Siblings Goal ala Frozen II


Siblings Goal ala Frozen II - Kalau ada film Untuk semua umur di Bioskop setiap bulan, mungkin memang seharusnya aku jadwalkan untuk menonton. Seperti  bulan lalu, aku sudah mengajak Zafa menonton TheAddam Family yang membuat dia banyak bertanya tentang behavior aneh anak-anak dari The Addam family. Tapi, dari situ dia belajar banyak tentang what’s not and what’s yes. Selalu ada value yang bisa kita ajarkan ke anak-anak kita di dalam setiap kegiatan sekecil apapun itu.

Kata teman-teman “nonton ya nonton aja kali….” Mungkin benar, tapi semenjak aku dan suami memutuskan Zafa homeschooling which is sampai usia 7tahun kami focus di pendidikan karakter dan behavior kami harus serius dalam setiap kegiatan seremeh apapun itu.


Nah, kemarin sore Zafa ngajakin nonton film. Kebetulan yang sedang tayang dan berlabel SU alias Semua Umur adalah Frozen II maka aku ajaklah dia nonton. He definitely happy! Pas masuk area cinema dia melonjak kegirangan sambil ngingetin jangan lupa popcorn dan susu coklat-nya.

Sekitar 15 menit kami menunggu sampai pintu bioskop dibuka. Zafa sudah mulai bertanya dalam setiap iklan yang tayang. Anak aktif bertanya itu bagus. Bahkan ada iklan dewasa tentang product memperlancar menstruasi saat itu. Zafa juga mempertanyakan, itu apa? Aku jelasin secara simple, dia mengerti ditandai dia mengangguk tanpa ada pertanyaan lanjutan.


Pas Film di mulai, dia anteng. Karena nonton Frozen II ini kekuatannya juga pada musical, lagunya selain pada animasi dan cerita keren. Zafa suka dengan film-film musical sepertinya. Terbukti, dia anteng sekali nontonya. Hanya pertanyaan-pertanyaan remeh yang dia lontarkan.

Sampai pada Kristoff dan Anna yang sedang menjalin cinta, ada kalimat Love-Love yang bikin Zafa bertanya:

“Kok dia Love friend-nya, Mom?”
“Yes, friend should love each other”
“Kok dia kiss?”
“ It’s just like mom and dad, we are friend. Others? Cannot! Not good! Understand?”

Dia mengangguk mengerti. Mungkin ada yang berpikir, kenapa ga ditutup saja matanya pas adegan kiss-kiss begitu? Aku pikir itu masih normal, dia melihat aku dan bapaknya setiap pagi dan sore juga kiss begitu (not a hot kiss, dong!) jadi, gampang mengerti dia. Aku kasih penjelasan kalau aku dan bapaknya ini good friend. Dia belum genap lima tahun, cari cara mudah menjelaskan sesuatu yang mudah difahami. Lagi pula, kalau aku tutup matanya nanti malah dia bertanyanya  ga habis-habis.

For the rest of movie aman. Dia benar-benar menikmati.
Foto-Foto sambil nunggu jemputan

Kesan tentang Frozen II

Karena aku nonton yang pertama jadi nyambung juga. Ini tentang kilas balik pencarian masa lalu sumber kekuatan Elsa. Namun, Elsa dan Anna ini benar-benar satu kekuatan yang tidak dapat dipisahkan. Mereka bisa menyelesaikan masalah karena mereka bersama-sama.

Pokoknya, seperti biasa film Walt Disney ini selalu worth it! Animasi, musical, ceritanya bagus. Bisa membawa perasaan yang menonton meski hanya film full imajinasi. Ada kejutan di akhir film. Jadi, rekomended tidak? Ya rekomended banget! Di sini kita bisa ajarkan anak tentang persahabatan, sibling, kerjasama, ketakutan dan kejujuran.


6 comments:

  1. Hih! Bikin penasaram pengen nonton aja!!!
    Btw, iya sih, kami juga biasain rangkulan dan kadang quick kiss agar anak tidak kagetan dan gumunan. Tentu dengan penjelasan yang logis tuk mereka.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe, iya Mbak.
      Sebenarnya anak-anak itu terkadang ga secomplicated bayangan kita.
      Kita yang kdg terlalu over takut dan khawatir.

      Delete
  2. Wah aku jadi penasaran juga lho Mba ama film ini. Apalagi ada juga yang ngulas dari sisi lainnya termasuk dalam sisi emosinya si elsa yang dikategorikan depresi dan film itu mengajarkan tentang tokok yang depresi dan bagaimana si Anna ini tulus membantu si Elsa yang mengalami ini. Nah, karena dibahas dari berbagai hal kan aku makin penasaran hahaha. Jadi aku punya 2 film yang pengen aku tonton ini dan salah satunya frozen 2 ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener, Mbak...
      Dari awal Frozen ini memang menarik.
      Bahkan sampai Frozen II ini pun kita yang biasa menganalisa kondisi psikis orang akan menilai demikian. Sebenarnya suami saya minta saya spoiling sedikit tentang Frozen II karena dia kan ga tak ajak nonton jadi pas kita kasih cerita dia langsung penasaran, hehehe

      Delete

Hai,

Terima kasih sudah membaca.
Silahkan tinggalkan komentar dan pendapat kamu di sini.

Terima kasih dan Salam Hangat dari Bali!

Cheers,