Banyak Cara Merawat Cinta

Pernikahanku masih menginjak usia 7 Maret tahun depan. Masalah? Ujian? Sudah kami hadapi semenjak menjelang pernikahan. Sampai hampir gagal menikah! Kejadian itu...

1. Sudah ada tanggal menikah, kurang lebih menjelang menikah aku masih jalan sama cowok lain. Karena dengan calon suami aku gak pacaran dan walaupun kami satu kota kami bertemu seminggu sekali itupun tidak lama. I feel so lonely and not loved. Tapi, ga ketahuan akhirnya...bubar sama cowok lain tersebut. 

2. Seminggu menjelang hari H Bunda operasi angkat rahim. Oh, my...udah rasanya malas mikirin nikah, maunya batalin saja. Tapi, lhamdulillah..support keluarga dan pasti atas ijin-NYA pernikahan itu tetap terjadi.


Setelah menikah, Mama suami minta kami tinggal bersamanya. Pertengkaran demi pertengkaran terjadi karena perbedaan adat keluarga masing-masing. Keluargaku yang hangat dan keluarga suami yang nafsi-nafsi alias "elu-gue" membuatku ga betah.

Dari hari keminggu, minggu ke bulan, butuh 4 bulan penyesuaian, tumbuh rasa hangat di hati, artinya aku mulai jatuh cinta. Maklum kami ga pacaran. Ternyata di balik keluarga suami yang cuek itu suamiku ini baik banget, perhatian. Tapi, bukan berarti masalah demi masalah tidak muncul. Masalah tetap muncul.

Alhamdulillah, di setiap masalah yang terjadi selalu ada conclusion dan refleksi masing-masing dari kami. Jadi, mau bilang kalau pertengkaran yang kemarin-kemarin terjadi itu mendewasakan kami. Cuma, hubungan yang mulus-mulus saja itu kadang bikin boring! HAHAHAHA.

Mengatasi rasa bosan dan menghangatkan cinta itu butuh perjuangan buat aku. Aku percaya suamiku sayang banget sama aku, cuman dia type childish yang ga gitu bisa ungkapkan cinta. Dengan kata lain dia ga romantis and I am the opposite.

Inti dari cerita ini adalah banyak cara merawat cinta  karena conflict, latar belakang setiap pernikahan itu berbeda ditambah perbedaan karakter masing-masing pasangan.

Dan aku ingin sharing cara merawat cinta dalam pernikahan yang kami jalani:

Pertama: Setiap pertengkaran usahakan mencari duduk permasalahan, pecahkan dan akhiri dengan kesepakatan bersama.

Kuncinya: saling menghormati dan komunikasi yang baik

Kedua: Jangan malu memulai memberikan perhatian  baik dalam bentuk verbal, tindakan berupa pelukan hangat pada pasangan.

Ketiga: Porsi sama dalam perihal mengurus hubungan dan mengurus rumah tangga. Mengurus hubungan? Seperti saling memperhatikan dan memahami masing-masing karakter. Rumah tangga? Misal masak, beberes, ga usah iri-irian kerjain sama-sama. Apalagi kalau punya anak, harus mendidik dan mengurus anak pun barengan meski porsi istri pasti lebih besar.

Suami Momong Si Kecil di Hari Libur

Kalau aku dan suami, saat suami di rumah dia yang akan mengurus si kecil. Apalagi kalau hari libur, dia akan kasih aku waktu bener-bener waktu bermalasan di tempat tidur. Tapi, aku juga ga hitungan melakukan pekerjaan rumah tangga seperti mencuci, setrika, memasak atau kadang bersih-bersih. Urusan seperti ini aku kerjakan sendiri karena suami juga ga pernah mewajibkan rumah harus super rapih dan bersih. Toh, kalau terlalu berantakan aku risih sendiri, hehehe. 

