I Meet My Hero

Memiliki latar belakang orang tua yang pedagang membuat aku berpikir cara mudah mendapatkan uang adalah melakukan perdagangan, tidak hanya hal ini juga, sih. Menurutku, aku jadi hobby berdagang juga karena di latar belakangi kondisi keluarga yang serba kekurangan pada jaman itu. Orang tua tidak pernah mengekang keinginanku akan tetapi, aku sudah bisa melihat bagaimana perjuangan mereka dalam memenuhi kebutuhanku. Bahkan, di sisihkan dari keluarga besar. Sudah tidak ada beban apalagi dendam menceritakan hal ini, makanya sekarang mudah saja buat aku bercerita tentang masa laluku, hehehe.


Jadi, dari kecil ternyata aku sudah suka berjualan meskipun duitnya hanya bisa dibuat beli permen dan krupuk. Yang aku jual adalah barang-barang rongsokan yang aku cari dari gudang rumah nenekku, biasanya bekas motor, sepeda om-om ku yang di prethelin, hahaha. 


Tidak cuma rongsokan, kadang aku dengan suka rela membantu nenek saat panen kopi atau jagung dan dibayar dengan kopi atau jagung yang bisa kutukar dengan uang. Segitu sukanya aku sama uang dari kecil.

Saat masuk SMP aku mulai memiliki cita-cita yang ingin aku kejar, menjadi reporter, lalu selamg beberapa bulan aku bercita-cita ingin jadi wartawan, ingin menjadi designer. Orang tuaku mendukung semua impianku, meski tak lama aku sempat cicipin satu persatu impianku tersebut, hahahha. Walaupun belum terjun 100%. Paling tidak, aku tahu rasanya. Experiences is Expensive saudara-saudara.

Namun, dari kesemuanya itu aku balik lagi berdagang. Tentu ini sebagian dari icip-icip impianku jadi designer. Awalnya aku bekerja sebagai designer graphic, lalu ketemu guru wirausaha yang tak lain owner dari tempat aku bekerja, dikenalkan dengan pensiunan jenderal kaya raya yang konon kata dia 7 turunan tak habis, dari situ aku mulai mendapatkan modal. Sebuah toko lumayan besar, boleh dibilang megah. Aku diberikan kesempatan mengembangkannya, si boss ga pernah minta hasil jerih payah usahaku. Karena usahanya ini butik, maka aku mulai ingin menjadikan impianku jadi designer "come true" tapi sayang aku ga bisa menggambar, padahal sudah kursus juga. Akhirnya, setiaap ideku aku ceritakan pada tim produksi dan dijadikan baju yang biasanya gak sampai satu minggu sold out. Aku kualahan. Karena minim arahan, minim ilmu, usaha ini bangkrut. Si boss ingin suntik dana, tapi ada yang tak suka dengan kebaikan boss padaku. Finally, karena fitnah kejam aku pamit. Lepas semuanya. 

Pindah ke Bali membuatku memiliki pengalaman di sales dan marketing yang luar biasa ilmunya. Bahkan, aku bisa bilang tidak bisa diganti mungkin oleh kuliah 3 atau 4 tahun di Management. Karena sebelum aku menjadi Head of Sales and Marketing, dua tahun kau belajar dari Boss-ku langsung, aku bekerja sebagai Personal Assistant. Sering mewakili dia meeting dengan client-client-nya, handle clientnya, dimintai pendapat yang kadang dipaksa berpikir. 

Finally, 7 tahun memiliki pengalaman di bidang sales dan marketing di dunia retail dan hospitality ini saat aku memiliki anak membuatku ingin berdiri sendiri di samping konflik yang terjadi di dalam interen perusahaan. Aku keluar dengan kekecewaan.


Namun, kekecewaan itu membawaku pada awal baru bersama seorang sahabat yang kukenal dari "ngeblog". Tuhan itu mempertemukan kita dengan orang-orang yang satu frekuensi dengan kita. Kami memiliki visi yang sama tentang sociopreneur, tentang membantu pengerajin, akhirnya dengan modal tak sampai Lima Juta kami memulai usaha kami dengan bantuan suami yang merancang website.

