Mengenal Profesi Blogger dari Sudut Pandang Marketing


Dulu pada awal aku kenal blog, mungkin saat itu di awal 2000-an, aku membuat blog di blogger.com yang isinya full puisi dan curhatan, yang baca hanya teman-teman chat di Yahoo Massenger. Catet, aku lahir di jaman chat Yahoo Massenger, wakkakakka

Lalu, karena kesibukan belajar dan bekerja aku lama sekali nggak ngeblog. Di samping karena lupa password dan emailnya itu udah ga bisa dibuka pula. Tapi, blog-nya sih masih ada sampai sekarang. Terakhir posting Januari 2009. Hahahaha


Aku ngeblog lagi saat sudah di Bali di tahun 2011. Saat itu ngeblog benar-benar menjadi sarana therapy, hobby dan sosialisasi. Dari ngeblog ini aku mengenal banyak sahabat dari berbagai propinsi di Indonesia. Kami tidak hanya bersahabat akan tetapi seperti saudara.  Ini ciri khas blogger yang nge-hits di tahun 2011. Yaitu kentalnya persaudaraan. Karena saat itu Blogger belum menjadi Profesi.

Kalau aku tidak salah, blogger mulai marak monetizing itu di tahun 2015 – 2016. Di sini mulai blogger-blogger jadul pensiun.  Mungkin, karena mereka kesibukan atau mungkin juga karena berpikir ngeblog sudah tidak asyik lagi. Entahlah.

Beberapa teman mengaku, mereka malas karena blogger-blogger sekarang mulai suka mengkotak-kotakkan. Mereka matre. Aku sendiri sempat beberapa kali vacuum ga ngeblog meskipun nulis di banyak media tetap jalan. Medianya bisa di note HP atau hanya simpan di word, hehehe.

Namun, yaitu…aku bukan blogger professional yang mengejar “job” atau “undangan” namun, aku tidak mau melewatkan namanya opportunity atau peluang yang muncul di depan mata. Aku berpikir, pekerjaanku ini di bidang sales and marketing, kemampuan menulis, berpengetahuan itu penting. Apa salahnya aku tetap ngeblog, sambil berbagi. Apalagi menulis sudah menjadi kebutuhanku.



Blogger pun dibagi dalam berbagai macam category ada yang blogger tekno, life style, beauty, travel, foody, politik dan lain sebagainya. Mereka memilih niche yang sesuai dengan kegemaran mereka masing-masing.

Seperti aku misalnya, aku lebih suka menulis tentang marketing, parenting dan perihal gaya hidup. Karena rasanya asyik saja dan itu ga jauh-jauh dari kehidupanku.

Blogger dari Segi Marketing

Blogger dari segi marketing berfungsi sebagai media yang membantu menyiarkan sebuah brand. Menyiarkan ini bisa meliputi: branding dan rebranding, launching product baru, dan meningkatkan penjualan.

Jadi, blogger harus faham tugasnya apa kalau menerima job dari sebuah brand. Ya, mereka harus bisa memposisikan diri sebagai “Tim Marketing”.

Namun, ada juga blogger yang dibayar untuk opininya agar sebuah topik itu menjadi selalu hangat. Biasanya ini masuk juga pada golongan buzzer. Karena sebuah brand juga butuh Buzzer.

Diharapkan, jika kita sudah dibayar untuk menuliskan sesuatu oleh sebuah brand atau lebih enak disebut client ada baiknya kita memposisikan diri kita sebagai “tim marketing” mereka yang faham dengan sasaran dan target tulisan kita apa?.

Dari blogger tim marketing biasanya juga berharap mendapatkan review dari sudut pandang mereka yang nantinya pendapat mereka tentu saja dapat menarik lebih banyak customer/client atau calon lead yang akan ditutup dengan closing oleh tim sales.

Blogger Karbitan

Dari mulai nge-hitnya profesi blogger ini, banyak orang mulai melirik profesi “Blogger” sehingga muncullah istilah “Blogger Karbitan” dari sisi marketing ga ada masalah kok. Karena karbitan pun jika dia terus memperdalam skill menulis dan skill lain yang mendukung tulisannya mereka ga akan kalah dengan yang belajar dalam proses lama. Karena semua ada ilmunya. Karena Blogger ga serta merta menjadi profesional apalagi berharap dapat job padahal nulis pun jarang. Semua berproses.

Untuk yang selama ini dilabelin Blogger Karbitan ga usah berkecil hati dan baper. Terus tingkatkan saja skill kita dan konsisten menulis. Usaha ga akan mengkhianati hasil kok.

Blogger & Etika


Nah, sekarang bicara tentang etika. Seperti profesi lain, blogger juga ada etika atau aturan-aturan baik tertulis atau pun tidak. 
  1. Blogger itu harus memiliki blog, menulis di blog, update blog bukan pas dapat job saja
  2. Jangan nyrobot job teman
  3. Ga usah pamer prestasi, mendingan tulis di dalam portfolio atau rate card (beberapa blogger professional, Influencer memiliki rate card yang dibikin sepertu CV) yang berguna untuk melamar atau propose jobs ke client.
  4. Mengerjakan kewajiban sebagai seorang blogger sesuai SOP yang disepakati
  5. Menerima double job dari brand competitor
  6. Dan banyak lagi aturan main lainnya yang biasanya disesuaikan juga dengan client

Blogger dan Komunikasi

Seorang blogger dari sudut pandang marketing di nilai lebih memiliki skill berkomunikasi yang lebih baik dalam menyampaikan pendapat apalagi dalam bermedia social. Dengan gaya bahasa dan menulisnya mereka terbiasa juga menyusun kata-kata yang bagus untuk menarik perhatian.

Jadi, jangan heran jika blogger akhirnya juga melirik posisi influencer yang tugasnya mempengaruhi orang.

Kalau aku, sebagai marketer sekaligus blogger, kemampuan menulisku aku palikasikan dalam menyusun email atau wording dalam catalog, flyer, iklan dan media marketing lainnya.

Aku seorang marketer, untuk saat ini sih belum butuh blogger dalam branding atau campaign product usaha kami, tapi ga menutup kemungkinan kami butuh. Kalian kah yang akan kami tunjuk?

Comments

  1. Emang mba jadi blogger itu sekarang juga mesti pinter branding dan marketing juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak.
      Blogger pun ga serta profesional kalau mau profesional harus terus upgrade skill dan kualitas diri.

      Delete
  2. Saya juga cuma blogger karbitan yang tidak ingin terkotak-kotak, kangen ngeblog jaman dulu dimana banyak giveaway yang menarik.... :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Say apikir semua blogger butuh dikarbit ibarat pisang itu biar mateng, karbitnya ya ilmu-ilmu tersebut, wakakkaka. Btw, kirain cuma saya yang kangen Give Away kaya dulu. Berarti harus ada yang memprakarsai ini nanti ya buat bikin Give Away.

      Delete

Post a Comment