Life Hack: Atasi Gangguan dan Pelecehan Sexual Di Tempat Kerja


Life Hack: Atasi Gangguan dan Pelecehan Sexual Di Tempat Kerja – gangguan-gangguan seperti ini tidak hanya dialami oleh perempuan lho akan tetapi juga lelaki. Bahkan ada yang sampai masuk ke Sex Assault dan ini membuat mereka yang jadi korban jadi tidak bisa fokus kerja bahkan trauma!

Sex Assault atau Pelecehan Sexual mencakup berbagai perlakuan sexual yang tidak diinginkan yang sering dilakukan oleh pelanggar sebagai cara untuk menegaskan kekuasaan dan mengendalikan korban mereka.

Mengapa Orang Melakukan Pelecehan Sexual Terhadap Orang Lain?

Kekerasan sexual tidak selalu tentang kesenangan atau kepuasan sexual yang didapatkan oleh pelaku, akan tetapi ada “pride” atau kebanggaan akan rasa “kuasa” atas diri korbannya. Mereka menikmati penegasan kekuasaan dan control atas seseorang.

Bisa jadi pelaku sex assault adalah mereka yang sebelumnya adalah korban juga. Mereka ada rasa marah dan ingin menunjukkan kalau mereka tidak lemah.

Kekerasan sexual adalah kejahatan serius dan kita tidak boleh menjatuhkan kesalahan pada korban.

Mitos: Wanita sering berpikir, menuduh pria melakukan pelecehan sexual untuk mendapatkan perhatiannya.

Dan orang berpikir bahwa korban pelecehan hanya perempuan, padahal banyak korban juga lelaki.

Fakta: Banyak korban, lelaki atau perempuan tidak berani melapor karena takut tidak ada yang percaya. Atau bahkan yang lebih parah mendapatkan judgment yang semakin menjatuhkan  harga diri mereka.

Pengaruh Pelecehan Sexual terhadap diri kita adalah
  1. Kaget dan Melakukan Penyangkalan; kenapa ini terjadi padaku? Mungkin ini bukan pelecehan dan sebagainya.
  2. Takut; kita jadi takut terhadap pelaku, merasa sendirian, sulit percaya kepada orang lain.
  3. Diam; mungkin kita ada di posisi tidak dapat menjelaskan pelecehan itu terhadap orang lain karena takut dihakimi.
  4. Kegelisahan; Mungkin rasa ini lebih pada resah karena rasa tidak aman dan tidak dapat rilex
  5. Depresi; ada rasa takut dan tertekan. Rasa percaya diri turun, dan sering terjadi kilas balik akan kejadian tersebut sehingga membutuhkan waktu lama untuk melupakannya. Terkadang sampai isolasikan diri.
  6. Rasa Bersalah dan Menyalahkan; mungkin kita akan berpikir, kenapa aku harus ada di sana, kenapa aku mau saja ketemu dia berdua, kenapa aku setuju dengan permintaannya.  Seharusnya aku melawannya dan perasaan menyalahkan lainnya.


Jika kita mengalami pelecehan sexual, ketahuilah ini bukan hal yang harus dijalani sendiri. Berikut ada tips-tipsnya, semoga membantu:

Pertama; pastikan diri kita aman dan bisa mencari bantuan dalam keadaan tenang (tenangkan diri)

Kedua: bicaralah pada orang yang kita percaya. Ceritakan secara rinci untuk mendapatkan bantuan yang tepat

Ketiga: Bila perlu cari bantuan konselor (netral) sehingga kita bisa mendapatkan konseling

Keempat: Dapatkan bantuan medis jika perlu

Kelima: Percayalah pada diri sendiri

Keenam: Mengetahui hak dan pelindungan hukum terhadap kasus yang terjadi. Untuk pelecehan di tempat kerja, pastikan kita tahu harus mengadu ke siapa dan bagaimana prosesnya agar si pelaku segera mendapatkan tindakan.


Menarik dibahas, ini. Awalnya aku nonton drakor, ada satu tokoh yang mengalami sex assault di tempat kerjanya tapi dia hanya diam. Aku jadi ingat dengan beberapa kejadian yang pernah kualami, meski Alhamdulillah tidak pernah separah itu.

Jadi, saat itu ada client, orang Italy awalnya dia cuma goda-goda biasa. Di dalam dunia sales dan marketing, hal bosa basi seperti ini aku anggap biasa. Meskipun belakangan aku banyak belajar tentang batasan-batasannya.

Aku akan langsung membatasi komunikasi, gak ada engangement apa-apa selain urusan kerja dengan client-client lawan jenis yang mulai bersikap “CASUAL” seperti ke teman dekat. Bukan menutup diri, bercanda, akrab antara lawan jenis itu memang harus ada batasan-batasan.

