Mengenal Istilah Histerektomi dan Effect Sampingnya


Mengenal Istilah Histerektomi dan Effect Sampingnya – Untuk yang bergelut di dunia kesehatan istilah ini tidaklah asing, namun bagiku ini adalah hal baru yang baru aku kenal saat Bunda harus menjalaninya 7 tahun lalu, harus melakukan tindakan Histerektomi ini dikarenakan satu penyakit yang dokter tidak bisa definisikan apa, yang jelas awalnya sepertinya sepertii gumpalan berisi cairan dan pecah di dalam rahimnya. 

Terakhir setelah pengangkatan, dokter meletakkan rahim itu di dalam sebuah toples dan bilang akan dia ambil untuk penelitian. Kami, tidak ada yang tertarik mengetahui hal tersebut lebih lanjut karena focus dengan kesembuhan Bunda.

Apakah Histerektomi itu?

Operasi bedah untuk mengangkat rahim atau uterus dengan alasan kesehatan tertentu.

Yang pasti, dokter curiga kalau Bunda menderita kista yang sudah menjadi tumor ganas. Allahualam, yang jelas kami lagah banget sekarang Bunda sudah bebas dengan penyakit itu.

Effect Samping Histerektomi

Effect samping dari Histerektomi ini adalah lebih banyak pada psychology. 

Lebih lanjut beriku effect samping dari proses angkat rahim ini:

  1. Menopause dini, seketika berhenti saat dilakukan operasi angkat rahim
  2. Perubahan sexual, seperti vagina yang kering apalagi jika dilakukan juga pengangkatan ovarium dalam proses tersebut.
  3. Merasa kehilangan
  4. Moody dan gampang tersinggung
  5. Kurang percaya diri serta depresi karena adanya rasa kehilangan dan tidak sempurna. Bahkan, untuk mereka yang masih muda bisa juga gampang marah dan menyalahkan diri sendiri serta underestimate dirinya karena tidak mampu memiliki anak.
  6. Imsonia karena kecemasan berlebih dan tidak mampu menghandle mood-nya.
  7. Peningkatan resiko terhadap penyakit lainnya
  8. Dengan Ibu yang habis menjalani Histerektomi, jelas aku merasakan hal tersebut. Ibuku menjadi lebih sensitive, gampang tersinggung dan beberapa penyakit pasca operasi memang muncul.

Bagaimana kami mensiasati hal tersebut?

Yang jelas, mereka yang habis menjalani histerektomi membutuhkan perhatian lebih dari orang-orang di sekitarnya, terutama keluarga.

Pertama

Kalau dia berkeluh kesah dengarkan dan berikan respond yang positive, jangan sekali-kali meremehkan apa yang mereka curhatkan ke kita. Meskipun kesannya gampang, karena dia selama ini mampu menghadapi masalah lebih berat, akan tetapi sekarang beda kondisi.

Karena awal dari merasa tidak didengar, tidak mendapatkan support dan perhatian mereka bisa mengalami depresi dengan tingkatan berbeda-beda.

Kedua

Berikan makanan yang sehat dan atau supplement-supplemet untuk proses penyembuhan serta tetap berkonsultasi dengan dokter yang menanganinya.

Ketiga

Ajak terus untuk lebih dekat dengan Tuhan, agar dia bisa menerima keadaan dia. Dan bersyukur untuk kesempatan yang sudah Tuhan berikan. Karena tingkat spiritual yang tinggi bisa membuat seseorang lebih mudah berdamai diri dengan diri sendiri. 

Keempat

Akan ada perubahan behavior, seperti awalnya tidak suka sesuatu menjadi suka.

Kalau dulu mereka ini merupakan type orang yang tough bisa jadi pasca operasi menjadi sebaliknya. Kita orang terdekatnya harus bisa dealing dengan hal tersebut, jangan ikutan merajuk dan Bete.

Kelima

Sering ajak jalan-jalan sehingga pikirannya bisa lebih terbuka dan bebas. Hal ini juga membuatnya lebih bahagia karena bertemu dengan experience baru. Serta kegiatan bersosialisasi ini membuat dia lebih merasa diterima.

Proses penyembuhan dari angkat rahim ini lebih lama dari operasi Caesar, karena lukanya double. Jadi, memang selama selang waktu tersebut kita akan melihat mereka lebih lemah dan tidak bisa beraktifitas seperti biasanya.

Melihat apa yang dialami Bundaku, meskipun beliau orang yang tegar tapi beliau suka menangis karena merasa tidak seperti dulu. Sekarang gampang capek. Padahal keinginannya melakukan banyak hal itu sangat besar. Kasihan kalau dia sudah mulai mengeluh, tapi biasanya beliau cepat menimpali ucapan sendiri dengan mengatakan "Tapi, alhamdulillah aku sekarang sudah sehat dan bisa melihat anak cucuku".

Semoga artikel ini bermanfaat bagi semua. 



