus ini kalau salah satu mesin jetnya tidak menyalah pesawat ini bisa jatuh! Dan bisa ketebak, di dalam pesawat, penerbangan malam dia pun berseloroh dengan suara lantang memecah keheningan tentang:

“bagaimana jika salah satu jet engine tidak hidup dan pesawat yang kami tumpangi akan jatuh” Tentu saja aku langsung isyaratkan dia buat diam.

Bukan hanya itu, dia juga bilang tentang kalau nanti kita di atas tiba-tiba kehabisan udara, lalu bertanya apakah pesawat yang kami tumpangi bakal jatuh di air. Ya Allah, Zafa kenapa sih kamu bertanya hal-hal yang ngeri, Nak?

Akhirnya, pas landing semua orang di Isle pas turun pada nengok ke kursi kami. Mungkin mereka sebel karena Zafa sudah ngocek ga karuan tentang hal-hal yang mengerikan, hahaha.

Kalau kalian ketemu anak kaya Zafa, bukan berarti sama Ibu dan Bapaknya tidak diajari untuk bicara yang baik-baik, lho! Tapi, memang kadang logika anak-anak ini di luar ekspektasi kita. Dengan pengetahuan mereka, sebenarnya mereka ingin tahu jawaban dari “WHY” dan ini adalah sense of curiosity.

Anak-anak itu belajar dari rasa ingin tahunya.

4 comments:

  1. Walah ini the next-nya Habibie nih, masih kecil udah tau bagian2 pesawat yang rumit itu.

    Saya aja udah segede belom tau bedanya airbus sama boeing, wkwkwk

    ReplyDelete
  2. OMG Zafaaa, pertanyaannya super sekali :))) Kalau Zafa satu pesawat sama saya mungkin saya sudah komat-kamit berdoa (saya penakut soalnya) ahahaha ~

    Tapi salut juga sama mommy and daddy Zafa karena Zafa tumbuh jadi anak kritis dengan keingintahuan besar. Plus berani melontarkan pertanyaan dengan lantang dan lugas :D hihihi, good job Zafa, keep it up yaaa. Buat mommy semakin shock dengan pertanyaan-pertanyaan cerdas lainnyaaa <3

    ReplyDelete
  3. YaAlloh Zaafaaa.. gemess banget sihh..
    aku juga harus siap-siap nih kalo anakku udah seumuran zafa, pasti ngocehnya buanyaak banget dan takutnya mamak gak bisa jawab berbagai pertanyaan dia.. hahaha..

    Good Zafaa, tanya terus yang banyak yaa ke mamanya, biar mamanya makin bingung jawabnya.. wekekek.. *pisss :D

    ReplyDelete
  4. Wah, ga apa2 mbak Hanila, kalau anak2 bertanya tentang hal2 menyeramkan hihihi. Anak2ku kadang begitu juga loh :) Berarti imajinasi dan logika mereka berkembang dan rasa keingintahuannya luas. Cerdas :D

    ReplyDelete

Hai Sahabat,

Terima kasih sudah berkenan datang dan membaca.

Cheers dan Banyak Cinta dari Bali!!

XoXo