Keempat: Pillow Talk. Kami melakukannya, membicarakan hal yang ga penting sampai yang penting seperti pembicaraan apa yang suami suka, apa yang istri ga suka. Apa yang pasangan inginkan agar dia makin sayang sama kita. Tentu pembicaraan gak akan mulus ada malu-malu atau tidak terbuka, paling tidak kita ada waktu mengobrol santai.

Kelima: Beberapa orang "ngedate" cara recharge hubungan pernikahan. Kalau kami, karena punya anak kami sama-sama ga bisa jalan tanpa anak, jadi kami pergi makan, nonton atau jalan bertiga yang terjadwal.

Ada saatnya anak ikut Budhenya jalan-jalan, nah meski hanya di rumah itu menjadi waktu kami buat pacaran, hahaha. Walaupun belum juag dua jam akmi berdua bingung "Zafa apa kabar, ya?" atau "Duh...ga enak banget kalau ga ada Zafa" hahahaha.

Keenam: sesekali saling memberi hadiah, di hari special atau bukan. Kalau ada rejeki ya kasih aja. Kalau suami sukanya ngajak makan enak 🤣🤣 tiba-tiba nawarin makan kesukaan atau apa yang sedang aku inginkan.

Ketuju: Sex sehat dan saling menghargai. Jangan melakukan apa yang pasangan tidak suka dalam sex. Jangan tabu membahas urusan ranjang dengan pasangan walaupun dengan malu-malu ya harus dibicarakan.

Kedelapan: Berusaha selalu mesrah. Peluk dan cium setiap hari usahakan selalu ada.

Kesembilan: Kami sadar pernikahan kami karena Allah jadi saling memperbaiki diri dan berdoa agar keluarga kami dijaga dari segala gangguan.

Banyak sekali ya? Aslinya ga sih, karena semua hanya rangkaian hal-hal yang kami lakukan dalam keseharian. Kuncinya Saling Hormat & Komunikasi Yang Baik dengan hal itu insyallah cinta akan terpelihara. 

8 comments:

  1. Saya masih jomblo nih
    Jadi soal pertengkaran maupun sex sehat belum tahu kayak apa
    Maklum masih dibawah umur.
    Tapi tak apalah bisa menambah wawasan atau buat bekal jika nnati berkeluarga.
    Ada saran nih. Buat versi mobile ya juga dong. Biar saat dibuka lewat hape enak baca artikelnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga segera tidak jomblo ya Mas....
      Oh iya....thanks, Bang....sudah saya setting.

      Delete
  2. MAkasih banyak mba :)
    Semacam penyemangat dalam menebalkan cinta dalam hubungan *eaaa hehehe.

    kalau saya PRnya komunikasi nih, selalu bermasalah di komunikasi :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, Mbak...
      Makasih apresiasinya.
      Sebenarnya kalau sudah ada saling respect insyaallah komunikasi yang baik bisa dibangun. Belajar jujur, terbuka dan terus terang untuk keduanya.

      Delete
  3. Gw kok ketawa-ketawa sendiri yah bacanya, wkwkwkwk

    Anak cowok, jadi princess dong mbak di rumah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha,
      Beneran, Mas saya ini emang jadi princess di rumah.
      Apalagi kalau mereka lagi baik, semua melayani hahaha

      Delete
  4. Pillow talk kadang saya lakukan dengan suami kalau saya lagi sedih atau apalah. Kadang juga ada masalah denagn suami, tetap saja masih bisa diatasi.
    Yah, berat banget di awal-awal pernikahan itu.Jangan menyerah, kita harus berjuang, bersama pasangan.
    Oh ya, saya juga berharap tiada gangguan dalam rumah tangga kami dari pihak ketiga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, YaRabbalalaamin...
      Semoga keluarga kita senantiasa ALLAH lindungi dari segala gangguan ya, Mbak...

      Delete

Hai,

Terima kasih sudah membaca.
Silahkan tinggalkan komentar dan pendapat kamu di sini.

Terima kasih dan Salam Hangat dari Bali!

Cheers,