Parenting Hack: Ini Tanda-Tandanya Anak Siap Masuk TK



High Expectation - Desember ini Zafa sudah 5tahun, lho….Ya, Allah waktu berjalan sangat cepat, ya? Jujur, pingin banget itu segera program adiknya Zafa, hehehe. Tapi, Aku sih apa kata Allah saja. Kalau Allah kasih artinya ALLAH setuju kalau aku dan suami masih bisa diberikan tanggung jawab titipannya lagi buat di jaga.

Usia 5tahun artinya, usia siap sekolah. Benarkah?

Okay, kita bahas sekarang di sini. Anak-anak ini siap sekolah atau masuk TK jika:
  1. Minimal bisa duduk anteng, fokus dalam 15 – 30 menit.
  2. Bisa memegang pensil, gunting dengan baik
  3.  Mulai bertanya tentang angkah dan huruf (tidak harus hafal)
  4. Sudah bisa berbicara dalam satu rangkaian kalimat dengan baik dan ada artinya

Minimal sudah memenuhi 4 syarat tersebut di atas berarti anak balita kita siap masuk TK meskipun masih usia 4tahun. Nah, Zafa baru bisa pegang gunting dan pensil dua bulan lalu, hahaha

Tapi, Zafa siap sekolah karena dia sudah mulai aktif bertanya dan suka dengan angkah.

Mendapati anak yang suka belajar dan suka dengan angkah bukan lantas bikin aku “ngegas” langsung semua diajarkan ke dia. Karena aku ingin dia belajar dengan enjoy sehingga belajar menjadi hal menyenangkan buatnya. Sebab, hal itu dapat membuat dia memiliki kebanggaan dan kepercayaan diri yang terbentuk sebagai karakter bukan paksaan karena aku sebagai Ibu terlalu menaruh ekspektasi tinggi.

Zafa homeshchooling, lho. Jadi, memang pendidikan dia lebih pada behavior dan karakter di usia sekarang. Dengan lingkungan kami sekarang tentu tantangan karena Zafa cucu semata wayang sehingga semuanya manjain banget. Tapi, kami ajarkan dia tetap mandiri dari usia 3tahun. Maka, sekarang dia terbiasa mencuci piringnya sendiri setelah makan, melipat bajunya dan dia kalau mau belajar menyiapkan meja dan memberesinya sendiri, tidak terkecuali pada mainan. Berdoa, sholat sudah diaplikasikan dalam keseharian. Karena semua bisa diajarkan beriringan. 

Urusan Baca dan Tulis sebenarnya aku gak mau bertindak “rushing” alias buru-buru. Tapi, berhubung anaknya sudah menunjukkan ketertarikan yasudah, mulai kuajarkan. Yang menjadi tantangan lagi, Zafa ini anaknya multi language. Ada beberapa kata dia tidak faham dalam Bahasa Indonesia jadi ngertinya Bahasa Inggris dan beberapa hal sebaliknya. Itu sebabnya, aku tidak menaruh dia sekolah formal. Meskipun ada sekolah Internasional dan semua anak sekolah di Sekolah Internasional aku percaya bisa berbahasa Indonesia. Aku hanya ingin mengambil tantangan mendidik ini sendiri. Lagipula, dulu aku resign dari kantor dan mulai berbisnis sendiri tujuannya memang agar waktuku lebih banyak sama anak.

Aku juga bukan orang tua yang menaruh harapan tinggi terhadap anak. Sehingga menuntut anakku harus bisa melakukan ini dan itu di usianya sekarang. Kadang sebagai orang tua kita seperti tahu yang paling baik buat anak-anak kita, padahal tidak selalu begitu. Oleh karena itu, saat banyak ibu-ibu mulai mngomporin begini dan begitu, ya aku menarik diri saja. Anakku bukan kuda pacuan yang harus kupacu untuk memenuhi hasratku.

Jadi, setiap kali ada activity yang aku ingin dia ikut aku pasti diskusi sama dia. Mau tidak? Kalau mau ayo go ahead kalau nggak ya sudah. Ada kalanya dia yang meminta ingin belajar ini dan itu. Kita coba mencari tahu dan memfasilitasinya. Sebisa mungkin, jika anak bertanya dan ingin belajar sesuatu kami tidak menolak. Karena penolakan itu menjadi kemunduran untuk kepercayaan dirinya.

