Jurnal Syukur Ciptakan Keberuntungan Dalam Hidup



Jurnal Syukur Ciptakan Keberuntungan Dalam Hidup - Kalau mau flashback kebeberapa tahun belakang, di mana aku betul-betul ada di titik terendah dalam kehidupanku, keimananku. Maka, aku pun bersyukur pernah ada di posisi itu. Padahal aku habis menikah, seharusnya setelah menikah aku lebih bahagia, lebih bersyukur.


Jika aku berpikir, aku akan bersyukur jika aku bahagia maka aku pun harus membaliknya, bahwa bersyukur yang akan membuatku bahagia.

Apalagi saat awal memiliki anak, banyak sekali permasalahan yang membuat aku sampai hampir depressi atau mungkin sudah depresi.

Aku sering menangis sendirian, menjambak rambut, pukul-pukul kepala, aku merasa sangat tidak bahagia, merasa suami tidak peduli padaku, keluarga suami tidak hangat, keluargaku tidak peduli dengan aku, aku tidak seberuntung si A, si B bahkan si C yang harus tinggal bersama mertua. Sampai pernah minta cerai saking merasa ga dicintai sama suami.

Ada rasa kalau suami terlalu berat dan sayang dengan Mamanya. What a stupid thought!

Namun, Allah beneran sayang sama aku. Di selah-selah aku mencorat-coretkan isi hatiku di notes aku teringat satu buku yang beberapa tahun lalu pernah aku baca, tentang jurnal syukur.

Jurnal syukur ini kurang lebih berisi tentang ungkapan betapa berterima kasih-NYA aku sama ALLAH. Dan alih-alih aku meratap aku pun mulai menuliskan tentang segala sesuatu yang sudah Allah berikan padaku, mulai dari udara, nafas, anggota badan yang lengkap, kesehatan, kehidupan, yang sebelumnya aku bilang jengkel dengan suamiku yang cuek aku ganti menulis kalau aku bersyukur dengan suami yang baik, sayang sama aku  perhatian dan semua tentang harapan-harapanku akan sosok seorang suami.


Tidak hanya tentang suami, tapi aku juga menulis tentang rasa syukurku akan mertua yang baik, dan semua yang awalnya menjadi penyebab aku meratap. Dengan bersyukur semua ratapan-ratapan itu menjadi ungkapan bersyukur, sehingga aku merasa beruntung dengan mereka semua.

Setiap pagi aku lakukan itu, kadang juga aku lakukan sebelum tidur.
Berangsur aku merasa lebih baik, dengan perasaan lebih baik ternyata membawah hubunganku dengan semua orang menjadi baik, termasuk dengan suami.

Kalau secara logika, dengan perasaan lebih baik maka masalah apapun itu bisa kita respond dengan kepala dingin dan tanpa emosi, sehingga kami bisa merajut komunikasi yang lebih baik. Kunci hubungan yang baik adalah komunikasi dan komunikasi yang baik biasanya juga dilandasi oleh saling menghormati satu sama lain.

So far, aku bisa menemukan betapa baiknya suamiku. Dia penyayang dan sabar seperti halnya papa, bukannya ini suami idaman yang aku dambah sedari aku masih gadis kecil? yaitu memiliki suami yang seperti papa. Baik, sayang istri dan keluarga.

Begitu pula dengan mertua, beliau sangat sayang sama aku. Kasih sayangnya ga membedakan antara menantu dan anak. Kurang beruntung bagaimana aku?

Jurnal syukur juga aku buat untuk hal lain, seperti pekerjaan dan impian. Setelah itu, rasanya aku melihat kalau hidupku ini penuh keberuntungan. Sehingga aku tidak ingin lagi membanding-bandingkan hidupku dengan orang lain, kalau pun aku kagum dengan keberhasilan seseorang aku berpikir bagaimana proses menjadi seperti dia, wondering saja bagaimana dia mensiasati jatuh bangunnya. Karena setiap orang yang sukses pasti telah melewati masa-masa sulit mereka.