Lanjut cerita, si client mencoba towel-towel pipi dan pegang tangan. Hal ini, beberapa kali kejadian dengan client-client bule. Ada juga client local, pengusaha besar I believed karena dia punya banyak property di Bali dan Jakarta, yang ini malah terang-terangan nawarin jadi selingkuhan dia dan mau kasih apartemen. Beugh!

Sebenarnya hal ini terjadi karena adanya latar belakang, mungkin saja beberapa perempuan yang mereka temui memang memancing untuk mereka dekati sehingga mereka berpikir hal yang sama untuk semua perempuan-perempuan yang mereka temui, khususnya kami para sales dan marketing.

Namun, tetap ya hal tersebut ga bisa dibenarkan.

Untuk aku yang bidang pekerjaanku memang sering berinteraksi dengan lawan jenis, kalau ada gangguan-gangguan yang kurasa tidak nyaman memang selalu langsung aku adukan ke atasan (saat dulu aku masih bekerja kantoran) dan ke partner atau suami kalau untuk sekarang.

Pernah, ada satu client VIP kami datang ke kantor kami meeting. Client ini sudah biasa aku handle sendiri, dealing sendiri. Memang ga kehitung berapa puluh atau bahkan ratus ribu USD dia sudah dealing sama aku dalam 5 tahun tersebut. Sebenarnya, itu bukan kali pertama kami bertemu. Mungkin, dia memang lelaki kesepian dia mencoba merayu, aku tolak baik-baik dan dia mulai bicara ga sopan. Untung Pak Boss dengar dari ruangan dia, dia langsung datang dan bilang dengan tegas:

“Please stop, this! Hani’s husband with me right now! Behave, okay!”

Si client malu banget, bahkan sempat ngatain boss kalau dia acting kaya dia suamiku saja. Sebenarnya, aku bisa stop dari awal saat si client mulai cerita-cerita kehidupan pribadinya dengan mengalihkan topik. Tapi, sungguh saat itu aku ingin bersikap nice saja, sehingga memberikan respond positive kalau dia cerita anaknya, dirinya. 

Jadi, meski bossku kaya gimana aku tetap ingat kebaikan-kebaikan dia.

Berikut ada tips-tips agat kita terhindar dari pelecehan, semoga membantu:

Professional, artinya bertindak, berpakaian, berbicara secara professional sehingga orang akan ada rasa sungkan untuk bertindak melewati batas dan tentunya lebih menghargai kita.

Jangan Sendirian, saat harus ditemukan dengan keadaan yang misalnya kita harus meeting dengan client lawan jenis, di tempat jauh dan sepi atau belum pernah kita tahu, ada baiknya membawah teman atau kolega.

Tempat Meeting Proper, selalu suggest tempat meeting yang proper untuk business meeting. Jangan mau diajak meeting di kamar hotel, kalau lobby atau restaurantnya okay-lah.

Kirim Live Location dan Hidupkan Data Internet, sebelum pergi meeting kirim live location ke rekan kerja atau team agar tahu posisi kita di mana jadi saat ada apa-apa teman dengan mudah melacak. Hidupkan data internet kan tidak mengganggu meeting kalau kita pasang mode silence.

Berdoa, selalu berdoa meminta perlindungan dari Allah atas perbuatan-perbuatan keji seperti itu. Sebelum meeting berdoa, agar meeting hari itu membawah manfaat serta berkah terhadap usaha atau pekerjaan kita.

Bekali Diri, Bekali diri dengan skill membela diri jika terjadi sesuatu, at least bekali diri dengan keyakinan bahwa kita akan selalu dilindungi dari orang-orang jahat.

Support, dapatkan support dari orang terdekat. Kalau sudah punya pasangan, dapatkan support dari pasangan dan katakan selalu kita mau pergi kemana dan meeting dengan siapa, minta doanya.

Mohon maaf, terlalu panjang meskipun sebenarnya sudah tak pangkas sebisa mungkin. Cuma, sungguh layak dibahas buat kita yang harus bekerja dan bertemu banyak lawan jenis. Sebab, gangguan-gangguan seperti digodain, diajak kencan, hal-hal sejenis itu pasti terjadi lho.

40 comments:

  1. Ngeri juga ya kak kalo ada klien yang melakukan hal tidak pantas, apalagi kalo sudah mengajak perselingkuhan. Untung waktu itu ada bos nya yang belain kakak. Walaupun melihat tulisan ini, kayaknya bosnya tidak baik-baik amat sih.😃

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, karena banyak orang yg look down sama sales person gara2 kebanyakan sales person emang doing so

      Delete
  2. Wah ternyata lelaki bisa kena juga ya...

