Menjaga Hutan Sebagai Sumber Pangan Dan Pendapatan



Menjaga Hutan Sebagai Sumber Pangan Dan PendapatanBerbicara soal lingkungan aku bukanlah yang paling jenius. Tapi, mari berbicara soal makanan maka aku akan menjadi yang terdepan!

Menjadi yang terdepan soal makanan, bukan berarti pula aku pandai memasak atau mengolah makanan tapi paling tidak aku faham kalau ada beberapa makanan adalah bentuk kekayaan hayati dari hasil dari hutan kita.

Tinggal di Indonesia adalah sebuah keberuntungan yang jarang sekali kita sadari. Kita selalu berpikir enaknya tinggal di negara A, asyiknya tinggal di negara B sampai lupa bahwa nikmatnya tinggal di Indonesia yang kaya akan alam serta memiliki hutan sumber pangan yang melimpah.

Kita pasti sudah tahu bagaimana manfaat madu hutan, lezat dan kaya akan vitaminnya buah-buahan seperti rambutan, salak, manggis dan lainnya.

Bukan hanya itu, bahkan makanan lezat dan mahal di restaurant  pun bahan makanan dari hutan. Apa itu? Itu adalah bahan makanan dari berbagai macam jamur. Yes, jamur! Jamur itu mahal, lho!

Tapi, untuk saat ini aku hanya akan bercerita tentang satu makanan favoritku yang tak banyak orang bisa menebak. Karena orang melihatku kemayu, picky, padahal kalau bicara selerah, aku cukup simple. Aku paling suka singkong dan olahannya.


Cukup bahagia, dengan halaman tak seberapa, tinggal di kota menjadikan Mama bisa memanfaatkan dan menanaminya dengan Singkong. Singkong tidak hanya kami jadikan hiasan di sekitar rumah, bahkan saat ini kami bisa menikmati daunnya untuk sayuran. Alhamdulillah. Biasanya singkong mulai akan terlihat ada umbinya di usia tiga bulan. 

Aku suka singkong karena singkong itu memiliki beberapa manfaat:

1. Mengandung karbohidrat namun kaya akan serat sehingga dapat menjaga berat badan.

Bahkan beberapa kesempatan aku hanya mengkonsumsi singkong dan ikan jika sedang mengalami masalah pencernaan, sebab serat singkong tidak larut dalam air

2. Karbohidrat yang ada di dalamnya dapat membantu meningkatkan energy dan juga kinerja syaraf. Dan juga kandungan B17 dapat mengurangi resiko kanker

3. Memiliki manfaat terhadap kecantikan. Dengan mengkonsumsi singkong rebus atau kukus secara rutin dipercaya dapat membantu menghaluskan, mencerahkan kulit serta membuat rambut sehat.

Singkong selain bisa dijadikan bahan makanan pokok pengganti nasi bisa juga dijadikan cemilan alias snack. Dan termasuk bahan pangan yang dapat diolah menjadi berbagai macam olahan tanpa menghilangkan manfaat dan kandungan gizi di dalamnya.

Sebut saja beberapa olahan Singkong ini:

Makanan Pokok singkong bisa diolah menjadi makanan pokok yaitu dengan mengkukusnya. Entah itu dicampur dengan nasi putih biasa atau tidak.

Olahan yang Singkong pengganti nasi favoritku sih “ TIWUL” yaitu Singkong yang dikeringkan lalu dihaluskan. Setelahnya dikukus, rasanya kenyal dan enak banget dimakan dengan lauk berkuah pedas.


Rebus dan Kukus ini adalah bentuk olahan ter-original dari olahan singkong. Enak dinikmati selagi hangat. Cukup dengan hanya menambahkan garam agar lebih gurih sudah sangat enak. Namun, beberapa orang menambahkannya gula merah atau bahkan gula putih.

Desert jenis dessert ini biasanya pengolahan dengan penambahan santan atau diolah dengan penambahan parutan kelapa entah itu hanya di kukus atau direbus. Sebut saja kolak singkong.

