3 Langkah Mudah Berjualan Untuk Pemula


3 LangkahMudah Berjualan Untuk PemulaGa bisa jualan? Ah, masa sih? Pasti bisa, kok! Jualan itu skill yang bisa dipelajari. Dan semakin sering kita berlatih maka skill kita akan terus membaik.


Nah, di sini aku mau share 3 langkah mudah berjualan khusus buat pemula! Yang sudah biasa jualan skip saja, hehehe. Karena 3 langkah ini terlampau mudah.

Pertama: Kenali Product

Dengan kata lain, sebelum kita menjual satu product, miliki product knowledge yang baik sehingga kita benar-benar tahu kelebihan dan kelemahannya di banding product lain. Hal ini bertujuan buat menunjang aktifitas kita dalam “explaining” dan membuat “skrip” dalam menjual.

Untuk yang sudah pro, skrip dalam berjualan ini ga butuh ya, karena mereka semua sudah di luar kepala tapi bagi pemula? Butuh! Jadi, bikin skrip tentang product, keunggulan-keunggulannya, bagaiamana product tersebut bisa memberikan solusi dalam kehidupan (customer), dan persiapkan jawaban-jawaban atas pertanyaan “bagaimana jika”.

Kedua: Jelaskan Fungsi atau Manfaat product kepada customer

Maksudnya bagaimana? Sering sekali lho aku pergi ke suatu toko dan Mbak-mbak yang di sana menjelaskan spec-spec barang yang mereka jual di mana sebenarnya sebagian besar yang namanya mesin cuci tabung samping misalnya, itu spec-nya sama.

Dan biasanya calon pembeli akan mudah dipengaruhi jika mendapatkan penjelasan bagaimana fungsi barang tersebut dalam menyelesaikan masalah di dalam kehidupan kita.

Sebagai contoh: Dengan mesin cuci ini maka pekerjaan Ibu akan ringan karena Ibu hanya tinggal pencet satu tombol, mesin ini sudah deteksi apakah ibu harus memilih mode “wool” dan “jeans” dan juga bisa menentukan sendiri harus pakai warm water atau cold water. Ga ribet. Bahkan saat Ibu sibuk, anak Ibu yang usia 5tahun pun bisa melakukannya karena mesin ini ajaib, bisa bekerja sendiri hanya dalam satu tombol.

Hanya satu contoh ya…mana ada meisn cuci macam itu, hahaha.

Ketiga: Closing

Saat calon pembeli sudah mengangguk faham dan berikan affirmasinya terhadap fungsi product yang kita tawarkan, langsung katakan “kalau begitu, kita bungkus sekarang ya, Bu?” atau “kalau begitu, Ibu suka warna apa? Saya akan check dan ambilkan”

Kalau aku sendiri, karena tidak berjualan retail biasanya suka dengan memakai kata “So, are we going to finalize this, now?” intinya, tidak membuat dia merasa harus mengeluarkan uang tapi namanya beli ya tetap mengeluarkan uang.

Eh, tapi pas tahap ketiga ternyata jawaban calon pembeli “TIDAK” bagaimana ini? Berikut 3 tips lainnya:

Pertama: Berikan Urgensi atas manfaat, ketersediaan, harga khusus untuk barang tersebut.

Contoh: Ya….sayang banget deh, padahal barang ini stocknya hanya sedikit lho. Saya pikir ibu bakal menjadi salah satu yang beruntung mendapatkan ini.

Kedua: Berikan fact-fact atau testimony orang-orang yang sudah membeli duluan.

Ketiga: Move On. Di saat dua langkah tersebut di atas sudah tidak kena ada baiknya move on ke client lain. Ibarat nembak ni, kalau udah ditolak ya sudah PDKT sama yang lain yang lebih prospect.

Mungkin alasan dia menolak kaarena uangnya tidak cukup atau pertimbangan-pertimbangan lain yang pasti jangan berpikir itu adalah “Sebuah Kegagalan” Jika mungkin tetap stay in touch dan tanya apakah keberatan jika kita kirimkan penawaran jika ada promo.

