Tips Memulai Bisnis

Tips Memulai Bisnis Beberapa teman atau bahkan saudara ada yang sering membuka diskusi tentang keinginannya memiliki usaha. Terutama, mereka kaum perempuan. Karena meskipun secara ekonomi terpenuhi oleh suami banyak dari mereka berpikir "Alangkah baiknya kalau aku juga memiliki kesibukan yang memberikan manfaat, salah satunya berbisnis walaupun kecil-kecilan". 

Senang sekali dengan pemikiran teman-teman dan saudara ini. Walau, tidak sedikit juga beberapa teman yang bercerita kalau suaminya tidak setuju kalau dia bekerja. 



Menurutku, perempuan memang harus mandiri tanpa harus melupakan kodratnya sebagai perempuan. Bisa? Ya, bisa dong! Di era digital seperti sekarang semua lebih mudah, lho! Bahkan, kadang aku bercanda dengan partnerku "gila, ya....sambil tiduran pun kita bisa memproses order, follow up client" Itu gambaran pekerjaan jaman sekarang yang ga harus duduk manis di suatu tempat tertentu sehingga kita tidak bisa melalaikan kodratnya. Baca juga postinganku tentang "Kelas Literasi Digital, Tegaskan Peranan Perempuan Dalam Industri Digital" di sana aku bercerita bagaimana sekarang bisnis seharusnya dijalankan oleh kaum perempuan milenial.

Bicara soal kodrat perempuan; mulai kapan muncul paradigma kalau perempuan itu tidak boleh bekerja dan hanya melayani suami, ya? Padahal, Rasul saja menikahi Siti Khadijah yang seorang pengusaha. 

Okay, aku ga akan bahas tentang kodrat perempuan akan tetapi lebih pada tips buat sahabat yang ingin start usaha atau bisnis namun tidak tahu bagaimana memulainya. Semua yang kutulis berdasarkan pengalamanku saja. 

Bisnis Tanpa Modal

Aku sendiri sering melakukan ini dari dahulu, bahkan bisnis yang sekarang kugeluti hampir tanpa modal. Kenapa aku bilang demikian? Karena umumnya bisnis yang kugeluti bersama partnerku sekarang umumnya butuh modal ratusan juta, alhamdulillah kami ga sampai lima juta.

Yang ini beneran hampir tanpa modal, ya? Jadi, bisa start kapan saja dan langsung jalan.



Pertama: Reseller dan Dropshipper

Aku selalu sarankan siapapun bahkan diriku sendiri (sampai sekarang sebagai selingan) untuk mengerjakan bisnis ini. Tinggal cari produksi atau supplier yang dapat dipercaya, lalu mendaftarlah menjadi reseller atau dropshipper mereka. Bisa dibilang hampir tanpa modal karena yang kita butuhkan hanya kuota internet. Kan, ga bisnis pun kita selalu punya kuota internet, hehehe

Kedua: MLM atau Multi Level Marketing

Aku pernah mengerjakannya. Memang butuh modal pendaftaran, tapi ada lho MLM bagus yang pendaftarannya dibawah 50ribu. Ini bisa dibilang hampir tidak pakai modal karena uang segitu sekali jajan saja kan buat kita? Dengan modal catalog kita bisa berjualan, jika suka dan memiliki jiwa leadership bisa pula melakukan recruitment sehingga jaringan semakin besar. Aku pribadi sudah pernah mencoba, akan tetapi aku kurang cocok dan gak jodoh saja.

Ketiga: Menjadi Content Creator

Content Creator ini banyak macamnya, ya? Blogger, Youtuber dan sebagainya-lah teman-teman lebih tahu. Untuk menjadikan Content Creator hampir tidak pakai modal karena apa? gadget, kuota sudah menjadi kebutuhan pokok pastinya, kan? Untuk ilmunya? Sementara, gratisan dulu. Otodidak pun kalau serius insyaallah menghasilkan. Begitu pula aplikasi yang mau dipakai. 

Prinsipku dalam bekerja adalah "Usaha Tidak Mengkhianati Hasil" Maka dari itu tekunlah dalam bekerja dan berusaha apapun yang kamu lakukan insyaallah akan membuahkan hasil. Dan yang paling penting adalah jangan lupa berdoa,  bersedekah dan jujur. 

DEZAVO adalah bisnis utama yang kujalani

Bisnis Dengan Modal

Kalau yang ini sih, sepertinya aku ga harus kasih tips karena semua pasti juga bisa kalau punya modal. Hanya saja saranku bagi yang modalnya tipis, lakukan perhitungan yang matang dalam pendanaan. Kalau misal kita punya dana segar di tabungan 10juta, jangan dipakai semua 10juta itu. Pakailah maksimal 7juta yang 3juta jadikan uang cadangan yang boleh diambil di saat benar-benar urgent. 

Karena umumnya usaha itu akan ada pada posisi kita berjuang dahulu sampai lima tahun. Ini pun yang sedang kami alami, walaupun boleh dikata kami sangat beruntung di usia yang masih tiga tahun di industri kami, perusahaan kami sudah cukup dikenal dan disandingkan dengan banyak perusahaan besar saat tender.

Selain masalah memiliki uang cadangan, juga jangan lupa untuk memilih jenis bisnis yang sekiranya menjual hal-hal yang unik dan orang cari. Kalau bisa yang jangkah panjang. 

Bisnis apa yang baik? Ya, yang segera dimulai, hehehe. Makanya aku suka banget apa slogan market place ijo yang bertajuk "Mulai Aja Dulu" itu bener. Jangan nunggu punya uang, nunggu lulus sekolah, lulus kuliah, nunggu menikah baru start bisnis. Wes, mulai aja dulu! Hahaha.




4 comments:

  1. Keberanian memulai bisnis itu di atas segalanya. Makasih sharingnya mba. Artikelnya memotivasi sekali.

    ReplyDelete
  2. Yup kak, saya juga tipe orang yang yang penting mulai dulu urusan hasil belakangan yang penting niat yang utama. Gagal coba lagi, rugi bangkit lagi. Yang penting bismillah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya.
      Karena kalau terlalu banyak pertimbangan ntar malah ga gerak.
      Kadang khawatir itu hanya overthinking saja.

      Delete

Hai,

Terima kasih sudah membaca.
Silahkan tinggalkan komentar dan pendapat kamu di sini.

Terima kasih dan Salam Hangat dari Bali!

Cheers,