Ngantor Sekaligus Nongkrong Cantik, Ayuk!


Ngafe sambil kerja ini sih kegiatanku saat masih kerja kantoran dulu. Apalagi Bali sering mati lampu dan aku ini ga boleh ga kerja. Teman-teman lain saat mati lampu boleh santai, kalau aku mana boleh? Ada banyak tuh penawaran harus dibuat, proposal harus dikirim, email harus dibalas. Belum lagi chat Skype harus ditanggepin.

Makanya, begitu lampu mati boss langsung intruksikan "find some place with good internet and work from there" eala...Pak Boss. Dianya pulang wakawaka, namanya juga boss. 

Karena seringnya (artinya dulu Bali emang seringnya kebangeten mati lampunya dan bisa seharian lho!) Mas dan mbak-mbak di Kafenya hafal. Kalau aku datang nunjuk sudut paling jarang didudukin orang karena di ujung dan pojokan gitu biar banyak distruksi dan di pelototin orang yang mungkin mengincat meja kita, hahahaa.

Jadi, agar mbak-mbak sama mas-masnya ga ngusir aku karena kelamaan dan keseringan nongkrong aku ya kenalan sama mereka. Awalnya ajak ngobrol saja sih, lalu sering chit chat ringan. Tanyakan hal-hal yang menarik. Kaya "kapan liburnya, mbak?" Atau "ga kencan ni?" Kadang kala ya bagi-bagi voucher atau apa gitu sama mereka. Pokoknya menjadikan mereka teman. Ya, kan mereka ga tega ngusir teman.

 Bersikap friendly ke siapa saja ini banyak manfaatnya lho. Bahkan, sampai sekarang ni kalau aku sales call ke hotel-hotel kan harus melewati pos security, ya aku bersikap friendly sama mereka. Ngobrol, tertawa kadang aku lempar joke saat melewati proses pengecheckan ID. Akhirnya jika beberapa kali ke hotel tersebut mereka hafal sama aku. Dan next, misal aku ada masalah kecil apa gitu, kaya lupa bawah ID mereka kasih lah aku masuk karena mereka tahu aku.

Sedang kalau di Kafe yang baru pertama aku datangin sih biasanya aku ya bilang saja, minta ijin dan bertanya apakah boleh atau bisa? Rata-rata dari pengalamanku ga pernah ada yang bilang "ga boleh!" Atau "maaf ga bisa" karena mereka menciptakan tempat cozy agar kita betah berlama-lama di sana juga kan? Dengan lama di sana kan otomatis mendongkrak penjualan mereka, true? Masa iya kita lama-lama di sana ga laper atau haus. Kalau pun gak, pas ga sengaja lihat meja lain disajikan makanan menggiurkan atau mencium aromanya pasti ingin, hahaha.

Ya begitulah...bagiku nebeng kerja di Cafe selama ini belum pernah mengalami. Kalaupun ada yang menatap penuh tanda tanya "kok ga cabut-cabut sih?" Aku akan nyeletuk saja "sorry mas, ya...saya di sini lamaan, ada kerjaan harus saya kirim sekarang".

Last but not least, tips aku sih simple kalau kita ingin ga diusir dari sebuah Kafe pas kita numpang nongkrong lama-lama buat kerja yaitu

Pertama komunikasi dan menghormati mereka, hehehe.
Hormat ini artinya ya kita harus tahu diri ya? Jangan sampai ga beli apa-apa hanya numpang kerja saja, ini sih benalu banget. Tetep beli makanan mereka secukupnya kita makan.

Kedua, bantu promosi via jejaring social atau media social. Dengan pasang status kalau kita sedang di sana dan bilang mbak dan masnya ramah-ramah. Makanannya enak dan lain sebagainya. Lalu boleh ditunjukin kemereka kalau misal ga bisa mention mereka (mereka ga punya social media). Tapi, di mana ada tempat usaha tanpa Media Social jaman sekarang, ya?

Have FUN!

Comments