Traveling Sarana Belajar dan Pengembangan Diri

In Frame, aku dan Zafa juga dalam perjalanan ambil foto dulu sambil menunggu boarding

Traveling Sarana Belajar danPengembangan Diri - Aku sebenarnya type orang rumahan yang tidak suka jalan-jalan. Tapi, aku hobby merantau, sampai akhirnya menetap di Bali karena bertemu jodohnya di sini.

Bali, sebelumnya hanya nama yang terlintas saja di dalam alam bawa sadarku “bagaimana kalau aku ke Bali?” sampai akhirnya pada akhir 2009 aku meminta ijin dan mengambil keputusan bulat merantau ke Bali.

Meskipun aku type rumahan yang mendingan habisin waktu di depan laptop daripada jalan-jalan, saat masih lajang aku lumayan hobby traveling juga. Masih sebatas beberapa daerah di Indonesia dan negara tetangga. Buat aku yang saat itu masih melajang dan type rumahan, traveling adalah:


CHALLENGING aku orangnya suka dengan tantangan, dengan traveling sendirian membuat aku merasa tertantang dan bersemangat. Hal ini biasanya kulakukan karena aku bosan dengan rutinitas pekerjaan kantor.

REFRESHING dengan segala kesibukanku saat itu, ga jarang aku merasa jenuh belum lagi kadang ada masalah dengan pacar, sungguh melelahkan. Maka traveling menjadi pelarianku.

EXPERIENCING, dengan traveling aku memang mengharapkan bisa mendapatkan pengalaman, pengetahuan baru yang ga akan aku dapat hanya dengan tiduran di rumah.

NETWORKING, terkadang di saat traveling kita bisa bertemu orang-orang baru, di bandara, hotel atau penduduk lokal. Mungkin jodohnya hanya sampai di situ, tapi bisa jadi nyambung menjadi teman. Jadi, bertemu dan berpisah itu biasa.

Dan sekarang, saat aku sudah menikah dan memiliki anak aku tidak bisa seperti dulu. Bukan karena suami membatasi, tapi aku merasa tidak bisa pergi begitu saja hanya alih-alih jenuh dan capek. To be a mom is a challenge beside a blessed for me.

Foto dibuat di bandara. Setiap kali traveling selalu ada foto di bandara buat Zafa.
Traveling untuk sekarang artinya aku sudah merencanakan dari jauh-jauh hari dan memilih destinasi yang cocok dengan anakku.

Yang pasti traveling buat aku sekarang adalah:

LEARNING alias belajar itu yang aku rasakan saat traveling bersama anakku karena bersamanya aku belajar menghandle hal-hal yang sebenarnya kecil tapi butuh keahlian juga, belajar mengatasi masalah yang timbul tiba-tiba seperti anak demam saat masih di perjalanan, anak ngompol padahal sudah ga pakai diapers, anak masuk angin atau kalau sekarang ikut belajar karena harus bisa menjawab setiap pertanyaan yang dilemparnya di setiap hal baru yang dia temui.

Dan yang belajar bukan cuma aku, tapi kami bertiga. 

So, ga peduli kamu type orang rumahan atau bukan kamu harus traveling. Kalau pun belum bisa jauh carilah destinasi terdekat, explore and learn a lot!

Ada satu quote bagus tentang traveling dan aku suka banget:

 “THE WORLD IS A BOOK AND THOSE WHO DO NOT TRAVEL READ ONLY A PAGE.” ~ SAINT AUGUSTINE

Aku harap kalian menjadi salah satu manusia yang beruntung seperti halnya aku yang selalu dapat melawan arah untuk menantang dan mengembangkan diriku.

Bismillah, saat Zafa usia 9tahun kami akan mulai keliling dunia J

Paragraph terakhir kesannya sombong, ya? Maaf kalau kalian berpikir demikian, itu hanya satu affirmasi yang kuyakini membawaku ke dalam keberuntungan yang sesungguhnya.