26 comments:

  1. Dulu waktu kecil gak kenal yang namanya TK ataupun PAUD, rata2 teman saya, langsung masuk sekolah dasar, dulu katanya masuk SD idealnya usia 7 tahun, sementara sebelum usia 7 tahun biasanya diajari kewajiban2 dalam agama, contoh kalau saya muslim, biasanya "Dipaksakan" untuk terbiasa sholat, ngaji, kalau enggak mau biasanya "dipukul", dipukul dalam artian bukan dianiyaya yah heheh, itu dilakukan agar sih anak jadi terbiasa terbawa sampai tua, sama aja kayak de Zafa disuruh ibunya cuci piring sama nilep bajunya sendiri,

    Pola pendidikan baik formal/non formal jaman dulu dan jaman sekarang sepertinya sih sudah berbeda - beda. Mau homescholling atau sekolah like people pada umumnya gak jadi masalah yang penting goal yang diharapkan terbaik buat si anak terpenuhi.


    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepakat, semua kembali ke goal kita sebagai orang tua kemana. Karena setiap orang pasti memiliki expectasi berbeda dalam perkembangan anaknya.

      Delete
  2. Dulu anak pertama saya masuk TK usia belum genap 3 tahun, semata-mata hanya untuk mencari teman agar dia mau belajar berkomunikasi.
    Dia cerewet sih, tapi sama kami ortunya, kalau orang dewasa lain dia cuek.

    Nah anak kedua ini juga baru 2 tahunan, tapi terpikir mau masukin PG, soalnya dia sama sekali nggak mau ngomong, mungkin karena nggak punya teman hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kebanyakan anak-anak seperti itu, Mbak.
      Emang harus kita encourage biar berani.
      Dan teman memang bisa jadi stimulan baik buat anak.
      Makanya saya dulu resign karena si kecil sudah hampir 2th tapi tidak ada tanda-tanda bsia bicara. Akhirnya setelah sering sama saya, saya ajak ke taman bermain, dia mulai bisa bicara.

      Delete
  3. Rencananya Zafa mau homeschooling smpe usia berapa mba? Klo aku ke Erysha home education juga. Ga tau sampai usia berapa. Aku pengennya sih sampai usia 7 tahun. Jadi langsung masuk SD. Tapi ayahnya pengennya Erysha usia 6 tahun di masukin TKB. Klo dari kriteria yang bunda sebutin di atas usia Erysha yg msh 3 tahunan ini udah bisa ya masuk TK ��. Soalnya anaknya udh memenuhi kriteria di atas. Dia udah tertarik huruf dan angka krn dari bayi banget udah aku bacain buku cerita. Dia juga udah bisa pegang pensil karena kalau aku lagi masak atau main ama dia. Aku ksih dia pensil dan kertas. Lalu, dia akan sibuk mencorat-coret sendiri. Bgtu juga gunting aku ksih trus dia eksplore sndiri. Smua diguntingin wkwkwkw. Dia juga udh bisa duduk tenang, mngkin anak perempuan juga jdi lbh kalem. Walau bgtu, mngkin usia 6 atau 7 tahun baru aku msukin sekolah kyaknya. Aku msh fokus ke pendidikan karakter n nguatin pondasinya dlu. Pengen dia nikmatin masa bermainnya dlu sepuasnya tanpa aturan hrus masuk sekolah, hrus bgini n bgtu. Doain ya Bun smga istiqomah aku ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rencana awal sampai usia 7tahun saja atau 6,5 tahun, tapi setelah kami pertimbangkan sepertinya kami memang sepakat menjadi praktisi HS sampai jenjang lebih lanjut. Kebetulan kalau di Bali ada komunitas dan HS difasilitasi untuk ujian-ujian nasional. Mau yang standard nasional atau Cambridge ada.

      Delete
  4. Jadi inget keponakan saya. Dulu waktu TK dimasukin ke TK Internasional. Ngomongnya jadi campur antar Indonesia dan Inggris. Tapi sekarang sudah bisa memilah-milih bahasa sih. Meskipun kadang masih campur-campur.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anak-anak biasanya lebih pntar dari kita.
      Zafa kalau sama nenek sudah otomatis bahasa Indonesia.
      Kalau keceplosan pasti dia jelaskan, hehehe

      Delete
  5. Tapi anak jaman skrg udh mulai terjangkiti yg namanya game di hape, itu kadang yg bikin miris...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar.
      Semoga anak-anak kita terhindar dari penyakit tersebut, Insyaallah jika orang tua peduli tidak sampai terjangkit. Aaamiin, YaRabb.