Bahkan aku pernah mendapatkan nasehat seperti ini "Jika kamu ingin melihat sisi dunia yang indah, maka mulailah membiasakan diri menulis jurnal syukurmu". Aku sudah lama tidak melakukannya, tapi awal tahun ini mulai melakukannya lagi. Ayo sahabat kita mulai bikin jurnal syukur!

I am so lucky!! So are you!!

59 comments:

  1. Iya sih, kadang masalah dalam keluarga itu biasanya dari keluarga itu sendiri, bisa dengan pasangan Anda atau keluarga pasangan.

    Tapi Alhamdulillah sekarang sudah membaik ya kak.

    Tenang saja kak, setiap keluarga pasti ada ujian nya kok. Jika selalu bahagia nanti tetangga pada nanya. "Ini rumah tangga apa drama Korea sih" 🤣

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, sekarang semua lebih baik.
      Karena tidak ada satu hal pburukpun dalam hidupku ternyata.
      Itu hanya kekhawatiran dan ketakutanku saja.

      Delete
    2. Betul sekali, banyak bersyukur memang membuat hidup lebih baik. Komunikasi yang baik juga merupakan kunci agar hubungan tetap harmonis dengan anggota keluarga.😃

      Delete
    3. Dan tiba-tiba kita ngomongnya serius terus, hahaha.
      Semoga 2020 ini kita semua lebih baik ya...

      Delete
    4. Hahaha soalnya kalo ga komen serius ntar dikira nganu.

      Iya, semoga saja tahun ini lebih baik, hp lebih baik lagi juga..😁

      Delete
    5. Ya Lord....dia nyebut HP lagi.
      Hahahahaha
      Padahal tadi udah agak lupa gitu.

      Delete
    6. Eh, nanti Selasa 14 Januari besok juga akan muncul Samsul Galaxy A71, kamera utama 64 MP lho, kalo foto nanti bisa jadi kayak Lisa blackpink.😱

      Delete
    7. Hahaha......
      Seru kali itu sampai kaya Lisa Blackpink...

      Delete
  2. Iya ya, saya sudah lama banget nih nggak nulis jurnal syukur. Sebenarnya banyak sih yang bisa disyukuri, tapi sekalinya datang satu-dua hal yang buruk, langsung down banget. Tulisan ini mengingatkan lagi saya untuk menulis hal-hal baik itu, biar nggak lupa. Thankyou mba ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Toss, Mbak...yuk mulai awal tahun ini rajin bikin jurnal syukur biar kita aga ada ruang buat mengeluh :)

      Delete
  3. Wah, inspiring jurnal syukurnya
    Kadang kita fokus ke yg ga bgsnya hingga selalu ngeluh, tapi sebenarnya syukur di utamakan hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener, Kak.
      Syukur diutamakan demi kewarasan, hehehe

      Delete
  4. menginspirasi walau hanya sebuah bacaan jurnal... bisa belajar banyak tentang syukur hamba dalam kehidupan yang sebenarnya indah ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbah Dinan.
      Saat menulis hati kita dapat merasakan betapa bersyukurnya kita dengan segala pemberian-NYA.

      Delete
  5. aakkk aku mau nulis jurnal syukur ahh.. mumpung masih awal tahuuun, uwww
    cara begini bikin kita makin bersyukur ketika lagi down yaa

    ReplyDelete
  6. Yaa bicara soal bersyukur apapun dalam hidup kita memang sudah kewajiban untuk melakukannya. Meski terkadang ada juga segelintir orang bersyukur bila pas senang saja, Selebihnya mengeluh bila keinginan atau pencapaiannya tak terwujud.😄😄

    Begitupun dalam hal rumah tangga ada manis ada pula pahit. Karena bila sudah menikah atau berumah tangga masalah kita terselesaikan, Dan tentunya ada masalah baru yang harus kita jalani kembali dengan pasangan.

    Intinya ikhlas menjalaninya dan selalu tetap bersyukur meski terkadang sesuatu itu tak sesuai yang kita harapkan.