Jualan itu seni yang harus kita nikmati prosesnya, jika bisa menikmati prosesnya maka kita pun bisa nikmati hasilnya. Untuk Blogger step 1 – 3 bisa lho diterapkan dalam bikin review. Yang Nomer 3 kan closing nah di situ diganti dengan ajakan untuk membeli product atau mungkin melakukan action lain seperti berkunjung ke website client. Pasti client suka jika kita lakukan hal tersebut dengan kesadaran sendiri.

Happy Selling! Semoga bermanfaat!.

68 comments:

  1. Dari awal sebenernya minat buat memulai bisnis berjualan. Tapi mesti zonk haha

    Ku merasa tipsmu ini membantu kak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini langkah inti jualan buat pemula, yg selama ini merasa ga bs jualan. Mungkin bs dicoba, hehehe

      Delete
  2. Massa sih yakin nih berhasil...����

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yakin dong, Mas....
      Kan sudah dipraktekkan duluan hahaha

      Delete
  3. Ini keren ...
    alurnya sangat jelas.

    Closing yang kebanyakan orang pada susah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih, Mas.
      Menurut penelitian, memang kita Orang Indonesia too nice buat melakukan closing, ada rasa ga enak.

      Delete
  4. sama kayak belajar copywriting mba. aku nggak jago masalah beginian.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mirip kalau diaplikasikan dalam pembuatan skrip atau caption jualan di media sosial.

      Delete
  5. Siaaappp, Kak Hani
    Ini tipsnya mantul banget karena bikin kita fokus tatkala nulis artikel juga yaaa
    Dan kurasa jatuhnya "hard selling" rasa soft selling qiqiqiqiqi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha...
      Hard Selling ya jatuh-nya?
      Tapi, ini salah satu trik buat effective sales biar kita ga buang2 waktu apalagi buat pemula.

      Delete
  6. Aku kemarin sempat jualan buku anak online. ALhamdulillah beberapa tips di artikel mbak hani ini juga aku lakuin.

    ReplyDelete
  7. Wqh ilmu penting ni how to be a skillfull marketer
    Ya klo prakteknya blom begitu bisa sebab materi jualanpun blom dimulai hihi, mungkin suatu saat andai ada keinginan bisnis sesuatu akan kupraktikkan cara cara ini

    Yang jelas aku selalu kagum kalau penjual tuh paham akan barang yang fijualnya, jadi makin meyakinkan calon klien buat akhirnya deal beli

    ReplyDelete
    Replies
    1. Penjual harus faham barang dagangannya. Tapi, kadang semua berproses jadi nikmatin prosesnga, hahaha

      Delete
  8. Saya juga jualan mbak, tapinya kadang marketingnya nie yang kureng. Hahaha.. Suka Males2an gitu loh anaknya. Aneh banget, jatuhnya kayak gak niat jualan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya kan udah pandai main SEO bisalah manfaatin Digital Marketingnya, hahaha

      Delete
  9. Panduan yang praktis dan mudah dimengerti, apalagi untuk para blogger-blogger newbie

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha
      No NewBie, Mbak.
      Saya termasuk yg jarang review product tapi saya melihat dari sisi marketing.

      Delete
  10. Saya pernah jualan, dan biasanya barang-barang yang saya jual itu buatan sendiri atau memang saya pakai sehari-hari, jadi mudah untuk menjelaskan ke customer

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enak kalau gitu, kita lbh faham.
      Kalau begini, bisa ditambahkan cerita dibalik barang tersebut, cerita bisa mendapatkan emotional engangement yang kuat kalau ceritanya ngalir.

      Delete
  11. Duh, dapat ilmu baru yang tidak saya tahu tentang seni berjualan atau cara menjual yang baik dan terlihat elegan.
    Bisa diterapkan juga tahapannya bagi tulisan saya jika promosikan suatu produk. Bagaimanapun, narablog itu perpanjangan tangan dari sistem penjualan atau pemasaran.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyes, Mbak.
      Begitulah...itulah kenapa client yang ingin kita review selalu kasih kita brief karena mereka ada tujuan di sana yang arahnya ya ke penjualan atau reveneu.

      Delete
  12. Mba, 'fokus' masuk tips ngga sih ? Sependek saya coba2 dagang, gagal fokus sering bikin ambyar..

