Tips Cerdas Sikapi Issue-Issue Panas


Sadar atau tidak selama ini banyak sekali issue-issue yang berkembang di negara kita bahkan internasional yang dicover dengan issue agama. 

Menanggapi hal tersebut, sekiranya kita sebagai Narablog atau Blogger atau apalah kita menyebut diri kita, marilah menjadi lebih cerdas. Jangan kita mudah terprovokasi oleh issue-issue yang beredar. Bagaimana tips cerdas menyikapi hal tersebut?

Pertama: Baca dan terus cari tahu dari berbagai sumber. Jangan hanya dari satu sumber. Dan jika itu menyangkut pro serta kontra, maka sumber informasi tentang fakta-fakta (bukan sekedar opini yang sifatnya subyektif atau obyektif) harus kita baca keduanya.

Kedua: Buka hati dan pikiran kita. Jangan, memiliki tendensi apa-apa di saat kita hanya mendengarkan issue itu sekedar katanya, konon.

Ketiga: Kita tidak hanya mempercayai apa yang ingin kita percayai, di saat ada fact-fact yang membuat kita harus kecewa ya harus kita telan juga, tidak perlu lakukan denial.

Keempat: Kurangi interaksi media sosial yang berkaitan dengan issue-issue yang kita sendiri belum faham apa yang terjadi sebenarnya. Lakukan tahap satu, dan atau jika kita tidak memiliki waktu melakukannya lebih baik diam. Karena salah-salah malah menjadi fitnah.

Tidak perlu terobsesi ingin Viral atau influence (in a bad thing!) kalau kita kurang ilmunya, karena salah-salah malah BLUNDER.

Mendingan kita menebar hal-hal positive dan berikan positive vibe untuk lingkungan sekitar kita yang insyaallah lebih bermanfaat.

Kelima: Hindari debat kusir dengan topik-topik yang dapat memecah belah. Banyak membaca, belajar dan jangan hanya satu sumber kalau ingin mendalami sesuatu.

Keenam: Miliki kesabaran extra dan pertahanan diri yang kuat untuk tidak bertindak, berkata, menulis sesuatu yang gegabah dan sembrono.

Kalau jaman dulu ada pepatah “Mulutmu Harimaumu” sekarang pun berlaku “Jarimu, Harimaumu”. Main Sosmed ga boleh Baperan. Kalau pun merasa tergugah ingin melakukan sesuatu, tetap lakukan sesuatu yang tidak gegabah, emosi akan tetapi didasari akal sehat.

Ketujuh: Selalu minta perlindungan dari Allah agar kita terhindar dari fitnah dan atau perbuatan-perbuatan kejih, fitnah dan menyakiti orang lain, fihak lain pun mahluk lain.

Syurga dan neraka itu hak prerogratif ALLAH. Kita tidak perlu melakukan judgement terhadap orang lain karena buruk di mata kita belum tentu di mata-NYA. Sebisanya, ciptakan syurga dunia kita terlebih dahulu bagi sesama.

Mari kita buat dunia ini menjadi tempat yang Indah, aman dan nyaman untuk kita tinggali dan wariskan ke anak cucu kita. Kembali ke tag line hidup yang ku anut “LIFE IS BEAUTIFUL”.

56 comments:

  1. Jarimu harimaumu, ungkapan masa kini yang mengenba banget mengingat sitausi yang ada saat ini kebanyakan dipicu oleh penggunaan media sosial secara salah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener sekali, Mbak.
      Kita belajar dari yang sudah-sudah saja karena tidak bisa mengendalikan jari malah jadi musibah buat hidup kita.

      Delete
  2. Betul sekali sih, kalo mendengar berita yang sepertinya pro kontra mending cek dulu sumbernya, terus cari informasi lain untuk perbandingan, selain itu gunakan pikiran untuk mengontrol diri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mas.
      Karena kalau hanya satu pihak saja nanti ga imbang.

      Delete
    2. Betul sekali, apalagi jelas pilpres kemarin, haduh banyak berita yang harus di cek kebenarannya.

      Delete
    3. Nah itu dia...kalau sekarang lebih banyak berkembang issue-issue yang dibungkus agama, sayangnya banyak media juga kayanya melakukan penggiringan opini ke arah yang ga benar. Untuk mengimbanginya ya kita share dan nulis hal-hal positive ajalah...hehehe

      Delete
  3. Perbanyak membaca untuk sesuatu yang kita tidak yakin kebenaran nya👍👍👍👍👍

    ReplyDelete
  4. Nah bener banget mba. Di luar sana banyak juga ya kabar hoax. Bikin kita harus hati-hati dan menelaah lagi. Apalagi yang sifatnya sara atau hal sensitif lainnya. Kalau aku tipe orangnya cari aman. Jadi berusaha banget juga hindari debat kusir. Males banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener, Mbak.
      jaman sekarang Hoax di mana-mana demi kepentingan sendiri.