    Karena apa bersyukur itu tidak hanya ada didunia saja. Bahkan para malaikat bila ingin memasuki pintu syurga, Atau menjalankan wahyu selalu mengucap kata syukur. 😄😄

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih tausiyah nya pak ustad satria, sungkem.🙏

      Delete
    2. @Mas Satria: Terima kasih banget-lah ini tauziah-nya. Insyaallah ihklas, meski ihklas konon adalah pelajaran tertinggi.

      Delete
  7. Inspiratif. Bersyukur identik dengan berpikir positif. Berpikir positif akan menumbuhkan semangat dan optimisme. Dengan bersyukur pula, kita akan diberi hadiah dikelilingi oleh orang-orang yang positif. Aamiin..Dalam Alquran kan ada, jika bersyukur akan diberi nikmat lebih, dan itu tidak melulu uang, bisa saja kesehatan, pergaulan yang positif, keluarga yang harmonis, anak-anak yang berprestasi, dsb (walau prakteknya bersyukur itu sulit sama dengan sifat jujur hehe..)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju banget saya.
      Nikmat lebih itu tidak hanya berupa uang, akan tetapi bisa pada anak-anak yang baik, lingkaran teman-teman positive.

      Terima kasih appresiasinya:)

      Delete
  8. wah kisahnya inspiratif sekali mbak
    patut dicoba ini dan jadi pelajaran buat saya yang mau menikah (hiya hiya)
    tapi emang sih kadang kita fokus banget sama kekurangan dan enggak bisa liat dikit aja apa yang udah didapat

    tks sharingya mbak, cerita yang bagus..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah kalau dapat menginrpirasi.
      Wah, kapan ini nikahnya? Kabar-kabarilah siapa tahu bisa datang gitu.
      Semoga lancar ya rencene pernikahannya.

      Delete
  9. Aku juga pernah baca "jurnal syukur". Bahkan, ada versi cetak yang tinggal isi. Tapi, gimanapun wujudnya, yang penting niat, ya, Mbak. Dan terus bersyukur supaya selalu kuat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener, Mbak.
      Ada yang tinggal isi.
      Cuman kalau aku lebih suka kaya diary gitu.
      Atau buku agenda apa saja.
      Sekarnag ada juga aplikasi.

      Delete
  10. Di dalam keluarga yang bahagia, terdapat masyarakat yg sejahtera...
    :)

    ReplyDelete
  11. Jurnal syukur Hem... Meski setiap saat saya selalu bersyukur atas apa yang Allah karuniakan tapi kalau bikin jurnal nya emang belum pernah. Mau dicoba juga ah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bikin jurnal syukur gitu sebenarnya bikin kita on track saja dengan perasaan kita, Teh. Hehe

      Delete
  12. Setuju Hani, selalu mencoba melihat problem Dari banyak sisi
    Maka keberuntungan akan terlihat
    Dan kita bisa bersyukur

    ReplyDelete
  13. Mbak Hani...keren banget sih. Saya malah gak pernah lho bikin jurnal syukur kayak gini. Huhuhu kok ya jadi berasa makhluk yang paling jarang bersyukur saya inih :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ga bikin jurnal syukur kan belum tentu ga bersyukur, Mbak hahaha
      Cuma ini biar on track saja itu perasaan yang suka menggalau apalagi saya type melankonlis.

      Delete
  14. ya ampun makasih bgt kak. seperti menampar sekaligus mengingatkan aku. banyak hal yang hrs kita syukuri setiap hari yaaa

    betapa beruntungnya kita yaaa
    tks kak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, reminde rbuat diri sendiri juga ini.. :)

      Delete
  15. betul mbak, mengingat banyak kebaikan pasangan atau orang-orang di sekeliling kita akan membawa aura positif ke dalam diri kita

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget, sebenarnya energy positive itu menular

      Delete
  16. Berusaha untuk selalu bersyukur terhadap apa yang dihadapi. Berpasrah diri dan ikhlas kepadaNya

    ReplyDelete
  17. Bersyukur terhadap apa yang dimiliki memang penting banget apalagi di masa-masa ketika habis melahirkan sehingga bisa mengurangi terjadinya depresi pasca melahirkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, Mbak.
      Kadang terlalu fokus sama diri sendiri membuat kita lupa dengan hal tersebut.