Gorengan sedang untuk gorengan sendiri yang merupakan favorit sejuta umat, bisa dinikmati selagi hangat. Biasanya sebelum digoreng akan dimasukkan ke dalam bumbu ketumbar, kunyit dan garam agar terasa gurihnya.

Beberapa orang menikmatinya sambil menambahkan parutan keju di atasnya. Tentu saja, ini sudah menaikkan level singkong tersebut.

Kerupuk untuk yang menyukai snack kriuk atau crunchi maka krupuk singkong, kripik singkong bisa manjadi pilihan. Beberapa produsen, menambahkan varian rasa seperti udang dan bawang.

Untuk keripik sendiri, ada yang membuatnya keripik singkong pedas. Kalau aku dan anakku favoritnya keripik singkong yang original. Sambil nonton TV kami bisa habisin itu satu toples keripik singkong, hehehe.

Tape merupakan olahan singkong yang terpopuler bahkan beberapa daerah menjadikan tape salah satu icon atau makanan khas daerah mereka. Sebut saja Tape Probolinggo yang terkenal manis dan juga Proll Tape Jember yang legit dan ngangenin.


Bahkan dari tape singkong sendiri dapat diolah lagi menjadi Bolu tape, Proll tape, Jus tape, Tape goreng atau Rondo Royal, Es tape, donat tape, pukis tape dan masih banyak lagi makanan enak dari olahan tape ini.


Tape sendiri tak kalah banyak manfaatnya:
  • Bagus untuk pencernaan karena kandungan probiotiknya ini bagus buat usus
  • Membantu mencegah anemia karena kandungan microorganism yang ada di dalamnya membantu produksi vitamin B12 dan vitamin di dalam tubuh.
  • Mengandung banyak nutrisi untuk tulang dan gigi
  • Menghangatkan tubuh
  • Bagus untuk kesehatan kulit
  • Sama dengan yogurt, tape dapat membantu mengatasi gangguan lambung seperti maagh dan gerd.
  • Dapat mengatasi wasir ringan karena bagus untuk pencernaan
Baca Juga: 7 Manfaat Tape Singkong

Masyarakat sudah seharusnya tahu, dari olahan-olahan singkong tersebut bisa banget menjadi sumber penghasilan, lho! Mama mertuaku bercerita bagaimana bisa membangun Rumah Makan Padang, membeli rumah, mobil, tanah di tempat kelahirannya sana, bahkan mengkuliahkan empat anaknya berawal dari menjual Keripik Singkong.

Menurutku kalau kita ingin menaik daunkan Singkong sebagai bahan pangan kita harus buzzing tentang manfaat dan juga makanan-makanan olahannya yang sudah naik level. Sehingga para generasi milenial dan generasi Z bangga dengan makanan-makanan ini.

Karena dari sisi marketing, jika kita kurang buzzing cerita baik mengenai hal-hal baik di balik bahan makanan ini maka secara emosi orang-orang tidak mudah menerimanya dan beranggapan singkong makanan ndeso.

Bersama WALHI aku ingin mengajak semua sahabat buat bercerita tentang makanan favorit kalian yang merupakan hasil dari hutan. Karena hutan  sumber pangan dan juga dapat menjadi sumber pendapatan.

81 comments:

  1. Ya Allah... rondo royalmu membuatku tak tahu mau komentar apa.

    Oh ya, tadi mau bilang suka banget dengan singkong dan alhamdulillah kok para tetangga baik banget, aku boleh panen singkong mereka.Juga daunnya. Hihihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enak banget, Mbak.
      Aku bisanya beli 15rb itu semua tetangga kebagian hahaha

      Delete
  2. Kalau singkong sih jangan ditanya, saya suka sangattt hahaha. Kebetulan simbah punya kebun singkong, jadi saya sudah terbiasa kalau mudik ke rumah simbah dikasih makan singkong. Apalagi singkong goreng, super enakkk kak. Kalau bahasa kerennya roti sumbu hahahahaha :D

    Saya juga suka sayur singkong, makan nasi padang tanpa sayur singkong itu rasanya kurang. Pokoknya di mana ada nasi padang, disitu harus ada sayur singkong plus sambal :D hihihi~ dan tiwul juga suka, tapi nggak ingat kapan terakhir kali makan tiwul, yang pasti waktu mudik ke rumah simbah :3

    Nah cuma soal tape, saya memang nggak makan tape. Ibu saya dari dulu agak menjaga keluarga kami untuk nggak banyak konsumsi tape karena ayah saya ada darah tinggi. Alhasil saya pun nggak begitu banyak makan tape dan sudah nggak ingat rasanya seperti apa :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tape ini enak banget.
      Aku suka karena efefct hangatnya.
      Di bikin juice gitu seger banget.