      Delete
  5. Jangans ampai kita telan bulat2 atas berita2 yang hilir-mudik ke sana ke mari :) Bikin pusing aja ya hehehe mendingan cari kenyataanya dahulu tuh. Kalau tidak tahu apa2 mendingan diam daripada berkoar2 ga jelas. SIp :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak.
      Cara bergeraknya Hoax sampai cepet Viral karena sebagian besar kita langsung saja share-share begitu kayanya ga bener padahal belum tentu kebenarannya.

      Delete
  6. Kalo saya biasanya saat ada isue gitu langsung cari kebenaran atau berita-berita dari situs-situs yang minimal bisa dipercaya, kayak kompas atau detik atau situs-situs lainnya.

    Terus yang paling penting, nggak ikutan nyebarin isue yang belum ada kejelasannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mas Bener.
      Saya biasanya juga mencari media yang netral.

      Delete
  7. Setuju banget, mom.. Hindari debat & jangan mudah terpancing emosi baca berita apa pun

    ReplyDelete
  8. Intinya memang perlu kita kaji dulu kali yaa suatu hal yang terkadang masih sebatas konon atau dari berapa glintir orang.


    Dan 7 kiat diatas mungkin bisa dijadikan Pedoman. Thanks You 😄😄

    Meski terkadang pengertian isue itu banyak, Baik Politik, Agama, & Entertaiment yang terkadang sering digembor2kan di media electronik atau media sosial lainnya.😄😄

    ReplyDelete
  9. Intinya memang perlu kita kaji dulu kali yaa suatu hal yang terkadang masih sebatas konon atau dari berapa glintir orang.


    Dan 7 kiat diatas mungkin bisa dijadikan Pedoman. Thanks You 😄😄

    Meski terkadang pengertian isue itu banyak, Baik Politik, Agama, & Entertaiment yang terkadang sering digembor2kan di media electronik atau media sosial lainnya.😄😄

    ReplyDelete
  10. Upps kok jadi double gitu yaa...😱😱😱


    Harusnya kata ini :
    Dan 7 kiat diatas mungkin bisa dijadikan Pedoman. Thanks You.😄😄


    Ada di paling bawah kenapa ada ditengah.😱😱😱


    Jangan2 Blog mbak Nila ada Jin atau makhluk tak kasad mata. Hiiiii...Taakuuutt!!..🏃🏃🏃🏃🏃🏃🏃🏃🏃🏃🏃

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahah...Mas Satria ada-ada saja...saya sendiri tak kasat mata, kok! wakakkakaka

      Delete
    2. Kang satria memang gitu, kadang ditempat saya juga komentarnya dobel. Mungkin ada jin nempel sama dia..😂

      Delete
    3. Nah, jadi...jin bukan pada blog saia ya...tapi yang nempel sama Mas Satria, hahahaha.

      Delete
  11. Jarimu, harimaumu. Itu benar sekali. Miris, sekarang, kita sangat nyaman melempar taring dan menyakiti orang yang kita kenal hanya di dunia maya, tanpa menyadarinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyes, Mom Susi....miris banget..mending kita nyetatus nyeritain anak-anak kita kan daripada nyetatus yang kit aga faham ilmunya.

      Delete
  12. setuju nomor 6, kita musti punya pertahanan diri yang kuat buat nggak bertindak gegabah, jadi emang amannya diem. Ahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener, sepakat Mbak..lebih baik diem kalau kita ga tau apa-apa meski gemes.

      Delete
  13. Zaman now terkadang kan mba hani, smartphone lebih pintar dari orangnya. Dapet kabar atau info langsung share, gak peduli itu hoax atau bukan, gak peduli itu provokasi atau bukan, akhirnya malah buat keadaan semakin panas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, sempat kepikiran kenapa ga bikin regulasi yang boleh pegang ponsel pintar harus melewati serangakain test kaya test SIM, hahahaha

      Delete
  14. Yes! Mulaindari kita untuk mengontrol segala tingkah dan laku. Agar menjaga dan menjadikan negara ini aman dan damai

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Gina.
      Semua berawal dari lingkungan kita dahulu.

      Delete
  15. Sepakat, Mbak Hanila. Usaha menahan diri harus selalu diupayakan dan tidak usah terlalu terlibat dengan hal-hal yang belum jelas kepastiannya di media sosial/dunia maya. Tips di atas sudah pas :)

    ReplyDelete
  16. Sepakaattt bangeett mba

    Dulu saya sering gegabah. Ketika akun medsos saya banyak berteman dengan orang-orang hebat, jujur saya lebih memgontrol diri. Malu kan kalau kita koar koar macem2 eh taunya hoax, malah blunder...
    Lebih nyaman utk keep supporting, no judging

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha
      Yes, Mbak.
      Menidng kita pantau saja dan cari tau kebenarnnya.
      Kalau saya kadang lebih milih discuss sama suami atau teman dekat yang netral, daripada ikut-ikutan posting ini dan itu padahal bukan ahlinya dan hanya beropini.

