Apakah Menikah Harus Cinta?



Apakah Menikah Harus Cinta? – Cinta? Aku ini termasuk orang yang dulu ga pernah percaya cinta. Itulah kenapa aku selalu ragu dengan setiap hubungan yang aku jalin  dengan beberapa mantan. Bahkan sempat-lah aku LDR, selama LDR aku tetep jalan sama cowok lain. Pacarankah aku sama mereka? NGGAK!. Aku akan lari kalau si cowok meminta komitmen, payah banget, ya?

Kalau misal mantanku itu baca tulisan ini, aku bener-bener minta maaf. Aku ga pernah ada maksud apa-apa hanya saja aku berpikri bahwasannya ikatan pacaran itu ga ada satu aturan yang membuat kita tidak boleh membuka hati untuk yang lain, berbeda dengan menikah.

Pernah ada yang nyeletuk, kelak aku kalau menikah potensi ga setia.

Orang berkata demikian karena mereka punya alasan, aku ga mau membela diri. Orang bisa lihat sendiri sekarang bagaimana, waktuku habis buat dia dan anaknya, hahaha.
Baca Juga: Hidup Berkeluarga
Apakah Menikah Harus Cinta?

Beberapa orang beruntung menikah dengan orang yang dicintai dan mencintainya, aku termasuk ga beruntung karena menikah dengan orang yang aku gebrak dan aku tantang menikah. Singkat cerita, lelaki itu mendekati aku dan aku sedang malas dekat-dekat sama cowok lantas aku langsug tantang menikah dan dia langsung mengiyakan. 

Selang satu minggu aku gebrak, dia langsung minta ke orang tuaku. Proses menikah itu sangat singkat buatku.

Jadi, jangan tanya “apakah aku mencintainya?” butuh  waktu banget buat belajar memahami dia, menerima dia meski sudah menjadi suami sampai akhirnya aku bisa mulai mencintai dia.

Keinginan Berpisah

Sempat juga aku bercerita kepada Bundaku kalau aku ingin berpisah dengannya, sebab yang encourage aku menerima dia adalah Bunda. Tahu apa jawaban Bundaku?

“Jalani dulu selama dua atau tiga tahun kalau ga cocok yasudah, mau gimana”

Aku sedikit legah dengan jawaban tersebut. Waktu berjalan, ternyata tidak butuh waktu selama itu untuk bisa belajar mencintainya. Karena dia terus menunjukkan jalan agar aku bisa mencintainya dalam pernikahan kami.

By the way, usut punya usut ternyata Bunda dan Papa dulu adalah hasil perjodohan dan sempat ga akur selama satu atau dua tahun.
"Waktu dapat menyemaikan cinta pada hati yang terbuka untuk mencintai."

Banyak Kesepakatan

Mungkin karena aku dan suami tidak ada masa pacaran tersebut oleh karenanya dalam pernikahan kami, kesannya seperti banyak kesepakatan akan banyak hal. Setiap pertengkaran membawah kesepakatan yang intinya kami berdua harus sama-sama memperbaiki diri.

Walaupun kesepakatan itu akhirnya lebur juga oleh hati yang terus melembut. Kami terus bertumbu, bertambah dewasa dan hati kami mudah berkompromi. 
"Cinta dalam pernikahan itu ternyata bisa tumbuh karena kami berdua terus belajar."
Pernikahan Bukan Ikatan

Aku bilang jika pernikahan itu bukan sebuah ikatan yang menjadikan kita tidak dapat bergerak bebas, namun kita fahami saja kalau pernikahan antara dua orang yang sama-sama memiliki hati, pikiran. Sudah selayaknya kami saling menghormati sehingga setiap permasalahan yang timbul dapat kami komunikasikan.

Pernikahan tidak dapat pula dijadikan satu tempat untuk berlabuh. Karena kita harus terus berlayar mengarungi kehidupan untuk satu tujuan yang sudah kita sepakati bersama.
Baca Juga: Banyak Cara Merawat Cinta

46 comments:

  1. Aku juga ga pacaran, pacaran dengan iatri setelah menikah
    Bener bgttt penyesuaiannya ini haha
    Dari kikuk dan masih kikuk..
    Berproses hehe

    ReplyDelete
  2. Eh baru tahu kalo ternyata kak nila itu kenalannya singkat banget, tapi Alhamdulillah sekarang sudah bisa saling mencintai ya. Mungkin ini seperti kata pepatah Inggris, "witing tresno jalaran Soko kulino".

