Ibuku Tak Selalu Yang Melahirkanku


Ibuku Tak Selalu Yang Melahirkanku – Sudah mirip judul sinetron di TV swasta, itu ya? Hahaha.

Ibu? Yes, Ibu! Aku kadang puyeng kalau mikir harus berbakti kebanyak Ibu tapi bersyukur dan bahagia banget memiliki banyak Ibu, jadi untuk menyayangi dan berbakti kepada mereka semua bukanlah beban. Inginnya aku berbakti seadil-adilnya kepada mereka. 


Aku memiliki beberapa Ibu dengan panggilan sendiri-sendiri.

Bunda, ini panggilan untuk Ibu yang sudah melahirkan dan mendidik aku. Sebagian besar kerja kerasku menjadi anak baik karena beliau . Ingin bahagiakan beliau.

Mamah, ini panggilan untuk tante yang adik kandung Bunda. Nah, Mamah ini menjadi dekat sekali dengan kami bukan hanya dia tante kami akan tetapi karena dulu Bunda pernah pas hamil adek itu sakit, ga bisa bangun karena tak ada asupan makanan selain vitamin. 

Dokter sempat memberikan pilihan untuk menggugurkan kandungan kalau ingin Bunda sehat tapi Bunda dan Papa sepakat untuk berusaha menjaga agar keduanya selamat. 


Alhamdulillah, Bunda selamat meski dalam 9bulan tak pernah makan nasi dan adek lahir dengan selamat juga. Saat, masa kehamilan itulah Bunda menitipkan aku sama Mama yang saat itu masih single. Kalau terjadi apa-apa sama Bunda maka Bunda yang akan merawat aku dan adek. Eh, keterusan kami nempel sama Mamah. 

Mamah ini gambaran Ibu yang gaul sedang Bunda adalah Ibu kuno yang bijaksana tapi selalu mau belajar. Love them both, deh!.

Ibu, beliau adalah Mama dari seseorang yang dulu hampir menikah dengan aku. Singkat cerita, beliau sudha cocok banget sama aku. Tapi, dasar bukan jodoh kami tidak jadi. Maka dari situ, beliau bilang “Ga jadi menantu ga apa ya, sayang? Jadi anak Ibu saja” Alhamdulillah, sampai sekarang kami masih berkomunikasi dan benar-benar layaknya anak dan Ibu meskipun beliau tinggal di Darwin dan aku di Bali. 

Jadi, setiap ke Bali wajib dong ketemu, mengantar jalan-jalan, ingin makan apa, mengentar ke bandara dan hal-hal lain yang seharusnya dilakukan seorang anak.

Ibu adalah gambaran seorang Ibu yang memberikan kebebasan sama anaknya, tapi selalu pantau dan hanya memberikan masukan jika perlu. Easy going selama anaknya bahagia dan tidak salah jalur.

Mama (Mertua), beliau Mama suami. Yang ini jelas, karena beliau bilang dia sayang sama aku ga ada bedanya bahkan lebih dari menyayangi anaknya sendiri. Otomatis, aku berbakti kepadanya sama dengan baktiku pada Bunda kandungku.

Mama (mertua) ini gambaran seorang ibu dengan gaya mendidik perempuan Minang yang modern. Jadi, beliau sering mengeluarkan pepatah ala Minang begitu kalau kasih wejangan.

Dan tambahan, ini ada lagi yang kupanggil Mama tapi sayang kami lost contact. Beliau adalah Mama dari mantan. Yes, kami hilang kontak karena si mantan minta saya ga hubungi mamanya kembali untuk menjaga perasaan istrinya.

Padahal, si Mama sudah anggap aku anak juga, kami dekat. 

Dari sini, aku bisa bilang bahwasannya untuk menjadi orang tua tidak selalu harus memiliki anak dari darah daging kita. Mereka bisa siapa saja yang kita sayangi layaknya anak sendiri.

Apa kalian memiliki cerita paling berkesan tentang Ibu dengan Ibu?

19 comments:

  1. Wah keren mba, bisa deket sama ibu dari mantan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ya mas, itu lah persaudaraan

      Delete
    2. Alhamdulillah, Bang Day.....
      Banyak orang tua banyak cinta, hehehe

      Delete
  2. So sweet banget Mbak, yang Ibu :) Semoga semua sosok ibu-ibu ini sehat selalu ya....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, makasih Mbak.
      Semoga mereka sehat semua.
      Biasanya Ibu Desember begini Natal dan Tahun Baru di Bali, tapi kali ini dia ke Bali lebih awal jadi kami hanya kirim pesan via WA.