      Delete
  3. Singkoooong, favorit saya bangeett. Saya suka olahan singkong karena harganya murah, rasanya enak, dan bisa dijadikan macam2 makanan.

    Kalau di Semarang ada panganan singkong presto, singkong gadung.

    Singkong gadung unik krn bahannya singkong tapi rasanya seperti gadung.

    Mba, singkong dibikin kayak bakwan enak juga. Diparut pake parutan keju, bumbu baput, ketumbar, garam, terigu, unclang. Udah enak banget dimakan anget2. Hahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah..aku baru tahu ini ada reswp baru bakwan singkong, ntar kucoba lah. .

      Delete
  4. Pelestarian hutan memang perlu digalakan yaa mbak, Selain untuk fungsi penghijauan hutan juga bisa dijadikan pencegahan terjadinya pengikisan tanah/ Erosi.

    Dan kitapun juga bisa membuat penghijauan sendiri dengan membuat hutan buatan atau tanaman apapun jenisnya.

    Seperti yang telah dijelaskan diatas, Tentang penghijauan lewat tanaman singkong, Yang buahnya banyak manfaat untuk kesehatan baik pengolahan secara langsung maupun tidak langsung.😄

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Bang Satria.
      Perlu banget. Singkong hutan konon beda dengan singkong yang kita budidayakan, tapi di daerah Malang selatan sama saja.

      Di hutan sepanjang jalna ke pantai selatan banyak juga hijau dengan singkong di antara pohon-pohon besar.

      Delete
  5. Aku juga suka singkong mbak, apalagi kalo dibikin makanan yang manis itu. Ayo kita lestarikan singkong..😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener.
      Kalau jenis makanna manis ini biasanya lebih banyak dijual sebagai jajanan yradisional yang makin punah padahal enak banget yaaa

      Delete
  6. Kalau di sini kayanya beda nama ya untuk makanan londo royal, duh jadi pingin buat sendiri kebetulan ada tape di kulkas. Anakku kayanya gak tau pohon singkong nih, gak kaya waktu aku kecil suka mainan di anatra ponoh singkong

    ReplyDelete
    Replies
    1. Resiko anak kota ya, Teh. Ini kami kebetulan masih ada semacam ladang kosong ya kita ambil saja batangnya lalu tancepin. Karen agampang tumbuh jadi ga masalah.

      Delete
  7. sudah selayaknya kita harus terus menjaga dan memperbaharui hutan kita, karena jika tidak di masa depan hutan tidak akan ada lagi di indonesia ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul.
      Sebenarnya memperbarui hutan tidak sulit. Karena belakang rumah dinkampung saya pun skrg menjadi semacam hutan sengon yanh bs ditebang sekian tahun sekali tapi ya tanemin lagi dam di sela-selanya ditanemin tanaman lain.

      Dengan demikian saat musim kering kami pun tidak pernah kekurangan air.

      Delete
  8. Kalo di daerahku di aceh, penganan dari singkong yang paling terkenal adalah bika, atau dalam bahasa Acehnya disebut 'adee' banyaknya di Kabupaten Pidie Jaya. Ada juga 'timphan ubi' yakni parutan singkong yang dikukus dengan isi parutan kelapa dicampur gula di dialamnya.

    Kalo aku sendiri sih paling sukanya gorengan singkong sama kripiknya. Paling pas dimakan bareng kopi, apalagi kalo hujan. Makin mantap

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini pengetahuan baru labi buat aku, Bang.

      Parutan ubi kalau di sini apa disebut sawut ya?

