Pesaing Membuatku Lebih Bersemangat


Terlepas aku pernah declare kalau diriku ini adalah seorang introvert, menurut buku psikologi yang aku baca aku ini lebih mengarah sebagai orang dengan type kepribadian Koleris – Plegmatis yaitu gabungan antara sifat yang memiliki keinginan kuat, berani serta suka berkompetisi namun kalau bertemu sesuatu cenderung berpikir dalam-dalam dan ga asal. Penting ya tahu kita ini? Untuk seoarang marketer seperti aku, memiliki pengetahuan dasar seperti ini ada perlunya karena di sini nanti kita tahu bagaimana menyusun strategi saat bertemu dengan client yang memiliki berbagai macam type kerpibadian.

Misal ni, ketemu dengan client yang Sanguin – Koleris. Orang type kepribadian ini seneng banget dipuji. Mereka merasa penghargaan ada dalam pujian, namun mereka yang berani juga tidak menyukai kepalsuan. Jadi, tahu dong siapin strateginya gimana menghadapi dia?

Aku bisa bilang kalau aku ini cocok kerja sebagai sales dan marketing karena aku suka kompetisi, suka target sebagai tantangan. Kompetisi membuatku merasa kuat.


Kompetisi Sehat

Namun, kompetisi yang aku sukai adalah kompetisi yang sehat. Di mana kita diharusnya berlomba melakukan yang terbaik tanpa harus sikut menyikut. Jika, melihat ketidak wajaran di dalam kompetisi biasanya aku memilih mundur. Menang atau kalah berkompetisi dengan mereka tidak ada yang dibaggakan. Tidak melahirkan “PROUD” di dalam diri.

Kompetisi Membuatku Merasa Kuat

Kok bisa ya? Karena itu memang sudah type kepribadianku. Dengan adanya kompetisi biasanya aku terpacu untuk melakukan lebih baik dari yang aku lakukan biasanya. Kompetisi ini untuk aku seperti trigger yang membuat aku lebih bersemangat. Dan ini terjadi semenjak aku sekolah SD.

Jadi, dulu dari kelas 1 – 5 aku ini biasa-biasa saja, tidak pernah berprestasi layaknya Kakak dan adikku. Namun, saat kelas 6 aku bertemu dua sahabat cowok. Namanya Zainul dan Yuliono, kami sahabat karib. Main, makan, belajar bareng di rumahku. Namun, kami bersaing ketat. Asyiknya saya selalu posisi no. 1 walau selisih nilai kami hanya di koma-nya, hahahaha.

Kesimpulannya di sini, pesaing itu penting buat aku.

Namun, jangan ajak aku buat main sombong-sombongan. Aku ga bisa. Kalau pun aku menang itu artinya aku sudah melakukan yang terbaik dan kalau kalah artinya aku harus melakukan lebih baik. So, ga ada alasan buat sombong.

Pesaing atau Kompetitor Itu Sahabat yang Harus Digandeng

Untukku pesaing atau kompetitor bukanlah musuh yang harus dijauhi. Seperti ceritaku saat SD di atas, pesaing-pesaingku adalah sahabat baikku semua. Saat, ada saatnya aku menang dan ada saatnya kalah, keduanya sama-sama membuatku harus terus belajar lebih baik. Sampai sekarang aku ga berani bayangin apa jadinya kalau ga ada pesaing, mungkin hidupku gitu-gitu saja ya? Hehehe

Begitu pula di dunia bisnis yang sekarang aku tekuni. Saat kami menghadiri sebuah tender atau undangan satu potensial client yang biasanya ditandingkan memang dari segi harga, kualitas dan pelayanan. Aku pun berkenalan dan bercengkeramah dengan baik dengan mereka. Terkadang dari situ kita tahu beberapa informasi yang membantu kita untuk di next project jika pun project saat ini tidak dapat. Kalau pun dapat, terkadang tercipta juga mutualan.

Tapi, ni…aku nggak banget jika diajak kompetisi dalam hal kekayaan, penampilan, belanja, keren-kerenan apalah itu biasanya khas perempuan. Sama sekali ga tertarik! Karena aku tahu apa yang kumau, kusuka dan kubutuhkan.

Walau demikian, pasti ada ya competitor atau pesaing yang nakal. Gimana menghadapi yang nakal ini? Aku sih ga pernah melakukan perlawanan, hanya pembuktian saja. Jadi, perlawananku ya melakukan pekerjaanku dengan sebaik mungkin so that people know and realize to not put me down, hahaha.

Dan kesimpulannya sih, tidak ada persaingan tidak sehat kecuali kita mulai tidak jujur atau curang. Have a cool competition in this beautiful life!

No comments:

Post a Comment

Hai,

Terima kasih sudah membaca.
Silahkan tinggalkan komentar dan pendapat kamu di sini.

Terima kasih dan Salam Hangat dari Bali!

Cheers,