3 Tips Psikologi Penjulan ini Bikin Kamu Closing Banyak!


Kalau kata orang pada umumnya, para motivator yang mungkin merangkap pula sebagai pebisnis sukses karena basic mereka jadi motivator adalah bisnis mereka, mereka sharing motivasi ya focus motivasi saja.

Mereka tidak memberikan ilmu mereka, trik-trik yang mereka pakai dalam menjalankan bisnis mereka.

Tapi, di sini karena kita belajar bareng jadi kita saling memotivasi sekaligus belajar trik menjalankan bisnis bersama-sama. Insyallah bermanfaan jika diterapkan.

Setidaknya ada 3 Tips Psikologi Penjulan Yang Harus Kita Kuasai sehingga kita bisa masuk dan melihat isi kepala pelanggan atau calon pelanggan kita.


Memang, diakui hal ini labih manjur buat mereka yang langsung jualan product langsung ke decision maker dan atau end user tapi tetap butuh kita mastering karena ilmu penjualan di mana-mana akan aslinya sama saja hanya beda bidang dan kondisi sehingga butuh adjusment.

Mari kita pelajari bersama, apa saja 3 Tips tersebut

Pertama: Memahami Habituasi.

Habituasi atau penyesuaian terhadap suatu hal adalah hal besar yang dialami oleh banyal tenaga pemasaran seperti  kita ini.

Contohnya adalah pada kehidupan kita sendiri saja, entah setiap hari berapa email penawaran masuk, telpon penawaran, vidio dan lain sebagainya, otak kita terbiasa dengan hal ini maka kita tidak tergugah ingin membaca sampai selesai, mendengar sampai tuntas, bahkan yang lebih buruk langsung skip Jkenapa demikian? Karena itu sudah biasa.

Yang kita butuhkan adalah Pembeda. Bagaimana approaching mereka dengan cara berbeda sehingga tidak dicueki?

Tentu saja bukan hal yang mudah, hampir setiap hari kami di DeZavo berpikir bagaimana melakukan innovasi. Bukan cuma di product tapi di pelayanan dan juga approaching.

Kadang bikin flyer bergerak-lah, vidio products, vidio tentang produksi dan lain sebagainya. Semua ini demi mendapatkan atensi agar ga dicueki seperti penawaran lainnya.

Yang Kedua: Jangan Berisik

Ini menarik dibahas. Kami pribadi terkadang sudah menahan diri ga reseh dan terlalu mengganggi client dalam lakukan follow up akan tetapi, terkadang client masih merasa terganggu.

Sebab, mungkin kondisi psikis si client saat itu sedang dalam banyak tekanan makanya dia cenderung menarik diri, atau meskipun jarang follow upnya tapi kalimat yang kita pakai kesannya "noisy" banget? Bisa jadi. Kalau iya, maka kita harus lakukan evaluasi terhadap approaching kita.

Saat kerja ikut orang aku sering kena kasus ini, kenapa? Karema aku harus lakukan apa kata director of salesku, aslinya aku ga mau karena aku kan yang selama ini berkomunikasi dengan mereka, jadi aku faham psikologi mereka karena kenal karakter mereka.

Belajar merangkai kata yang tidak berdampak menyebalkan harus kita mulai dari sekarang. Agar orang happy membaca pesan kita, follow up kita ga berkesan follow up. Halus aja mainnya.

Beberapa orang biasa main kasar, tapi 95% orang suka main halus JJ

Yang Ketiga: Komitment Untuk Konsisten

Strategi psikologi penjualan terbesar dan paling effective adalah konsistensi untuk terus berjalan di jalan yang sudah kita buat.

Konsistensi Tim kami membuat catalog baru setiap bulan, memberi adv. flyer setiap hari agar sahabat konsistem membagikannya di halamam Linkedin.

Untuk aku sih, memang ku akui, aku lacking di sini, di mana web, sosmed  yang kupegang sepertinya tidak konsisten updatenya. Tapi, paling tidak aku selalu berusaha melakukannya.

Oleh karena itu ada sesi sharing di sini agar kita bisa saling mengingatkan.

Ayo gerak dan senantiasa bersemangat agar rejeki ngikutin kita J

2 comments:

  1. Betul sekali saya jualan online agak sulit closing karena tidak konsisten seperti malas upload produk baru dan cenderung mengandalkan produk lama yang peminatnya menurun

    ReplyDelete
  2. Konsistensi emang dibutuhkan, ya Mbak.
    Sebenarnya ini ga cuma di persoalan jualan tapi dalam hal apapun, hehehe

    ReplyDelete