Sekarang usaha kami bagaimana? Alhamdulillah, sudah berusia tiga tahun dan terus besar. Selain terus memikirkan inovasi aku pun berpikir bagaimana bisa memberi manfaat untuk masyarakat bukan hanya perihal materi, karena ini sudah pasti. Akhirnya, aku mulai berpikir untuk menuliskan pengalaman-pengalamanku dengan harapn memberikan inspirasi pada semua orang. Kalau dibutuhkan, aku pun memberikan sharing ilmu, menyalurkan skill yang kumiliki dengan senang hati. Apapun yang kita bagikan dengan niatan baik tidak akan habis, bukan? bahkan akan memberikan keberkahan dalam hidup kita?.

Jadi, ini cerita singkat bagaimana aku bertemu dengan pahlawan-pahlawanku. Everyone I met is a hero, karena mereka memberikan aku pelajaran tentang segala sesuatu untuk kelanjutan hidupku, mereka membukankan aku jalan baru setelah aku meninggalkan pintu lama yang telah aku tutup.

Dari cerita singkat ini saja, aku bisa bilang, mereka ini adalah pahlawan-pahlawanku:

  1. Orang tua
  2. Nenek 
  3. Guru entrepreneur
  4. Mantan Boss pensiunan yang kaya raya
  5. Mantan boss di Bali (meski memberi kekecewaan tapi memberikan banyak pelajaran hidup)
  6. Anak dan Suami (karena mereka aku memaksakan diri berani resign)
  7. Partner bisnis (yang selalu support dan membuatku berani, she did more thank a partner but a big sister)
  8. Teman Blogger (yang membuatku bisa menguraikan siapa pahlawan dalam hidupku melalui tulisan ini)

Dan pastinya, bukan hanya mereka karena jika aku ceritakan semua jalan kehidupanku dan pahlawan-pahlawan dalam hidupku maka yang jadi aku menulis novel. Karena pahlawan bagiku adalah seseorang yang mempengaruhiku dalam mengambil keputusan besar atau kecil tapi membawah banyak perubahan significant. 

8 comments:

  1. Pahlawan itu bukan hanya mereka yang berjuang melawan penjajah ya. Tetapi yang bisa mempengaruhi hidup menjadi lebih baik lagiii...

    Sukses selalu mbaaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sukses selalu buat Mama Intan ya....
      Semoga ALLAH lancarkan segala rencana Mama Intan.
      Big Kiss for Intan :*

      Delete
  2. Waah... Perjalanannya panjang banget Kak. Tapi, keren. Aku juga dari kecil suka dagang. Masih SD aja udah jualan alat tulis. Dibawa ke sekolah pakai kantong plastik gede gitu. Wkwkwk...

    Eh, cuma bedanya sekarang malah kerja di bidang jurnalistik.

    Anyway, aku sependapat. Pahlawan adalah mereka yang berbuat baik, sebaik-baiknya untuk kehidupan, termasuk untuk kita.

    Semangat ya Kak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kerja di bidang jurnalistik cita-citaku ini dulu, keren banget....
      Sukses juga yaa :*

      Delete
  3. Pahlawan selalu ada kapanpun ya, bukan hanya yang berjuang meraih kemerdekaan dulu :)
    Saya selalu kagum dengan orang2 yang pandai berdagang, soalnya saya nggak pandai berdagang, lebih tepatnya karena tidak terbiasa kali ya, dulu waktu kecil pengen berdagang malah kena marah ortu hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak...semua orang yang kita temui yang hanya memberikan inspirasi, memberikan dorongan, pokoknya sedikit saja memberikan dampak baik yang meaningful buatku adalah Pahlawan.

      Berdagang ini lebih pada skill, mbak...ala bisa karena biasa meski pada beberapa orang emang ada bakat, hehehe.
      Sama kok sama nyanyi.

      Delete
  4. Pahlawan adalah seseorang yang mampu membangkitkan motivasi hidup kita kala merasa terpuruk. Dia bisa siapa saja yang spesial dalam hidup kita karena dekat secara emisional atau secara dukungan jarak jauh.
    Pahlawan adalah seseorang yang bikin kita merasa berharga untuk diri sendiri dan sesama.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepakat sekali, Mbak....
      You're a hero once you can change someone life.
      Sukses selalu dan terus menginspirasi, Mbak...

      Delete

Hai,

Terima kasih sudah membaca.
Silahkan tinggalkan komentar dan pendapat kamu di sini.

Terima kasih dan Salam Hangat dari Bali!

Cheers,