    Misalnya kalah sama kesibukan nge blogger san kerjaan online lainnya, akhirnya waktu untuk ngiklan, share jualan ke medsos dan fokus ngelayanin customer tanya jawab via chat ngga ada.. Sepi deh lapaknya..

    Brgkali next time jika ada tips manajemen bisnis (dagang online) agar masih bisa dikerjakan bareng kerjaan online lainnya, boleh di share yaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Fokus biasanya aku masukkan ke salah satu tips buat konsisten. Sub subject dari jualan ini banyak banget kalau dipecah, hahahaha

      Delete
  13. Nah, ini tips yang pas banget nih untuk ponakanku yang sedang memulai bisnisnya. Yes, bener-bener 3 tips jitu yang harus dikuasai oleh pemula, ini. Thanks for share, Mba. :)

    ReplyDelete
  14. Dan jangan menyerah, semangat selalu. karena diawal - awal bisnis biasanya jarang langsung untung, adalah rugi nya dulu.

    ReplyDelete
  15. Karena itu saya paling kesel kalo ketemu spg serba ngga tau product
    Duh bete banget
    Kesalahan pemilik product yang harus dibayar mahal ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha
      Iya, biasanya saya kerjain kalau ketemu yang begitu. Saya bikin dia baca product info barangnya. Kebetulan saya dan suami bidang kerjanya samaan. Saya sales n marketing, kalau suami fokus di penjualan.

      Delete
  16. Selain tips di atas, biasanya saya selalu chat customer dengan hal hangat misalnya menanyakan kabar sekeluarga dan kalo closing selalu mendoakan customer murah rezeki. ♥

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes, Mbak..pasti.
      Untu engangement kita emang harus melakukan hal tsb.

      Delete
  17. Strategi yg bagus mbak 😊 betul, hal tersebut bisa diterapkan kepada blogger yg biasa me-review produk (seperti saya). Bisa ditambah2 lagi nih nanti untuk tulisan review nya biar makin lengkap 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Good Luck dam sukses terus ya, Mbak...
      Saya suka kok baca review-nya.

      Delete
  18. Bener banget, harus tahu product knowledge. Sering menghadapi penjual yang engga terlalu tahu produknya, jadi gemez...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha
      Kalau ditanya ga tau, benernya niat jualam g sih? Hahaha

      Delete
  19. Namanya jualan, sudah meluncurkan berbagai macam strategi, raut wajah calon klien sepertinya cocok dengan produk atau jasa kita, eh ternyata ujungnya ditolak, ini suka bikin sedikit sebel ya, hahaha ... Tapi bener, kalau memang nggak bisa closing ya jangan dipaksa.

    Tapi ada lho, yang seperti ini suatu ketika balik lagi dan bikin kita closing. Mungkin dulu itu dia memang tertarik tapi belum ada dananya, ya? Hihihi ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena itu ada satu pepatah di dunia kami, Mbak. Tidak ada kata tidak beli, yang ada menunda membeli. Karena banyak banget kasus seperti ini. Menunggu waktu yang tepat.

      Delete
  20. Boleh juga nih tipsnya. Kalau berjualan secara online mungkin masih bisa saya praktikkan ya tapi kalau menawarkan produk secara langsung kayaknya saya masih belum bisa , belum pede maksudnya. Eh tapi saya kira kalau kita mau berdagang di sini harus punya skill khusus tapi ternyata nggak juga ya. Karena sebagai pemula oun, kita bisa berjualan dengan menerapkan 3 langkah mudah seperti yang sudah Mbak paparkan di atas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak..improvisasi saja kalau untuk online.

      Delete
  21. Tipsnya kece bgt ni..
    Bisa buat pedoman pemula..

    ReplyDelete
  22. Tips berjualannya oke banget. Apalagi buat yang jadi agen/sales asuransi nih kudu lebih puter otak secara yang dijualnya gak berbentuk. Mungkin bisa juga y tipsnya diterapkan di dunia blogger dan content writer.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener, Mbak...saya pernah jadi agen asuransi tapi berdua dengan suami jadi dia yang faham product info jelasin product saya kebagian bosa basi dan closing, hehehe.

