Revitalisasi Semangat Setelah Liburan

Artikel singkat ini sebenarnya ingin aku posting sudah beberapa minggu lalu, karena tinggal copy paste saja dari group What's Up "DeZavo Indonesia". Seru banget, ya di DeZavo itu, bisa belajar bareng tentang ilmu penjualan, product-product hospitality sekaligus pengembangan diri. Pamer sedikit, hehehe.

Kira-kira sebulanan tidak ada sharing di group selepas liburan panjang lebaran, jadi boro-boro mau update blog ini. Bukan disebabkan oleh malas berkepanjangan atau penyakit sejenisnya melainkan, kami langsung sibuk bahkan dapat dibilang hectic. Aku pun yang hanya dapat libur satu minggu, terkena sakit karena kecapekan, ya kecapekan liburan, wakakkaka. Tapi, bener ini aku sakit karena kecapekan yang disebabkan perjalanan darat yang kami tempuh. Ya, usia tidak bisa bohong karena aku kalah sama si kecil yang berusia 4 tahun malah seger buger dan mau nambah-nambah saja kalau masalah jaln-jalan and liburan.


Kalau dipikir, ternyata yang bikin orang happy, ga ngerasa capek dan terus bersemangat itu adalah bahagia, bersemangat dan ga banyak mikir akan kekhawatiran ini dan itu! Akur? Hahaha.

Tapi, kalau urusan kerja memang ceritanya beda. Setelah libur panjang tersebut, sudah sangat wajar kiranya kalau tida-tiba kita ada rasa keterusan ingin libur karena setelah kesibukan atau bahkan kehectikan yang kadang membuat kita sampai skip makan (kalau bisa jangan atas nama kesehatan) tiba-tiba saja kita mendapatkan jedah yang lumayan panjang.

Lantas, adakah trik merevitalisasi semangat buat bekerja sendiri. Berikut tips buat revitalisasi semangat ala kami atau ala saya?Semoga bermanfaat 😘
  1. Ingatkan diri kita kembali akan motivasi kenapa sih aku harus tetap bergerak, tetap bekerja? Goal mana goal? Tujuan mana tujuan? Harus diingatkan kembali diri kita dengan apa yang menjadi pendorong diri kita buat bergerak.
  2. Aktif dalam komunitas kerja kita. Aktif saja di group, mulai ngobrol dengan rekan team. Carilah atmosphere yang penuh semangat di sana, bangkitkan secara perlahan. 
  3. Aktif kembali secara perlahan. Lawan rasa malas tapi tidak perlu langsung 100% tapi perlahan lakukan rutinitas yang biasa kita kerjakan sebelum liburan. Sedikit demi sedikit tapi tetap konsisten sampai semangat full kita kembali seperti sedia kalah. 
  4. Follow up beberapa client yang sempat hangat dan menjadi dingin karena liburan. Kalau email ga mempan coba komunikasi lebih private lewat What’s up, telpon atau bikin janji jika memungkinkan.
  5. Bikin project dan target sendiri. Misalkan: aku harus mendapatkan contact A, B, C dan D dan membuat janji minimal 5 janji selama sebulan ini.
  6. Bagikan semangat dan ketulusan kepada client kita. Dengan mengirimkan kartu ucapan dan harapan semoga dia mendapatkan hari yang  baik, keberuntungan yang baik dan sebagainya. Kita berhubungan dengan manusia jadi manusia akan gampang tersentuh dengan “sikap tulus” bagikan ketulusan tersebut makan kita akan selalu diingat. Kalau ada yang kesulitan mengirimkan kartu ucapan dan berbagi ketulusan ini bisa langsung japri.
  7. Mengingat “Bahwasannya Tuhan senang dengan hamba-NYA yang berkarya bukan yang berdiam diri” maka kita harus terus bergerak. Carilah quote atau kata-lata penyemangat untuk memaksa kita membangkitkan semangat dari dalam diri kita.
Jika sekiranya kita sudah melakukan semua 7 langkah di atas tapi tetap merasah tidak bersemangat, berarti harus ada yang kita evaluasi atau review kembali tentang pekerjaan pilihan kita, jangan-jangan kita mengerjakan hal yang tidak kita inginkan, apakah pekerjaan ini passionku? Pekerjaan yang aku inginkan?

Yes, di waktu lain kita akan belajar kembali mengenali pekerjaan menurut passion kita.













No comments:

Post a Comment