    Eh, ngomong ² mantannya siapa kak, apa orang dari Depok itu?? 🏃🏃🏃

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya baru mau nulis "witing tresno jalaran soko kulino." Ternyata sudah keduluan sama Masnya. Yasudah, berarti sudah terwakili. Hehehe.

      Delete
    2. @Agus Warteg: Lha...off teh record hahaha.

      @Morishige: Kayanya sih gitu...y

      Delete
    3. Heemm!! Sepertinya gw selalu jadi bahan gosip..😰😰😩😩

      Delete
    4. Heemm!! Sepertinya gw selalu jadi bahan gosip..😰😰😩😩

      Delete
    5. Atas saya kenapa sih, apa kebanyakan makan sambel sampe mules ya..,🙄🏃🏃🏃

      Delete
  3. Baper bacanya Mba, saya dong pacaran 8 tahun, eh setelah menikah juga malah makin sering berantemnya hahaha.

    Kalau baca tulisan gini, kadang saya menyesali saya yang dulu, terlalu naif, terlalu haus kasih sayang.
    Dunia begitu luas, mengapa mengikat diri kepada 1 lelaki saja? hahaha

    Btw, setuju banget akan makna cinta, secinta mati apapun kita, cinta harus selalu dipupuk, di rawat agar terus hidup dan merekah.
    Jika tidak? ya wassalam dah hahahaha.

    Kalau saya setelah menikah nggak pernah benar-benar diikat sih, cuman terikat karena ketidakmampuannya bahahahaha.
    Sama aja yak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau pacaran 8th itu kata orang-orang cintanya hanya 3tahun sisanya kenyamanan, Allahualam :D

      Hahaha

      Delete
  4. Kalau kata temenku yang udah menikah, katanya pernikahan (menikah) itu murah kok, yang 'mahal' cuma ngerawatnya. Ya kalau menurutku sih, karena menikah itu bukan jual beli, sebaiknya tidak disamakan dengan perniagaan. Tapi memang banyak kompromi sih di dalamnya. Mungkin karena melibatkan hati.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apa-apa yang melibatkan dua hati tetap butuh kompromi karena dua hati yang berbeda :D IMHO hahaha

      Delete
  5. Hahahaha, beneeerr banget ini Mba.
    Dalam rumah tangga, buanyaaak yg jauh lebih penting dari cinta
    Yg jelas, butuh kompromi dan jangan sampai oleng secara ekonomi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha
      Iya, Mbak tapi tetep cinta itu perlu kalau aku.
      AKu butuh dibelai dengan cinta dan kasih, butuh disun sayang hahaha
      Japlay mode on :D

      Delete
  6. Saya juga gak pacaran mbak. Dan setelah menikah barulah ngerti apa itu cinta. Cinta hanyalah sebuah emosi. Jadi bisa muncul dan juga bisa hilang. Sedangkan pernikahan adalah komitmen. Saat cinta itu hilang, ya tidak bisa serta merta menghancurkan komitmen begitu saja. Karena bisa tiba-tiba muncul lagi tuh cinta. Jadi buat saya aneh kalau ada yang bercerai alasannya "Sudah tak cinta." Wkwkwk. Kan banyak gitu lho alasan buat berpisah. Tapi hilangnya cinta menurut saya bukanlah alasan yang rasional. Cari alasan lain gitu lah jangan alasan cinta.

    ReplyDelete
    Replies
    1. That make sense hanay sebuah emosi yang datang dan pergi tapi dalam pernikahan jangan sampai pergi, aku ngeri bayanginnya Mbak :D

      Delete
  7. waduh wadh.. dalem nih tulisan nya, kalo mnrt saya wanita yg dinikahin pasti dicintain :D hehe

    ReplyDelete
  8. Konsep cinta saat pacaran dan menikah itu beda bangetttttt ya Mba Hani. Intinya mah kalo niatnya ibadah, pasti akan ada usaha dari dalam diri kita untuk menjadi yang terbaik, untuk menjadi wanita yang terus memantaskan diri. Nah, kalo kita melakukannya, pasangan pun akan melakukan hal sama. Hukum aksi dan reaksi berlaku di sini.