      Singkong bs jd komoditas satu daerah jika kita mau budidaya. Karena jujur singkong skrg ga sebanyak dulu. Petani pin mengejar hasil bumi yg konon harga jual lbh mahal.

      Delete
  9. Dari satu bahan singkong saja sudah bisa diolah menjadi banyak jenis makanan ya, belum hasil hutan yang lain. Begitu kayanya Indonesia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget, Indonesia ini emang gemah ripah loh jinawi

      Delete
  10. Aku penggemar singkong dan semua menu olahannya, Han.
    Alhamdulillah itu juga menular pada anak. Dia yang belum begitu doyan kalau singkong hanya di kolak.
    Sangat sepakat kalau singkong bisa jadi sumber ketahanan pangan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tos Mbak Salma.
      Ga cuma bahan ketahanan pangan tapi juga pendapatan jika kita oandai kelola dan bikin strategy marketing yanh bagus

      Delete
  11. Aku lagi suka tanaman sayuran. Jd mulai nanam bbrp jenis sayuran di halaman dan pot di rumah, hasil ga seberapa tapi kepuasan batin tak terhingga hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, Bang Sani.
      Kalai tinggal di kota dg minim lahan kita karus pandai-pandai saja manfaatin lahan.

      Delete
  12. artikel yg mengajak utk menjaga lingkungan nih yg bagus... suka artikenylny mba

    ReplyDelete
  13. Saya juga suka singkong. Dikukus, digoreng, dibuat dessert, dijadikan tape, semua suka lah. Daunnya juga saya suka. Direbus aja trus makan pakai sambal udah enak bangeeet. Tapi sayang belum bisa nanam singkong sendiri nih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Padahal mudah banget nanam singkong ini.

      Tinggal ambil batangnya yang sehat, tua, tancepin udah jadi.

      Delete
  14. Duh jadi kangen tiwul, dah jarang dapetin makanan ini.

    Btw moga sukses ya mbak. artikelnya cakep ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Mbak Dya.
      Tiwul bs didapat juga secara online. Kalau aku dapetnya ini pas pulang kampung kemarin, bundaku pesen sama tetangga biasa jualan tiwul instan.

      Delete
  15. Makin bangga tinggal di Indonesia
    Alhamdulillah kita dianugerahi banyaaaakkk sumber daya alam ya Mbaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bangga dong pastinya..yang harus kita lakukan sekarang adalah menjaga alamnya agar senantiasa terjaga dan tidak rusak.

      Delete
  16. Oala mbak Hani idem, aku tuh suka bgt ma singkong apalagi itu singkong aku rebus pake garam dan bawput. Setelah empuk baru aku goreng. Ya Allah jd pengen makan singkong kan nih gara2 baca tulisan mbak Hani.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baru tahu ini singkong direbus pake bawput.

      Ada beberapa teman dulu malahan makan singkong rebus ditowel kesambel. Aneh tpi paa nyoba enak juga hahahhaa

      Delete
  17. Ngga pernah bosan sama singkong. Mau diapain aja enak. Getuk paling favorit saya. Di kota sebelah malah jadi oleh2 khas yang cukup terkenal yaitu getuk goreng Sukaraja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul kali, Mbak!

      Ingat gethuk dulu aku pelajaran kewirausahaan pernah bikin gethuk yg dicetak macam-macam cetakan cantik. Wah....pas acara bazar untungnya beneran lumayan. Kami menang sebagai top sales hahahhaa

      Delete
  18. Kalau ingat singkong, auto ingat suami saya. Dia tuh yang suka banget sama makanan satu ini. Saya yang tadinya kurang suka. Akhirnya mulai ikutan suka :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Xixixizizi
      Karena singkong ini emang enak banget. Ga ada matinya.

      Delete
  19. Singkong ini udah kayak cemilan wajib orang tua aku. Apalagi singkong goreng, sampe rebutan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha
      Beneran mbak.
      Kalau skrg sih udah dimodif jadi singkong keju yaaa...

      Delete
  20. Rondo royal itu kalo emakku bilang itu Rondo kemul. Hehe

    Mba Hani, saya suka jamur juga. Tapi masih harus dipilah mana yang aman konsumsi mana yang beracun

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rondo kemulan alias sleimutan ya, Mbak?

