Memperkuat Motivasi Dari Dalam Diri

Sebelum kita bahas bagaimana memperkuat motivasi dari dalam diri,  kita coba definisikan motivasi untuk dir kita masing-masing.

Kalau buat aku sih motivasi adalah dorongan dari dalam diri untuk melakukan sesuatu sampai selesai dan hasilnya memuaskan semua pihak. Dan kita melakukannya dengan antusias dan semangat

Pertanyaannya : Apakah selama ini kita sudah melakukan perkerjaan yang kita pilih sesuai dengan definisi "motivasi" tersebut di atas? Jika belum, berarti motivasi dalam diri kita kurang.

Kurang termotivasi bukan berarti ga punya motivasi. Yang perlu dilakukan adalah memperkuat motivasi dari dalam diri kita.

Motivasi dan Gairah Kerja

Masih berhubungan dengan sharing artikel sebelumnya, kali ini aku ingin menullis ulang apa yang sudah aku share di Group WAG tentang "Motivasi dan Gairah Kerja. Karena dua hal ini adalah yang dpt mempengaruhi hasil kerja kita. 

Kerja tanpa adanya motivasi dan juga gairah seakan membuat apa yang kita kerjakan bahkan hidup kita rasanya flat, hambar dan sia-sia.

Untuk yang saat ini ada di posisi merasa "ah..kok hidupku begini banget ya rasanya?" Meskipun terkadang tidak ada yang salah juga dengan hidup yang begitu-begitu saja. Namun, yuk, kita check kadar gairah kita di setiap aspek. Siapa tahu, kalau sudah ketemu di mana letak gairahnya akan terjadi perubahan drastis yang pastinya lebih baik.

Revitalisasi Semangat Setelah Liburan

Artikel singkat ini sebenarnya ingin aku posting sudah beberapa minggu lalu, karena tinggal copy paste saja dari group What's Up "DeZavo Indonesia". Seru banget, ya di DeZavo itu, bisa belajar bareng tentang ilmu penjualan, product-product hospitality sekaligus pengembangan diri. Pamer sedikit, hehehe.

Kira-kira sebulanan tidak ada sharing di group selepas liburan panjang lebaran, jadi boro-boro mau update blog ini. Bukan disebabkan oleh malas berkepanjangan atau penyakit sejenisnya melainkan, kami langsung sibuk bahkan dapat dibilang hectic. Aku pun yang hanya dapat libur satu minggu, terkena sakit karena kecapekan, ya kecapekan liburan, wakakkaka. Tapi, bener ini aku sakit karena kecapekan yang disebabkan perjalanan darat yang kami tempuh. Ya, usia tidak bisa bohong karena aku kalah sama si kecil yang berusia 4 tahun malah seger buger dan mau nambah-nambah saja kalau masalah jaln-jalan and liburan.

JANJI - Part 3


"Mungkin aku sebagian dari masa lalu yang sudah terhapus oleh waktu. Namun, sebuah janji telah memanggilku  kesini. Sekarang, bersamamu" Pungkasnya singkat dan susah kumngerti. Kalimat itu terdengar seperti kiasan yang sengaja dibuat agar orang semakin bingung. 

Kudekati pria itu, dan aku berusaha menengok mukanya lebih dekat. Tentu saja aku harus memberanikan diri jika ingin mendapatkan jawaban jika tidak maka percuma aku hanya menyimpan penasaran dalam hatiku.

Aku sudah mendapatkan karakterku kembali. Ku ambil tangan pria itu, sangat dingin. Sambil terus kutatap lekat wajahnya yang teduh. Sangat teduh. Mengingatkanku pada seseorang di masa remajaku, tapi aku lupa siapa. Yang jelas aku pernah mlihatnya. Garis rahang yang tegas, alis panjang yang tebal dan kelopak mata yang memanjang. Tapi, siapa? Segera ku tepis pikiranku tentang orang di masa laluku. Aku mencoba tersenyum tenang. Meskipun itu bohong sekali. Aku tidak lagi tenang. Aku sedang gunda gulana.