CARA JITU BASMI HAMAH “GENGSI”


Suatu hari, ada seorang teman bertanya dan konsul gitu, dia bilang ingin belajar jualan. Akan tetapi dia ini orangnya gengsian. Sebagai teman, aku tuh seneng banget jika bisa membantu. Lagipula, ilmu ga akan habis juga kan kalau dibagi.

Tapi, gengsi? Hehehe, gengsi ini bukan penyakit tapi hamah, jadi harus dimusnahkan.

Akan tetapi, chat mengalir dan sepertinya dia tidak serius ingin belajar, lalu kubilang saja "kalau mau belajar jualan ya buang dulu gengsinya. Jualan itu pekerjaan yang ga menyenangkan kalau kita banyak gensi" chat terhenti di situ. Dan berawal dari percakapan tersebut, akhirnya bisa rangkum juga tips and trik buat ngehilangin hama namanyaGENGSI.

Bisa hilang ya gengsi ini? Bisa! Kalau cara cepatnya bisa dijawab, ngilangin gengsi ya cuek, tapi butuh beberapa hal ni….yuk kita bahas secara detail.


Pertama : Great Will

Kita harus punya senjata bernama GREAT WILL kemauan yang kuat untuk melakukan sesuatu. Tanpa ini, maka semua usaha dan atau senjata di nomer-nomer berikutnya akan menjadi tumpul dan tidak berguna.

Keinginan kuat dari dalam diri ini mematikan segala bentuk emosi negative yang membuat kita menyerah. Membunuh dengan ganas rasa malas, rasa menundah, rasa putus asah, rasa-rasa ga bisa dan rasa-rasanya......hahahaha

Kedua : Motivation & Goal

Karena sudah memiliki keinginan kuat maka dari dalam diri kita akan menciptakan self motivation dan keinginan untuk menciptakan senjata lain yaitu set up goal dan berusaha menggapainya. Mengaktifkan tombol "ON" pada "achieving the target"

Banyak banget orang yang ingin sukses jualan tapi malas. Dia inginnya instan. Siapapun bisa bisnis and jualan tapi ya kuncinya jangan malas. Harus mau gerak. Motivasi ini harus kuat dan goal itu juga jelas.

Ketiga : Grateful

Banyak bersyukur karena sudah memiliki senjata kuat seperti Great Will dan Motivation & Goal ga semua orang memilikinya. Maka syukuri dengan arti sesungguhnya. tidak hanya dalam lisan. Tapi dalam hati, sikap dan tindakan. Tentu bukan hal yang mudah karena kita semua masih terus berproses dan belajar dalam hal ini.

Keempat : Self Confidence & Proud

Kalau tiga senjata ada di tangan, saya pikir senjata keempat ini akan mengikuti. Meski hadirnya secara perlahan, ibaratnya senjata itu pertama muncul maya maka saat semakin kuat semakin nyata senjatanya dan dapat dipegang.

Kalau punya rasa percaya diri dan Kebanggaan terhadap diri sendiri maka kita akan berpikir "buat apa gengsi?" kita kan ga makan gengsi.

Plus, ini kalau aku pribadi. Aku kan suka jalan kaki sendiri terkadang, sering banget kalau aku cerita ada yang bertanya "gak malu, mbak?" lha, jalan kaki emang hal malu-maluin ya? tak kasih tunjuk ini di aplikasi punya alat penghitung langkah yang sengaja kuinstall bahkan kadang aku pasang target, meski jarang tercapai Wakakakaka.

Pikiranku selalu begini "apa yang saku lakukan itu keren, orang-orang banyak yang ingin melakukan apa yang kulakukan tapi ga berani" xixixixixi. Pokoknya aku keren saja. hahahaha.

Begitu juga saat kita harus melakukan sales call, menuju ke pintu security, mau ketemu purchasing atau siapalah, kenapa harus malu? yang begini semua orang melakukannya. Dan yang begini ini keren lho, karena hanya orang-orang tertentu yang berani melakukannya. 

Jadi, sahabat semua, kalian semua yang tergabung berani melangkah dan melakukannya sangat-sangat keren!

5 comments:

  1. Bagus mba. Sangat berguna jika saya baca dan betul dipraktekkan.

    Makasih mba mau saya bookmark dulu hehehe ��

    ReplyDelete
  2. ALhamdulillah kalau bisa bermanfaat :)
    Terima kasih apresiasinya, yaaakkk

    ReplyDelete
  3. Bener juga, ya? Thanks artikelnya mbak.. kita nggak akan pernah kenyang makan gengsi ya? Wkwkk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahah, so true Mbak....
      Saya suka gemes saja kalau ketemu teman yang dikit2 bilang gengsi.
      soalnya gak PD dan gengsi itu beda.

      Delete
  4. Betul.
    Apalah arti kuliah marketing dan punya barang-barang dan produk keren ini itu, kalahhh semua oleh rasa malu.

    Saya mengalami. Dulu, pertama mulai bisnis ya nawarin dagangan door to door. Ya Alloh. Maluuu...banget.
    Setelah benteng ini berhasil diruntuhkan, sekarang, mau jual apa saja, lewat, pokonya. Hehe

    ReplyDelete