      Emang rondo royal ini memiliki bnayak nama.

      Aku kalau bikin rondo royal maalh adonannya mirip roti goreng jadi empuk enak.

      Delete
  21. Bukannya singkong hutan berbeda dengan singkong yang selama ini kita konsumsi?
    Jadi penasaran
    Searching ah 😊😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau yang kutemui di daerah Malang selatan samaan.
      Karena singkong hutan ada yg tidak bs dikonsumsi. Tapi, jenis ini hampir tidak ada sekarang.
      Ga tahu juga kalau di daerah lain. Karena hutan-hutan di Makang selatan sekarang banyak ditanamin juga semacam jagung, tebu di pinghir atau sela-sela pohon besar.

      Delete
  22. Singkong yaa.. aku gak terlalu suka sebenernya. Tapi bukansama sekali gak pernah makan. Olahanolahannya aku bisa makan. Tapi kalo cuma direbus pa digoreng aja aku jarang icip. Hehe

    ReplyDelete
  23. Saya suka sekali bikin kolak manis singkong campur labu kuning. Duh enaknya, rasanya lezattttt. Singkong goreng juga gak kalah enak, tape juga, waaaaa semuanya enak. Hahaha. Makanan murah meriah ini, bergizi pula.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah...ini aku pas hamil Mbak Tia pernah ngidam hajaha

      Delete
  24. Ihhh aku suka banget sama singkong ini mba, dari mulai makan daunnya pake sambel, duh ini uda enak banget. Belum singkongnya itu sendiri, mau direbus atau digoreng uda enak bangetttt

    ReplyDelete
  25. Wah aku juga suka singkong termasuk daunnya utk lalaban..wah enak deh dicolek.sambal..kok jd lapar ya..hahaha

    ReplyDelete
  26. singkong goreng itu camilan favorit saya. dulu saya nanam singkong sendiri, daunnya dimasak jadi bobor. enaaak banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener di bobor. Di Warteh msh srg ketemu aku mbak..

      Delete
  27. Artikel ini cocok bgt buat aku yg lagi diet nasi putih. Makan nasi merah bosen juga yak, jadinya suka bingung cari alternatif.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seriusan diet nasi putih?
      Yup...konon kita emang jgn kebanyakan makan ns putih, kandungan gulanya tinggi.

      Singkong bs jadi alternative karena enaknjuga dicampur dg lauk pauk lauaknya nasi dr dadi.

      Delete
  28. Eh sudah ada update ya, maaf baru datang karena tanggal tua jadi ngirit kuota..😂

    Kalo saya makanan dari singkong yang saya suka biasanya tape, terutama tape Bandung yang banyak dijual di Cikampek itu kak, cuma kalo lagi apes dapet tape nya yang jelek.😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tape...Pheuyeum kali...Bukan Pheyempuan. Ntar ujung2nya Randa lagi.😂😂😂

      Delete
    2. Tape Bandung emang putih dan manis manis kang..😁

      Delete
    3. Alhamdulillah, sudah update Mas...daily hahahaha.

      Warna tape kuning ataunlutih tergantung jenisnya kali..asal jgn ngomongin yg lain ini hahahaha

      Delete
    4. Kalo tape Bandung itu biasanya warnanya putih kak, kalo kuning itu tape Depok, biasanya kurang raginya kali. K

      Kalo tape ketan lain lagi, tapi itu yang menurutku paling enak, tapi kalo punya maag itu berbahaya, seperti kuota kalo tanggal tua..😂🤣

      Delete
    5. Wah,,baru tahu kalau itu faktor ragi, hahaha

      Kalau tape singkong aman-aman saja kok buat Maagh, karena bantu keluarkan kelebihan gas dalam lambung :D

      Delete
  29. Huaaaa.. Ini tuh makanan yang murah tapi sehaaaaaat. Non gluten pastinya singkong tuh. Jadi pengen makan papais di mamang bajigur. 😆

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget.
      Makanya cocok buat diet sehat?
      Kalau saja singkong gamoang ditemui di mana-mana aku mau makan ini saja.
      Aku merasa lbh sehat saja hahahaha

      Delete
  30. Untuk itu penting sekali kita menjaga hutan yah, karena sumber kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya juga tidak lepas dari hutan. Btw saya jiga suka nih berbagai olahan singkong.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak.
      Apalagi banyak tanaman hasil hutan yang dapat dimakan ya?