    ReplyDelete
  3. Hmmm, pelecehan itu sangat tidak baik. Lebih baik kalau suka bilang saja suka. Itu akan jauh lebih baik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, masalahnya yang melecehkan kita ini seringnya bukan karena tertarik sama kita hanya mau nunjukin powernya. Beberapa kasus yang saya alami adalah power "UANG"

      Delete
  4. report sahaja ke pihak penguasa bila ada berlalu kes sebegini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pasti. Tapi kadang keadaan tidak sesederhana itu.

      Delete
  5. Ya ampuunnn, jadi bersyukur banget nget baca ini.
    Saya teringat, dulu saya pernah loh kerja di proyek loh, daann kami berkantor di sebuah kantor yang jauh dari mana-mana, saya sering banget lembur, cewek sendiri, dan seruangan dengan para teman-teman yang doyan nonton bokep, astagfirullah.

    Bersyukur mereka masih baik sama saya, sehingga nggak ada yang macam-macam sama saya, padahal kalau ingat-ingat ya ngeri juga.

    Pernah juga malam-malam gitu kita kontrol pekerjaan di lapangan, semobil saya sendiri cewek, berasa sama rombongan si berat hahaha.

    Padahal dulu saya pakai bajunya itu mini-mini, maksudnya jilbaban tapi bajunya agak ketat gitu, ckckckck.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Syukur ya Mbak, Allah selalu lindungi dengan memberikan teman-teman yang baik dan menjaga.

      Saya juga pas beberapa kali proyek di Makassar dapat bertemu orang baik-baik, meski ya begitulah...namanya orang-orang mayoritas pekerja lelaki suka nyari-nyari perhatian. Tapi, sebatas itu...

      Delete
  6. Bossnya mba Hanila luar biasa!
    Alhamdulillah ALLAH lindungi ya Mba
    Artikel ini bisa jadi panduan utk kita semua kalo (Naudzubillah) mengalami pelecehan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah....Allah lindungi saya lewat kepedulian PakBos.

      Delete
  7. Wanita lebih cenderung mengalami pelecehan sexual, apalagi di tempat kerja. Soalnya saya memiliki pengalamannya. Hmm, jadi kesel

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, bener Mbak.
      Kesel kalau ingat, tapi resiko pekerjaan.

      Delete
  8. Bener bngt mba,, kitanya harus berani menghadapinya,, klo udah keterlaluan plng tidak lapor k atasan Ada baiknya memang klo ktemu clients jgn sendiri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu dia....beberapa kesempatan harus sendiri juga namun, kalau di tempat rame ga masalah.

      Delete
  9. Asli, aku baru tau setelah baca artikel mbak hanila kalo ternyata lelaki juga bisa jadi korban pelecahan seksual. Tapi jaman sekali banyak kok perempuan korban- korban pelecehan seksual yang berani. salah satu contohnya di KRL pasti korban akan teriak dan marah- marah dan kami yang satu KRL pun ikut menghakimi si pelaku. Semoga kedepannya semua korban -korban pelecehan seksual berani melawan si pelaku.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener, Mbak..legah banget kalau tahu sekarang perempuan lebih berani. Karena beberapa kasus mereka takut buka suara.

      Delete
  10. Saya pernah ngalamin. Ngga sampai gimana-gimana, sih, sebatas dicolek. Tapi kebetulan pas itu dicoleknya hampir kena bagian dada, tepatnya ketiak depan. Saya bentak dia sambil nahan emosi. Dia kek yang malu gitu dan sejak itu lebih sering menghindar jika di kantor.
    Saya pikir, kadang pelaku mengira kita (korban) bisa dibecandain sampai ke ranah sensitif. Nyatanya ada yang dicolek-colek begitu biasa saja. Bisa jadi memang kita perlu menetapkan batasan canda yang tak menjurus ke pelecehan seksual.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak....kita harus tetapkan batasan2nya secara jelas dengan langsung tegur, kalau dg teguran dia feedbacknya negative kita harus lebih tegas lagi.

      Delete
  11. Dunia marketing karena bertemu dengan beragam orang jadilah beragam karakter. Terkadang juga pertemuannya nggak di kantor ya alias di luar. Oleh karenanya tetep kuy harus melindungi diri dan berdoa agar selalu dilindungi oleh Yang Maha Kuasa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak...banyak macem plus emang kami di sales marketing banyak dipandang rendah serta murahan hanya karena beberapa oknum.