27 comments:

  1. Aku juga suka traveling kemana saja kak, ke pasar, ke kota, ke kampung, ke pabrik, dan lainnya, mana tiap hari lagi, asyik kan..😃

    *Enaknya jadi tukang ojek..😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu juga traveling, kan traveling itu kegiatan pindah dari satu tempat atau waktu ke tempat atau waktu lain, hahaha.

      Aku yang ingin itu traveling waktu kaya film "JUMPER" hahaha

      Delete
    2. SiAgus mah bukan Traveling tapi TravelRon ( keliling cari Rondo ) ..😂😂😂

      Delete
    3. Wah apa ga repot itu kalo itu misalnya kita jumper, loncat penginnya ke pantai, tapi tahu-tahu kita mendarat nya malah di empang tetangga.😂

      @satria, ah ada guru satria. Sungkem guru.🙏

      Delete
    4. nggak apa diempang tetangga ....Asal jangan di anu tetangga aja..😂😂😂

      Delete
    5. Anu nganu, ntar di tangkap satpol PP gimana tuh..😂

      Delete
  2. Setuju banget mbak kita bisa dapet banyak banget pelajaran yang berharga ketika traveling, temen baru, pengetahuan soal budaya, dan danyak hal lain yang kadang di luar nalar kita...kakiku juga udah gatel pengen travelingan lagi nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyes, Mbak Dani meski maknanya menjadi beda saat status kita berbeda hahaha.

      Delete
  3. Traveling memang sangat menyenangkan, bahkan kadang terasa menantang terutama untuk tempat wisata yang masih baru

    ReplyDelete
  4. Amin. Semoga secepatnya keliling dunia ya...
    Saya dulu juga berniat saat balita udah mampu bawa anak naik gunung. Alhamdulillah kesampaian. Agustus lalu anak usia 6 tahun sudah berhasil menaklukkan gunung api tertinggi di Indonesia. Tinggal atap Jawa alias Semeru yg blm anak taklukkan karena kendala usia. Nunggu 10 tahun dulu baru bisa dapat simaksi Semeru

    ReplyDelete
  5. Anak2 kami dah beranjak gede, udah gak mau diajak jalan bareng apalagi traveling :(
    Klo ada plan, kami harus sounding bbrp hari sebelumnya dengan mengimingi2 mereka dengan sesuatu yang mereka inginkan :D

    ReplyDelete
  6. Dalam hidup memang kita perlu pengembangan Karena jika ingin merubah sesuatu kita perlu suasana yang tak Monoton. Maka apa yang telah dijelaskan diatas tentang Travelling bisa jadi contoh hidup yang punya makna serta wawasan tersendiri.😄😄

    Kalau saya nggak pernah kemana-mana mbak.😭😭😭😭 Dijakarta terus. Yaa paling banter kalau traveling bertapa didalam GOA..😂😂😂😂😂

    Mau pulang, Kampuang nan jauh dimato.

    Ndak ado Fity.😂😂😂😂😂😂😂

    ReplyDelete
  7. aamiin mba, aku suka deh dengan orang - orang yang sering mengafirmasi diri sendiri, jadi biar dipeluk sama hal - hal yang positif. semoga segera bisa keliling dunia yah mba ;)

    ReplyDelete
  8. Saya juga senang traveling karena bisa belajar banyak hal mba, termasuk belajar soal menjadi orang yang lebih terbuka hehehe~ yang dulunya kalau bicara sama stranger agak takut-takut, sekarang mau nggak mau kadang harus diberanikan :D

    Eniho, semoga nanti secepatnya mba dan keluarga bisa keliling dunia yaaaa~ nggak sabar baca cerita-cerita perjalanan mba dan keluarga. Pasti nggak kalah serunya :3

    ReplyDelete
  9. Aku terpaksa jalan jalan karena tugas kerja he he he

    ReplyDelete
  10. Dan Allah memberi sesuai usaha manusia
    Saya percaya banget!

    ReplyDelete
  11. Aku pernah traveling berdua sama anak aku, disaat dia berumur 3 tahun.