      Delete
  31. Singkong goreng udah naik daun, jadi menu Snack di resto yang ada di mall-mall sekarang ini. Aku suka pesan menu ini, karena memang suka, duhhh ngiler deh jadinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beberapa area sudah menaikkan level singkong yaa?
      Di sini masij sebatas singkong keju di pinggir jalan.

      Delete
  32. Hai Mbak ... Tahu senthiling atau utri, nggak? Itu favorite aku banget. Apalagi kalau yang buatnya seperti yang dagang di pasar dekat rumah, tuh. Sebelum ngantor, aku suka mampir beli dulu, hihihi ...

    Enak, tapi mau bikin nggak sempat, eh nggak bisa ding, hahaha ...

    Enaknya makanan dari singkong tuh, mengenyangkan tapi nggak bikin ngantuk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku ga tahu, Mbak tapi langsung tak googling. Kayanya aku pernah ketemu di tukang sayur sekali, lagi bayangin manisnya ama gurina :D

      Delete
  33. Ini dia makanan sehat yang mulai ditinggalkan. Orang dulu tiap hari makananya telo atau tiwul kalau sakit paling cuma batuk pilek panjang umur pula. Kalau sekarang makananya enak-enak tapi malah jadi sumber penyakit.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju sekali.
      Saya merasa akan merasa lebih baik di pencernaan setelah makan singkong.
      Oleh karenanya kadang saya masukkan menu detox, apalagi pas puasa ini bagus banget dikonsumsi.

      Delete
  34. Saya apling suka singkong Mba, entah mengapa kayaknya semua olahan singkong saya suka.
    Tiwul juga suka, paling suka tuh proll tape, apalagi kalau bikin sendiri, soalnya lebih murah dan puas hahaha.

    Suka juga di goreng, waktu kecil singkong goreng itu jadi camilan pagi dan petang kami selain pisang goreng.
    Makannya ama sambal bajak, duh nikmat dan bikin ngiler.

    Apalagi singkongnya gendut-gendut dan empuk :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Toss kalau gitu....

      Singkong emang makanan palomg gamoang juga diolah..kata papaku yang enak itu punel jadi bikin nangih.

      Delete
  35. Singkong memang gampang diolah jadi penganan apa pun. Saya paling suka tape singkong yang dipanggang. Di sini namanya peuyeum. Setelah dipanggang atau dibakar, namanya jadi colenak. Disajikan dengan parutan kelapa dan gula merah cair. endeeus nyam..nyam..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget, Mbak.
      Banayk macam singkong tapi yang paling nendang adalah singkong kuning, entah apa namanya. Punel dan wangi.

      Delete
  36. Setuju Mbak, kita kadang lupa bersyukur bahwa kita snagat beruntung tinggal di Indonesia mau nanem apa aja insyaallah bisa hidup...Mertuaku petani yang kadang tiap 3 bulan sekali kirim lebih dari 3 tandan pisang hasil kebun sendiri, singkong, talas dan juga beras hasil panen dari sawah sendiri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huaa...aku dibuat iri dapat kirimaan hasil tani.
      kalau aku pas mudik bawa mobil kadang dibawain kelapa.
      Kita sudah seharusnya bangga dengan menu makan hasil dari tanah negeri sendiri.

      Delete
  37. kayaknya saya harus nanam ubi juga nih,, diperkarangan rumah.. hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, ayok bercocok tanam karena rumah dengan banyak tanaman uga lebih sejuk :)

      Delete
  38. Tape oh tape, aduh, bikin ngiler deh mba.. haha..

    ReplyDelete

Hai Sahabat,

Terima kasih sudah berkenan datang dan membaca.

Cheers dan Banyak Cinta dari Bali!!

XoXo