    Aku pun kenal suamiku cuma dari Facebook loh mba. Dia ngunjungi aku ke Jakarta cuma 2x, kita jalan cuma 2x, dan dia langsung datang bertamu ke rumahku pas lebaran. Gak lama langsung ajak nikah dan bawa kedua orang tuanya. Intinya mah, kalo jodoh insya Allah akan dipermudah jalannya sama Allah. hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, kalau niatnya ibadah mudah aja jalannya menuju jodoh :D

      Delete
  9. Minimal harus menyukai, karena witing trisno jalaran seko kulino kalo di awal udah ngga suka, ya susah banget utk jadi cinta

    ReplyDelete
  10. Saya ketemu suami, pertama kali pas kenalan (meski sudah kenal dari cerita - adik suami itu temen sebangku SMA saya, kami pas sama-sama mudik ), ketemu kedua dia ngajak serius, ketemu ketiga kali minta ke ortu, ke-empat dah di pelaminan kwkwkw
    Butuh proses untuk penyesuaian, Alhamdulillah nikah sudah hampir 18 tahun sekarang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wauuwww...amazing Mbak Dian, panutan ini :D

      Delete
  11. Doakan aki juga segera dapat seseorang yg terbaik menurut Allah ya.. Apapun butuh proses teemasuk menumbuhkan cinta.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, Aamiin.
      Insyaallah kalau sudah jodoh jalannya itu adaa saja :)

      Delete
  12. Sama mbak Hani, saya juga ngga pacaran sama suami. Dulu kami bertemu dalam keadaan sama-sama berantakan alias lagi badung-badungnya. Waktu itu dia sama sekali bukan tipe ideal untuk jadi suami.

    Namun, sudah jalanNya, sekian lama hilang kontak, kami bertemu lagi, saya langsung dilamar, dan entah mengapa saya menerima.

    Sekarang kami memasuki tahun ke-14 pernikahan yang bahagia. Alhamdulillah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah...semoga pernikahannya langgeng ya Mbak Lasmi :*

      Delete
  13. Gak harus menikah karena cinta tapi sangat bahagia kalau nikah dasarnya adalah cinta :D
    Orang zaman dulu banyak yang sukses menikah krn perjodohan, mungkin jg krn tuntutannya gak sebanyak skrng, jd nrimo aja dijodohkan. Yg penting kalau mau nikah sih yakin dulu, istikhoroh dan minta restu ortu insyaAllah langgeng

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu dia, Bunda dan papaku menikah karena dijodohin :D

      Delete
  14. Lupa komen gw dimari.😄😄

    Menikah harus cinta atau tidak menurutku tergantung kita pasif atau aktif kita bersosial, Meski keduanya tidak masalah dalam hal urusan cinta untuk menikah.

    Karena selama kita berusaha mencari yang terbaik, Jodoh sudah ada yang menentukan. Dan tentunya cerminan diri kita sendiri.😄

    Jadi menikah harus cinta atau tidak semua perlu waktu sebagaimana kita menjalaninya.

    Saya pribadi malah bersyukur bisa menikah karena atas dasar cinta, Tetapi semuanya tetap sama. Baik nikah karena cinta atau, nikah dijodohkan. Dalam rumah tangga yaa tetap ada pahit manis dalam menjalankannya.

    Ciiee lebay banget gw nih... Iyalah faktanya memang begitu kok.😄😄

    ReplyDelete
    Replies
    1. :D
      Ga tau meski ngomong apa kalau yg komentar itu pakarnya, hehehe

      Delete
    2. Hadeh kang, itukan berkat jampi-jampi pak Nana, makanya kang satria jadi suka nganu..🏃🏃🏃