      Delete
  3. sebesar apapun emas yang engkau sumbangkan untuk membalas jasa bunda mu, maka itu tidak bisa menggantikan pengorbanan mereka, hanya bakti anak lah yang yang bisa meredam hal itu dihadapan tuhan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar, Mas.
      Tak akan ada yang bisa gantikan apa yang sudah BUnda merikan.

      Delete
  4. Samaaa, saya juga punya tante yang saya panggil mamah karena udah saya anggap kaya ibu sendiri soalnya dulu ibu kandung saya sibuk ngurusin toko dan sering nitipin saya ke tante, lama-lama saya tinggal sama tante dari TK dan baru balik kerumah ibu kandung saya pas SD kelas 4... untung rumah ibu dan tante saya cuma beda beberapa rumah aja hehhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untung banget saling dekat rumahnya jadi enak kalau mau kasih perhatian, saya agak susah. Karena jauh semua. Yang sekarang serumah hanya Mama mertua, hehehe.

      Cuma kalauu hari Ibu itu kalau beli kado amikir juga karena ga bisa dikembarin solanya kesukaan masing2 berbeda.

      Delete
  5. Hingga saat ini sih masih punya 1 mamah doang. Tapi itupun udah lebih dari cukup.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, ya...'
      Semoga bisa membuat istri sayang ke Mamanya.

      Delete
  6. Senang sekali mb dikelilingi oleh wanita wanita hebat yang sudah seperti ibu kandung sendiri, di samping tentunya beliau yang paling utama

    seperti tante, bahkan ibunya mantan hehe
    Itu berarti dirimu pribadi yang menyenangkan dan gampang diterima

    Kalau saya jujur dg tante kurang begitu dekat, masih rada segan. Soalnya sedari kecil sy jarang ke tempat tante ataupun nenek.

    Btw terharu pas bagian ibunda mb akhirnya sehat meski berupaya mengandung adik selama 9 bulan walau banyak kendala dari sisi kesehatan

    Semoga sehat sehat selalu untuk mb n keluarga ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, Mbak.
      Dan Bunda sendiri selalu ingatkan agar saya berbakti kepada mereka semua.

      Delete
  7. Wah... keren sekali Kak. Aku sampai berkaca-kaca bacanya, terutama bagaimana Kakak bisa menjadi anak yang baik kepada seluruh Ibu yang juga baik dengan Kakak. Terlihat sekali semuanya begitu saling menyayangi.
    Sayangnya, ada seorang mama yang harus lost contact dengan kakak, padahal kakak juga tidak bermaksud apa-apa ya Kak.

    Aku berkaca-kaca bagian kalimat "tidak jadi mantu, tapi jadi anak ibu saja". Sedih tapi sekaligus bahagia.

    Semoga bahagia semuanya ya Kak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, Aamiin...bahagia juga buat Mbak Yaa :*
      Alhamdulillah, saya hanya faham saat kita memberikan ketulusan ke seseorang insyaallah kita akan mendapatkan kasih yang lebih.

      Delete
  8. Alhamdulillaah ya mbak bisa dekat dengan mama calon mertua :) Jaraaang sekali terjadi hal ini. Apalagi suami tahu dan mengizinkan karena memang ibu ini baik hati dan tulus kepada mbak sekeluarga, benar2 sayang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, Mbak..Suami mengijinkan meski awalnya pas tak kenalin sama mantan sempat komen negative, dia bilang mantan emang ga pantes sama saya, lhaiya,....woing jelas saya nikah sama dia, hahahha.
      Sekarang sih selow.....malah pas mantan nikah kami datang menjadi perwakilan keluarga mantan karena mantan nikah sama orang dari Jatim di Bali dan Mama masih di Australi.

      Delete
  9. Wah alhamdulillah nih ya Mbak di setitar Mbak ada banyak perempuan yang hebat :)

    ReplyDelete

Hai,

Terima kasih sudah membaca.
Silahkan tinggalkan komentar dan pendapat kamu di sini.

Terima kasih dan Salam Hangat dari Bali!

Cheers,