7 Kebaikan Budaya Antri


Antri ini sebenarnya budaya dari sebuah bangsa yang ramah seperti bangsa kita, bangsa Indonesia. Namun, karakter tidak sabar yang membuat budaya ini amburadul. Tapi, negara kita masih termasuk negara yang tertib kok dibandingkan negara berkembang lainnya di Asia Tenggara ini.

Namun, jika dipaksakan maka antri bisa memberikan dampak positive yang luar biasa terhadap kehidupan kita.

Pertama: Sabar, harus sabar menunggu antrian karena semua akan mendapatkan giliran. 

Kedua: Tenggang rasa, kita belajar menghormati kebutuhan orang lain. Jadi, bukan kita saja yang butuh cepat, semuanya. Kalau ingin cepat ya antri biar tertib.

Kedua: Urusan lancar, tentu saja bisa lebih lancar karena semua tertib. Lihat saja jalanan macet semakin macet saat orang-orang ga mau antri di jalur mereka masing-masing. Mobil masuk jalur motor dan sebaliknya, lalu jalan yang harusnya untuk 2 jalur dijadikan 3 jalur dan ketidak tertiban lainnya. Maka semrawut dan makin macetlah kondisi jalanan.

Ketiga: Memupuk disiplin, disiplin bisa dimulai dari hal kecil ya mengantri ini. Kalaupun memiliki kepentingan mendesak bertanyalah pada antriak di depan kita apakah dia mau memberikan antriaannya pada kita. Kalau di depan kita ada 10 orang berarti ya harus minta ijin ke 10orang tersebut. Ribet ya? Iya! Makanya antri!.

Keempat: positive vibe, karena antri jadinya tertib dan dipandang sejuk, tentu saja dapat memberikan positive vibe.

Kelima: Lebih bermartabat, mereka yang ga mau antri ini termasuk orang yang memang adab-nya sampaindi situ. Ga bisa ngerti kepentingan orang lain. 

Keenam: Membuat bahagia, kok bisa ya? Iya, bisa. Karena adanya pemandangan sejuk, tertib, baik yang antri atau pihak laim hatinya adem, selesai dengan tanpa rasa gelisah. Bahagia, deh. Hehehe

Ketuju: Lebih sosial, nah ini. Lebih sosial bagaimana? Tentunya, karena antrian panjang kita manfaatkan waktu buat ngobrol dengan antrian depan atau belakang kita, kenalan, networking, ga ada yang tahu kan kalau ternyata dia bisa menjadi potensial client, buyer, jodoh, camer dan lain sebagainya. Ketemunya dalam keadaan tertib, sunggug indah.

Setidaknya ada tujuh kebaikan saat kita mau budayakan antri, maska iya masih mau saling serobot. Bagaimana sahabat, memiliki pengalaman diserobot dalam antrian? 




View this post on Instagram

A post shared by Hanila PendarBintang (@pendarbintang) on

Comments

  1. Saya sejujurnya paling nggak suka antri mba, ga kuat berdirinya hahaha.
    Tapi bukan berarti saya suka motong antrian, malu saya kalau gitu.

    Yang saya lakukan adalah menghindari hal-hal yang antri jika memang kurang mendesak, misal antri di tempat makan yang ramai, mau seenak apapun mending saya cari yang lain.

    Antri di bank, saya lebih hati2 urusan bank, karena males ke bank dan antri :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Keren banget, Mbak bisa jujur begini namun Mbak-nya lebih keren jadinya menghindari hal-hal yang butuh antri. Xixixixi

      Delete
  2. Tapi kadang antri itu ada aja yg misal nyerobot,,
    ga habis pikir sama orang yang begitu,
    apalagi kl antri di lalu lintas,, duh semrawut

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ketidak tertiban di jalan yang paling bahaya

      Delete
  3. Tapi sekarang jamannya orang sok sibuk dan sok paling penting sendiri.
    Sehingga lebih suka menyerobot atau minta didahulukan. Tapi bagaimana lagi, memang seperti itu lagi trend budayanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, kalau saya yang paling serem itu di jalan. Pernah beberapa kali mobil kami mau nabrak motor dan mobil yang nylonong di bukan antriannya.

      Delete
  4. Bagus artikelnya. Tapi, mohon koreksi menurut KBBI yang baku itu antre bukan antri. Saya pun sempat menganggap antri yang baku, lebih enakeun soalnya hehe..

    ReplyDelete

Post a Comment