      Delete
  23. Saya dulu jualan online, pertama ish pilih produk yang disukai sehingga bisa menguasai product knowledgenya. Dan bener sebaiknya enggak gampang menyerah mencari prospek lain, kalau emang yang satu engak suka, cari yang lain hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak..menyerah artinya kalah. hahaha

      Delete
  24. Saat masih kuliah saya juga nyambi jualan baju-baju, sepatu dan tas. Memang harus punya mental kuat untuk jualan selain ketiga tips di atas, karena ada saja yang nggak suka dengan produk yang kita jual

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga gitu, Mbak...karena sekolah di SMK jadi terbiasa dilatih jualan meski jurusan saya bukan tata niaga.

      Delete
  25. Dapat ilmu nih buat closing kalau mau berbisnis. Aku sendiri maish maju mundur mau berbisnis takut dengan risikonya hehe...thanks shraingnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Xixixixixi
      Ya, bisnis selalu ada resiko,
      ibaratnya makan daging kadang dapat daging banyak, kadang tulang saja..

      Delete
  26. 3 atau 4 tahun yang lalu kerjaan saya yaa jualan online mbak. Jadi baca tulisan di atas jadi ingat momen momen pas mulai jualan dulu. Sekarang udah gak, gak tahu juga kemarin berhenti jualannya karena apa. Lupa hahahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo jualan lagi, Mbak...
      Hasil kerajinan Lombok; mutiara air tawar, tenun, gerabah banyak banget ini apalagi Mbak Blogger.

      Delete
  27. Keluargaku kebanyakan pedagang dan pengusaha. mamaku juga pernah punya toko. menawarkan sesuatu yang tidak kita kuasai informasi juga bikin kita gagap dalam menjelaskan kepada pembeli. tapi kalau sudah paham betul dg produknya, jangan tanya lagi...ngoceh apapun pembeli akan mendengarkan. itu pengalaman saya waktu berdagang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, setuju banget Mbak.
      Kalau aku ortu yang pedaganag, dan dari kecil aku biasa dagang.

      Delete
  28. Ahaha...
    Saya sudah kebal dengan kata TIDAK dari customer. Betul, move on aja jika sudah pdkt tapi tak berhasil. Pdkt lagi sama yang lain. Jadi penjual itu harus muka tembok dan berhati baja. Penghalang utama dalam menjual itu seringnya datang dari dalam. Sekali ditolak jadi down, malu, atau malas mencari calon customer lain. So, intinya jangan kapok.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi sales emang harus kebal dengan penolakan.
      Karena penolakan adalah penerimaan yang tertunda, hahahha

      Delete
  29. Waah ilmunya bermanfaat banget mbak untuk aku yang masih suka baper klo ditolak

    ReplyDelete
  30. Berjualan produk itu memang sudah susah gampang. Aku pun dulu sering melakukan promosi produk fashion dan produk kecantikan dari rumah ke rumah demi bisa melatih kemampuan dalam bidang marketing dan penjualan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau sudah mau menawarakan door to door ini sudah tahan banting banget lho..

      Delete
  31. Hehe,,, kudu banyak belajar aku, suka auto keder gitu kl suruh jualan. Hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Walah,,,,,itu kan karena perasaan Mak Icik saja...

      Delete
  32. Saya pertama kali belajar jualan itu pas ikutan Oriflame, baru saya ngerti ternyata ada tehniknya, ada caranya.
    Padahal sebelumnya saya udah usaha online shop dan jualan brownies.

    Tapi nyatanya, berjualan itu ternyata bukan hanya butuh ilmu, tapi keberanian dan passion juga sih ya.

    Saya selalu keder kalau jualan, padahal udah ditempa habis-habisan selama bisnis Oriflame, sampai saya beraniin diri prospek orang di jalan gitu hahaa

    ReplyDelete
  33. Mengenali produk yang dijual memang penting banget, saya udah ngerasain sendiri banyak calon pembeli nanya ini itu yang awalnya ga terlalu ngerti akhirnya coba cari2 info bahkan kadang dicoba dulu sebelum dijual jadi sudah tahu jawabannya kalau nanti ada calon pembeli yang bertanya lagi

    ReplyDelete

Hai Sahabat,

Terima kasih sudah berkenan datang dan membaca.

Cheers dan Banyak Cinta dari Bali!!

XoXo