    ReplyDelete
  12. Bismillah, saat Zafa usia 9tahun kami akan mulai keliling dunia
    ngebaca kalimat ini, aku jadi kepengen juga buat keliling dunia, siapa sih yang nggak mau keliling, pokok jangan keliling pasar aja deh, wkwkwk

    ReplyDelete
  13. aaaawww, nggak sombong kok mbak, malah jd banyak yg mengaminkan.. semoga bener2 terwujud bisa keliling dunia yaaa.. uhu, sepakat banget kl traveling emg banyak manfaatnya

    ReplyDelete
  14. Dulu belajar itu harus di dalam kelas tapi sekarang belajar bisa dilakukan di mana saja termasuk dengan travelling
    apalagi bagi anak-anak ketika travelling menemukan banyak sekali hal-hal baru yang bisa jadi pelajaran

    ReplyDelete
  15. Aamiin, semoga kesampaian impiannya ya Mbak
    Banyak manfaat traveling. Aku sama suami Alhamdulillah setipe, lebih suka jalan daripada bebelian. Maka kami kalau ada rejeki pilih traveling - tentu setelah kebutuhan pokok terpenuhi ya.
    Dengan tahu banyak hal di luar sana pikiran kita jadi terbuka. Maka sejak di perut anak-anak dah diajak jalan. Usia 2 bulan dah pergi-pergi. Alhamdulillah mereka jadi tahan bepergian kini.

    ReplyDelete
  16. dulu saya juga tipe orang yang begitu mbak, berdiam di kamar dengan laptop dan internet untuk game udah cukup.

    tapi sejak travelling ke singapure bareng kaka n abang, saya sebenarnya ogah2an, tp ketika disana baru tau rasa enaknya travelling. bikin ketagihan, sampai pergi sendiri ke azerbaijan.

    sekarang pun saya ga melewatkan kegiatan anak muda kantor yg sering jalan2 dan camping. memang travelling itu wajib, banyak hal yang bisa dipetik

    ReplyDelete
  17. Halo Zafa, salam kenal :)
    Kapan kapan kita meetup yaa sama Rani dan Tita (anak tante) kalau pas Zafa ke Lombok. Kalau bisa, traveling bareng pasti seru.

    ReplyDelete
  18. Ofkorssss tidak dong!
    Manalah mungkin terkesan sombong? sedang saya beneran salut sama wanita-wanita keren yang suka berpetualangan, senang dan berani traveling?

    Itu hal yang kadang ingin saya sesali.

    Saya melewatkan masa lajang terpaku dalam ketakutan saya seorang diri.
    Duduk diam di kos, main game, nonton film.

    Menolak banyak kesempatan untuk traveling, even dibujuk dengan cara dibiayai sepenuhnya.

    Hanya karena saya terlalu terkungkung dengan ketakutan sendiri.
    Sekarang setelah anak sekolah, barulah menyadari, betapa saya melewatkan masa bebas saya dulu, dan sekarang harus menunggu sampai anak-anak bisa lebih mandiri lagi.

    ReplyDelete
  19. Saya orang yang sangat malas plesiran sampe² istri sering cemberut karena pengin plesir tapi saya nggak mau...tapi akhir² jadi agak sering ke tempat wisata walaupun nggak jauh jauh paling daerah sekitar atau tetangga kota....insya Allah sih kedepannya pengin selalu berwisata seenggaknya sebulan 2 kali ��, biar istri seneng.

    ReplyDelete
  20. Saya biasa jalan sendirian Mbak, tapi suatu saat ikut dengan biro travel untuk menghemat waktu karena segalanya kan di urusin mereka.
    Tak disangka ternyata dengan ikut biro travel ketemu dengan peserta lainnya yang cocok dan akhirnya berteman sampai saat ini.
    Ah jadi kepikiran nih sudah lama saya tidak lagi traveling...

    Salam,

    ReplyDelete

Hai,

Terima kasih sudah membaca.
Silahkan tinggalkan komentar dan pendapat kamu di sini.

Terima kasih dan Salam Hangat dari Bali!

Cheers,