      Delete
  12. Tulisan yang bagus
    Pelecehan seksual berdampak ke mental, bikin korban ngga percaya diri tapi pelakunya ga bisa dihukum

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maksudnya sulit tersentuh hukum

      Delete
    2. Nah itu, Mbak..kadang agak susah tersebtuh hukum kalau pas di dunia kerja apalagi pelakunya orang yang punya power.

      Delete
  13. Beruntung Bos Mbak langsung bersikap tegas ya. Kalau gak si bule bisa lebih memaksa seenaknya. Terimakasih tipsnya. Meski saya tidak bekerja tapi bermanfaat banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Teh...beruntung banget si boss langsung tegas. Karena saat itu sudah saya tolak halus tapi dia udah melewati batas, sedang saya mau marahin dia bingung juga..

      Delete
  14. Sebenarnya saya pun setiap bercanda dengan teman baik semasa kuliah maupun kini bekerja, jika sudah lawan jenis, seringnya membatasi untuk becanda. Kalau kepentingannya buat kerja ya kerja aja. Awalnya jadi terlihat atau terasa kaku sih, tapi ya masih tetap ada kok bahasan santai yang bikin aman dan nyaman.

    Dan ya, kalo udah terjadi, selain menenangkan diri ya, cerita ke orang terpercaya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, itu Mbak...
      Sebenarnya kita sudah batasi namun tetap hal seperti itu kadang terjadi saja. Kalau di lingkaran pertemanan dan sesama staff saya insyaallah ketemu orang yang baik dan segan. Cuma banyak client yang berpikir "sales" itu bisa dirayu demi dapat project.

      Delete
  15. Bener banget kalo udah paham orangnya hobi towel2, jangan berdua aja untuk menghindari pelecehan. Aku sejak SMA udah gak suka kalo ada teman cowok yang megang tangan apalagi towel2. Kebiasaan mataku pasti melotot atau menepis dengan kasar, aku gak peduli mau diomongin sombong. Yang penting tubuhku bebas dari colekan laki-laki yang hobi iseng gitu meski teman sendiri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu dia, Mbak.
      Kalau masa sekolah aku aman dari orang2 seperti itu. Dunia kerja ini, yg kdg perempuan profesi sales dianggap gampangan. Padahal, ga semua sales mengorbankan memanfaatkan "sex appeal" demi dapat proyek.

      Delete
  16. Nah artikel seperti ini nih perlu diketahui oleh banyak wanita bekerja di luar sana. Yaa sebagai jaga-jaga saja, tidak ada yang tahu apakah suatu saat bisa terjadi atau tidak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Andy.
      Sengaja saya bagi pengalaman agar teman2 di luar sana lebih aware.

      Delete
  17. Dulu saya tipe yang takut untuk melawan, takut kalau nanti pelaku memutar balikkan fakta dan saya yang malah disalahkan. Namun, semakin ke sini saya semakin berani. Karena kalau bukan kita ya siapa lagi yang akan menghentikan tindakan tidak menyenangkan tersebut.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Syukurlah...harus berani speak up. At least miliki orang yang bisa diajak bicara tanpa judgment, Mbak.

      Delete
  18. Tulisan yang sangat empowering and mencerahkan,Mba Gina. Betul banget, menurutku, poin percaya pada diri sendiri memang harus banget dimlliki oleh setiap pribadi agar mampu menyikapi apa pun yang sedang kita hadapi.

    Pelecehan seksual bukan hanya terjadi pd wanita, bahkan banyak juga yg menimpa pria. Tulisan ini kayak banget dibaca oleh siapa pun. Recommemded banget! ��

    Alhamdulillah, sepanjang perjalanan studi dan karierku, memang selalu dikelilingi oleh gerombolan si berat, haha, cowok mulu! Sekolah jurusan exacta, kuliah di Teknik,lalu kerja di bidang humanity dan projectnya mostly dalam lingkungan para cowok, thanks God, belum pernah mengalami yg demikian, Mba. Mereka selalu respek,mungkin karena aku galak dan main hantam/gebuk langsung jika ada yang berani genit2an ke aku ya? Haha.

    Alhamdulillah, sejauh ini berada dalam lingkungan yg orang2nya sangat appreciate each other. Semoga kita dijauhkan dari hal2 yang negatif ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eits, kok Mba Gina,sih. Mba Hani maksudnya. ����

      Delete
    2. Syukur alhamdulillah ya, Mbak..semoga kita selalu ada dalam lindungan ALLAH SWT.

      Delete

Hai,

Terima kasih sudah membaca.
Silahkan tinggalkan komentar dan pendapat kamu di sini.

Terima kasih dan Salam Hangat dari Bali!

Cheers,