Cinta Pertama



Ngomongin cinta pertama, untuk seorang anak perempuan yang dulu dekat Ayahnya pastilah cinta pertamaku dulu Papa.

Tapi, aku tidak merasakannya demikian. Papa itu sosok pelindung dan lelaki panutan. Pokoknya, kalau dapat suami maunya kaya Papa yang lembut, penyayang, romantis, affectionate dan sayang keluarga. Gambaran family man.


Untuk cinta pertamaku malah kujatuhkan pada Omku. Sosok tidak tampan, tapi baik, menarik dan kharismatik di mataku dan aku yakin juga di mata lawan jenisnya waktu itu. Terbukti dia punya banyak cewek yang ngejar dan ngikutin sampai semua kakak-kakaknya geram, sebenarnya siapa pacarnya? Jawaban dia santai, ga ada satupun.

Kemanapun Om pergi sepertinya menjadi magnet tersendiri buat para gadis. Meski endingnya malah menikah dengan anak tetangga. Hahahaha.

Begitulah jodoh, ga ada yang bisa menebak.

Cinta Pertama

Untuk cinta pertama, dalam artian pacaran aku terhitung terlambat karena kebanyakan cinta monyet dan ga jelas. Hahaha

Kapan pula mau pacaran kalau sekolahnya di antar jemput.

Di saat teman-temanku pacaran, ya aku jalan saja sama mereka. Akhirnya aku disangkah pacaran juga, padahal gak juga soalnya aku malah naksir berat saat itu sama guru komputerku, norak banget, ya? Hahahaha.

Cinta Setelah Menikah, adakah?

Teman-temanku selalu bilang kalau sudah menikah, apalagi punya anak udah lupa deh cerita romance dengan bapaknya. Karena sudah diribetkan dengan urusan rumah tangga. Intinya, pokoknya urusan rumah tangga kelar.

Aku memiliki pandangan berbeda, setelah menikah cinta harus tetap ada. Karena aku dibesarkan dengan kehangatan cinta seorang Ayah, mungkin di situ aku tidak ingin meniadakan cinta dalam pernikahanku.

Bagiku, cinta yang membuat komitmen tetap terjaga. Karena pernikahan tanpa ada cinta itu ya rasanya seperti awal pernikahanku jadinya maunya berantem mulu, toleransi, kesepakatan tidak bisa ketemu.

Karenya, aku selalu berusaha menghadirkan cinta setiap hari. Tidak hanya pada suami tapi juga anakku. Aku ingin membesarkan dia dengan kehangatan cinta dan kasih sayang agar kelak dia bisa memuliakan pasangan serta keluarganya dengan cinta dan kasih sayang pula.
Bagaimana Menghadirkan Cinta Setiap Hari?

Kata sahabatku “don’t be too hard to yourself!” aku tersenyum, karena being hard to my self dalam artian berusaha melakukan yang terbaik ini yang membuatku merasa berarti.

Jadi, dalam rumah tangga aku berusaha menghadirkan cinta setiap hari dengan menuliskan di dalam jurnal syukurku kalau aku berterima kasih kepada pasanganku, kepada anakku, kepada keluargaku. Dari situ, aku bisa menlisting kebaikan-kebaikan mereka. Dengan melihat kebaikan-kebaikan mereka maka aku dapat mencintainya setiap hari.
Mungkin aku bisa menulis begini karena aku type melankonlis, ya? Hehehe.

Kehangatan cinta dalam keluarga itu penting itu intinya meskipun dia bukanlah cinta pertama kita. Hehehe

5 comments:

  1. Cinta akan kuberikan bagi hatimu yang damai...Ciieeee preetts!!..πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


    CINTA ( Cerita Indah Tanpa Makna )πŸ˜‚πŸ˜‚


    Bicara soal Cinta setiap insan manusia apapun derajatnya sudah barang tentu mempunyai cinta dan ingin dicintai.😊😊


    Meski dalam konteks filosifi, cinta merupakan sifat yang baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan sayang. Selain itu cinta itu juga merupakan sebuah aksi atau kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, simpati, perhatian , kasih sayang dll. Meski terkadang Cinta tak harus memiliki.

    Akan tetapi dizaman edan dan keblinger seperti sekarang ini, Banyak orang memaksakan Cinta yang terkadang belum tentu paham makna serta arah tujuannya.πŸ˜„πŸ˜„

    Lalu tahu deh....Pulang aja dah gw.πŸ˜‚πŸ˜‰πŸ˜‚πŸ˜‚πŸšΆπŸšΆπŸšΆ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sungkem guru, ngga nyangka guru sungguh dalam ilmu percintaannya, pantesan si komen panjang...πŸƒπŸƒπŸƒ

      Delete
  2. Cinta pertama saya juga ayah saya mba :)))

    Dan saya percaya, cinta setelah menikah itu ada ~ hehehe tinggal kitanya saja mau terus berusaha untuk menjalani hidup dengan penuh cinta atau nggak. Meski banyak kerikil terjal yang mungkin memicu pertengkaran :D atau kadang rasa bosan datang, dan masalah-masalah pelik lainnya. Tapi selama cinta itu ada, semoga segala macam masalah masih bisa dihadapi dengan hati lapang <3

    ReplyDelete
  3. cinta pertama saya? Andy Lau wakakakakakaka!
    Ya ampuunnn, sungguh cerminan anak yang masa kecilnya katcauuuu.
    Masa iya malah sukanya ngehalu gitu.
    Dulu saya ngefans banget ama Andy Lau, selalu rela begadang demi nonton film Andy Lau.

    Btw, menuliskan rasa syukur, worth it buat saya, meski tetep ada pergolakan, tidak mudah memang berusaha sendiri, tapi saya yakin, tidak ada yang sia-sia untuk sebuah kebaikan, eaaaaa :D

    ReplyDelete
  4. Saya bingung malah mendeskripsikan cinta, apakah ketika dekat dengannya hati serasa dag dig dug itu disebut cinta?

    lah dekat sama bapakek kok biasa biasa aja gituu. Ah cinta apakah ituu πŸ€—

    ReplyDelete

Hai Sahabat,

Terima kasih sudah berkenan datang dan membaca.

Cheers dan Banyak Cinta dari Bali!!

XoXo