      Delete
  17. Sepakat Han.
    Kiat yang akan membuat diri sendiri adem kemudian akan tertular pada lingkup pertemanan dan begitu seterusnya. Semoga tak ada lagi yg mudah terpancing atas isu2 yg membuat suasana menjadi keruh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak...
      Postingan ini juga gara-gara keributan di lingakaran pertemanan, hehehe

      Delete
  18. Bener banget mbak zaman digital ini memang lengkap menggunakan peribahasa "jarimu, harimaumu". Beneran serem kalau baca berita panas lagi hoax. Perlu banget punya imut agar kita tidak ikut menikmati dan menshare berita tersebut

    ReplyDelete
    Replies
    1. Intinya kita memang ga bisa over reactive. Harus tabayyun istilah-nya.

      Delete
  19. Setuju banget , isu panas emang sengaja diciptakan

    Ga guna masuk kedalamnya karena bakal nabrak tembok

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha
      Begitulah, meski demikian masih aja banyak yang terpancing.

      Delete
  20. Betul mbak, kalau kita ikut2an mengenai issue2 panas yg sedang beredar, hingga memberikan komentar yg kurang bijak sana pada akhirnya akan merepotkan diri sendiri dan keluarga.. 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak.
      Dan kadang kita ga sadar mungkin sudah melakukan fitnah atau menyakiti orang lain saat berkomentar buruk.

      Delete
  21. Ini nih, kadang masyarakat darurat membaca. Ada info langsung telan gak pake di telaah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, malas mencari tahu dan malas membaca.
      Baca judulnya saja bergejolak dan langsung share.

      Delete
  22. Bener banget nih Mbak, sekarang jarimu pun bisa jadu harimamu mu. So sebagai blogger memang kita juga judu banget bersikap cerdas dalam menghadapi issue-issue panas yang semakin marak bermunculan di luar sana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes, kalau bisa sih kita posting content yanb baik-baik.
      Kita berikan positive vibe terhadap lingkaran pertemanan kita.

      Delete
  23. Bijak di media sosial ini perlu banget kita edukasikan terus-menerus agar semakin banyak konten yang positif dibanding komentar yang negatif.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, sampai saya dan teman-teman bikin group dan akun yang bakal posting hal-hal positive.

      Delete
  24. Tentu kita semua masih ingat saat masa-masa pemilu yang lalu. Bagaimana dasyatnya pengaruh isu yang ada di masyarakat hingga masyarakat serasa terbelah menjadi dua kubu yang hingga kini masih ada juga masih belum bisa legowo atas hasil pemilu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha
      Sampai unfollow banyak akun kalau di FB karena miris banget banyak yang berpendidikan pun terseret arus ya?

      Delete
  25. harus kuasai ilmu nya sebelum koar2 unfaedah. begitu kan kak?

    ReplyDelete
  26. Nah ini, jujur isu panas aku miris terjadi malah di WAG keluarga besar mba. Hanya karena berbedah pilihan jd agak kikuk gitu jadinya. Padahal dpt imbas atau keuntungan secara pribadi aja kan gak ya. Penting bgt sih ini literasi digital gak hanya utk anak muda tapi juga mungkin yang sepuh juga jd gak mudah terhasut.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha
      Aku kalau ortu sendiri termasuk gagap technology meski sempat minta ponsel pintar, hanya check-check WA dan FB. Tapi, emang begitu....hahaha.
      Kalau para org tua biasanya berpikir mereka sudah tahu segalanya.

      Delete
  27. Tapi paling menggemaskan itu when ortu kita gabung di WAG keluarga dan percaya aja sama broadcastan di sana. Gak sampai di situ, broadcastan beritanya pakai acara dibahas segala pas telpon telponan atau pertemuan keluarga. Giliran kita jelasin kalau itu hoax, kitanya malah diomelin balik. Huhuhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya Allah, Mbak...ini aku banget...
      Aku pernah di Group keluarga sampai bilang, ini group Hoax ya?
      Hahaha, langsung di PM dan diomel tetua katanya sok.
      tapi, skrg ada apa-apa dia langsung minta tolong aku nyari kebenarannya dan bukti-bukti gitu.

      Delete

Hai,

Terima kasih sudah membaca.
Silahkan tinggalkan komentar dan pendapat kamu di sini.

Terima kasih dan Salam Hangat dari Bali!

Cheers,