24 comments:

  1. Kebayang banget ya Mba Hani, gimana si ibu merasa kehilangan.
    Soalnya rahim adalah salah satu sifat Allah yang lekat di wanita.
    Karena wanita lah yang bisa memberi sayang secara sempurna.

    Semoga ibu sehat terus ya Mba.. salam buat ibu ♥️

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak...beneran kami sudah melewati banyak hal. Aamiin, aamiin makasih yA :*

      Delete
  2. Senang membaca paragraf terakkhir, Ibunda sebenarnya bisa mengendalikan diri ya Mbak. Hanya beliau perlu waktu untuk menyesuaikan diri dengan perubahan pada dirinya. Semoga beliau sehat terus setelah ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Niar.
      Alhamdulillah...Bunda juga semakin dekat dan fokus dengan ibadah. Dia bilang sekarang ga ada lagi alasan buat ninggalin ibadah, lebih istiqomah karena menappuse dini.

      Delete
  3. Saya kudet kak, baru kali ini dengar istilah histeroktomi. Setelah baca ini baru paham, thanks sharing nya..

    ReplyDelete
  4. Baru paham tentang histeroktomi. Semoga bundanya lekas pulih dan kembali sehat walafiat ya. Amin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak..makasih.
      Alhamdulillah sekarang sudah pulih.
      Sudah 7th berlalu..beliau happy sekarang.

      Delete
  5. Kalo hanya diikat termasuk histerektomi bukan ya?
    Rahimku udah diikat tapi bukan diangkat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan termasuk, Mbak.
      Histerektomi itu pengangkatan

      Delete
  6. Mamaku juga histerektomi, di usia 50 tahun. Sammma, dulu juga engga tahu kenapa. Cuma kalau haid, bleeding gitu. Lebih happy kayaknya, karena engga terganggu lagi. Tetapi efek histerektomi, Mama osteoporosis.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gejala yang dialami Bundaku juga gitu, mbak..Bleeding gitu tiap mens dan kadang waktunya lama, ga normal. Dari awal sama Papa diajak ke Obgyn buat USG atau periksa ga mau awalnya takut ketemu penyakit serius alasannya, endingnya...beneran.

      Jadi pelajaran buat kami anak2 perempuannya, termasuk Bunda sarankan kami semua buat punya asuransi.

      Yang jarang diketahui bahkan saudara2 saya yg dampingi operasi saat itu penyakit after operasinya. Cuma, saya memang semoat telusuri dan diskusi dengan beberapa teman yang keluarganya menjalani operasi ini serta bertanya pada Obgyn.

      Delete
    2. Mbak, usia berapa ibunya diangkat rahimnya?
      Lalu dari awal gejala berapa lama?
      Semoga Ibu sekarang sehat-sehat ya

      Delete
    3. Memang sudah tidka mudah, Mbak.
      Saat itu baru masuk 50th tapi beliau masih productive.
      Gejalahnya setiap mens itu banyak dan kadang melebihi waktu standard orang mens, kesakitan setiap kali mens, sering kaya ada benjolan dalam perut.

      Delete
  7. Saya juga nih mbak, baru tahu yang namanya histerektomi. Ternyata ngaruh ke mood seseorang juga yaa, jadinya lebih sensitif gitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mbak..karena pengaruh dari hormon bahagia atau esterogen juga.

      Delete
  8. Baru tahu Mbk istilah ini, semogga makin banyak yang memahami dan menjaga kesehatan ya. Ikut prihatin dengan kisah Bundanya, semoga Allah berikan kekuatan dalam kesabaran.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, YaRabbalalamin.
      Semoga kita semua diberikan kesehatan.

      Delete
  9. Tanteku jg mengalami pengangkatan rahim. Aku baru tahu istilah medisnya. Semoga aja ibu mbak selalu diberi kesabaran dan kesehatan ya. Begitu jg kita semua.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, makasih doanya Mbak...
      Insyaallah sekarang sudah bisa menerima.
      Semoga tantenya juga lebih sehat sekarang ya...

      Delete
  10. Pasti down banget ya Bundanya. Ya, wajar jika cepat tersinggung karena merasa kurang atau tak sesempurna dulu.

    Semoga Bundanya tetap sehat, bisa mendampingi anak cucu bertumbuh dan membangun masa depan. Aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tahun pertama sangat down. Mungkin sampai beberapa tahun berikutnya, cuma karena anak2nya pada ga serumah jadi ga menyadari perubahan behaviour yang terjadi. Sempat terjadi depresi.

      Delete
  11. Dampingan dan support dari keluarga pasti besar pengaruhnya. Namanya juga kehilangan,,sudah pasti sedih jadinya. Semoga sehat selalu aamiin...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener, Mbak.
      Semoga senantiasa Allah berikan kesehatan ya pada kita semua serta keluarga.

      Delete

Hai Sahabat,

Terima kasih sudah berkenan datang dan membaca.

Cheers dan Banyak Cinta dari Bali!!

XoXo