      Delete
  6. saya dan istri sepakat, ketika masuk TK berumur 5 tahun dan SD tepat 7 tahun, walaupun tetangga-tetangga umur 6 tahun sudah SD. insyallah buat kami yang mengerti anak kami sendiri bismillah deg2an juga soalnya temen2 udah pada sekolah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha
      Saya bisa merasakan.
      Yang pasti yang bikin deg-degan adalah komentar orang.
      Saya pas sepakat bilang Zafa Homeschooling pun pada bilang kami tidak mampu sekolahkan dia bla bla bla. harus siap mental, hehehe

      Delete
  7. Kalau anak sulungku perempuan dulu tanda2nya adalah penasaran dan keberanian. Tau2 aja dia masuk kelas plag group hehehe padahal aku dan suami cuma bertanya2 dulu di kantor kepsek TK tersebut. Lalu anakku berbaur, ikutan mewarnai dll itu sebelum usia 3 tahun.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, keren ya?
      Kalau Zafa mungkin karena pernah tak tinggal dulu.
      Jadi, begitu merasakan dijaga ibu sendiri kaya akunya ga rela memang masuk playgroup atau sekolah karena saya pikir saya punya banyak waktu buat sama dia. Bermain dengan group kami lakukan dengan membawanya ke Playland dan bertemu teman.

      Delete
  8. Mba kok salah patokan gunting... gak bahaya tuh :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha
      Nggak, Bang Day.
      Kan gunting pas mengerjakan crafting gitu, biasanya mereka mulai bisa pegang pensil dengan baik dibarengi baiknya pegang gunting. Ini hanya salah satu tanda atau pathokan syaraf motoriknya berkembang saja.

      Delete
  9. kalau di tepat saya kalau mau masuk tkharus umur 6 tahun di bawah itu harus masuk paud dulu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di sini kalau mau TK sih ga harus PAUD tapi kalau SD harus TK dulu, entah apa yang mengharuskan demikian. Mungkin agar pas masuk SD anak sudah lancar baca tulis. Karena aku lihat anak tetangga masuk TK B langsung dan langsung ngeblank soalnya langsung bertemu calistung, bahasa inggris....thanks to YT kayanya anaknya tertolong soalnya dia punya adek kecil, ibu n bapaknya ga gitu ada waktu ngajarin.

      Delete
  10. Ini baru ibu modern :)
    Mudah-mudahan orang tua kebanyakan di negeri ini punya pola asuh yang baik seperti ini.

    Maklum, kebanyakan orang tua jaman skr kan asal pny anak, dan asl bertanggung jwb, tp gk mendidik sama sekali.

    Bisa jadi contoh org tua muda lain nih #salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks,, Bang Scoper6.
      Menjadi Orang tua ini memang harus terus belajar.
      Karena memiliki anak bukan berarti menafkahi, menyokalahkan lantas tuntas.

      Salam dari Bali :)

      Delete
  11. Wah, masukan yang pas nih buat yang lagi masih bingung kapan anaknya harus masuk TK, ini bisa juga diinfo ke orangtua yang masih ragu-ragu buat masukin Anaknya ke TK.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh, Mas.
      tapi masing-masing anak beda.
      Ini hanya beberapa pathokan saja kalau bingung.

      Delete
  12. anak saya 1 tahun lagi baru bisa masuk TK mbak, senang juga menunggu waktu itu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seneng banget, ya?
      pasti sedang aktif dan kritis-kritisnya itu?

      Delete
  13. Seumuran anak saya...sekarang sekolah DI TPQ...repotnya kalau ngajarin anak seumur itu nggak bisa dipaksa..pokoknya kalau saya sih interaksinya disekolah...nggak nargetkan bisa ini bisa itu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar, anak-anak memang tidak bisa dipaksa.
      Kalau dipaksa nanti gak enjoy.
      Kalau ga enjoy dia jadi ga suka belajar.
      Anak-anak, nurut saya yang penting ditumbuhkan kecintaannya terhadap belajar.

      Delete

Hai,

Terima kasih sudah membaca.
Silahkan tinggalkan komentar dan pendapat kamu di sini.

Terima kasih dan Salam Hangat dari Bali!

Cheers,