      Delete
  18. Inspiratif sekali mbak. Dengan menulis jurnal semacam ini jadi inget ya bahwa kita punya banyak hal yang disyukuri. Btw aku penasaran sama buku yang dibaca sblmnya, judulnya Jurnal Syukur gtu ya? Karangan siapa dan bisa dibeli di mana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lebih mengarah ke positive attitude sebenarnya, Mbak.
      Dan kaya menaruh beban gitu.

      Delete
  19. Ide yang keren, Mbak. Dengan menuliskan dan membaca ulang jurnal syukur ini maka membuat kita ingat dan ingat lagi akan banyak hal yang mesti disyukuri dalam hidup ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener, Mbak.
      Bersyukur banget bisa melakukannya hingga sekarang.

      Delete
  20. Wow idenya keren Mbak membuat jurnal syukur memang ya rezeki kita akan dijanjikan Allah bertambah apabila kita semakin bersyukur

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, aamiin insyaallah Mbak....belajar melatih diri untuk menciptakan positive attitude.

      Delete
  21. Aku juga pernah mba merasakan hal sama. Setelah punya anak kok suami makin maju ke depan, semakin menjadi yg terbaik versi dia, sementara aq setelah resign kerja malah merasa semakin mundur, merasa ditinggalin buat ngurus anak. Pokoknya ego dan bisikan jelek itu datang. Padahal kenyataannya suami kita ada selalu di samping kita. Tetap bersyukur mau hal kecil atau hal besar. Semangat Mba Hani.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Mbak Tia...you tooo. Semangat ya!!!
      You're awesome dan keren banget lho!
      Kerjaan sebagai wartawan ditinggalin tapi lanjut ngeblog.

      Delete
  22. Mba Hani idenya untuk bikin jurnal list kita mensyukuri nikmat Allah bagus banget deh. Bikin kita lebih menghargai hidup dan setiap moment yang kita lalui bersama orang tersayang ya. Bagus untuk refleksi diri juga sepertinya nih. Cuss ah mau praktekkin juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak.
      Meskipun kita terbiasa bersyukur tapi menuliskannnya itu rasanya beda.
      Bikin perasaan lebih baik. Kita kan biasanya nulsi, pasti bisa kok ngerasain bedanya ditulus dan nggak.

      Delete
  23. jurnal syukur ini harus aku coba ah mba, terimakasih lho sudah berbagi artikel yang sangat - sangat menginspirasi mba ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, Mas Adhe.
      Semangat yaaa!!
      You already awesome!!

      Delete
  24. ya, intinya memang semua balik lagi ke hati, kalo perasaannya baik, kayaknya semua masalah mudah untuk segera diatasi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget Mas.
      Perasaan baik ya semua jadi baik.
      Cara semesta bekerja seperti itu.

      Delete
  25. Terimakasih banyak sudah menuliskan ini Mbasaayy.
    MAsha Allah, mengena banget di saya.

    Inilah mengapa saya suka menghabiskan waktu di depan laptop, sering banget kedamaian, jawaban dari keresahan saya, Allah selipkan di postingan-postingan teman, seperti ini.

    Saya akan belajar seperti ini, syukur adalah cara instan untuk bahagia, jika konsisten, maka semua akan membaik, dan semestapun ikut ketarik menjadi baik kepada kita ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Big Hug, Mbak.
      II wish for your best.
      Please be happy, ya :*

      Delete

Hai,

Terima kasih sudah membaca.
Silahkan tinggalkan komentar dan pendapat kamu di sini.

Terima kasih dan Salam Hangat dari Bali!

Cheers,