      Delete
  15. Heummhh iya juga sih, dari sebagian orang juga ada yang menikah untuk sama sama ingin tau.. Jadi bukan dari teman atau orang dekat, menikah langsung dari kenalan yang baru... Maksudnya sama sama ingin tau itu dari segi perkenalannya, jadi lebih seru jika mencari tau pasangan langsung dari situ. Jadi tidak berasal dari teman dekat atau orang dekat yang sudah tau sifat kita.. Tapi itu pasti ada resikonya sih wuehehe :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berdoa saja dan plus konon pasangan yang Tuhan kasih ke kita kan sesuai dnegan yang kiyta butuhkan :D

      Delete
  16. saya baru menikah nih, baru beberapa bulan menikah. tapi sempat pacaran udah lebih dari 7 tahun.
    pas masa pacaran sering banget berantem, sempet ragu sebenernya mau nikah apa gak. ech pas nikah malah jadi akur banget.

    ReplyDelete
  17. Lho, ada post baru rupanya. Nggak masuk di reading list saya. Pantas bingung kok tumben mba Hanila nggak post. Eh pas iseng main ke blog mba, baru tau ada post ini :D hehehehe~

    Kalau menurut saya dan pengalaman saya, menikah itu butuh cinta tapi yang paling penting harus punya komitmen yang jelas. Karena komitmen dan kesepakatan (seperti yang mba bilanglah) yang bisa membuat kita bertahan pada apa yang kita punya (termasuk sebuah pernikahan)~

    Saya juga merasa kalau awal-awal tahun itu khusus penyesuaian. Jadi rintangannya cukup banyak, debatnya juga nggak kalah banyak, untung bisa terselamatkan mungkin karena karakter yang memang cocok satu sama lainnya. Hehehe. Semoga pernikahan mba Hanila bisa bertahan hingga akhir hayat, bahagia selamanya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha
      Beda-beda pengalaman ya Mbak?
      Aku beneran nikah tanpa cinta tapi ya aku sekedar simpati saja ada laki kok nekad gitu :D

      Aaamiin, makasih doanya. Doa yang sama dengan Mbak :*

      Delete
  18. Baca ini saya jadi tahu kisahnya Mba Hanila dan suami, hehe.

    Memang benar, pernikahan butuh kesepakatan. Dulu, banyak sekali hal2 yang saya tanyakan kalau udah nikah gimana. Selain itu juga butuh penyesuaian yang banyaaaakkk buanget. Beda rasanya saat masih pacaran. Setelah nikah lebih wadidaw, apalagi penyesuaian dengan keluarga besarnya, hahaha. Pe er banget ini.

    Saya suka banget dengan kalimat terakhirnya. Pernikahan bukan satu tujuan tapi ada tujuan yg sudah disepakati bersama. Semoga tujuan tersebut bisa dicapai ya, Mba. Aamiin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, bukan kisah indah Mbak.
      Tapi, kisah yang sepatutnya bisa jadi cerita buat anak kelak.
      hahahaha.

      Delete
  19. Baru aja kemarin baca cerita di quora ada yang curhat udah berusaha sebaik mungkin ama suami yang baru dikenalnya saat mau nikah juga. Udah mau pisah hanya karena masalah sikat gigi aja. Cinta itu perlu menurut saya, tapi tidak harus dengan pacaran juga. Tapi wajib dan harus ada meskipun tanpa pacaran.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah...beneran ada ya cerita seperti ini, sungguh aku pikir hanya di film-film saja. Perkara sikat gigi!

      Well, yeah...buat aku pribadi cinta emang harus ada. Makanya saat tidak ada aku berusaha keras menumbuhkannya.

      Thanks for sharing :)

      Delete
  20. menikah itu bukannya harus cinta, tp bisa menimbulkan rasa syukur setiap harinya. bersyukur telah dipertemukan dengan pasangan hidup. bersyukur telah hidup bersamanya. bersyukur kemudian punya komitmen untuk terus bersama dan mendidik anak jd insan terbaik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah...so deep ini, Mbak...
      Betul sekali ya... :)

      Delete
  21. Menikah harus cinta, nggak juga yang penting sevisi dan semisi ingin menyempurnakan separuh agama dan membaik bersama untuk menuju kehidupan sebenarnya.

    ReplyDelete

Hai Sahabat,

Terima kasih sudah berkenan datang dan membaca.

Cheers dan Banyak Cinta dari Bali!!

XoXo