Potty Training

Zafa baru lepas diapers saat usianya 3tahun. Terhitung terlambat, ya kalau dibandingkan dengan teman-temannya yang lain. Akan tetapi, bisa jadi tidak juga, hehehe.

Kenapa belum juga lepas diapers?

Ya, pertanyaan itu kerap menyerangku. Ada yang mengatakan aku malas, aku tidak telaten dalam mengajari Zafa untuk potty training. Hm, ada benarnya. Mungkin salah satu alasan Zafa tidak lepas diapers seperti anak-anak kebanyakan di usia 1.5 - 2 tahun rata-rata memang emaknya ini malas.

Eh, tapi semua ada ceritanya. Kami sudah membeli potty training plate agar anak-anak nyaman dari Zafa usia satu tahun akan tetapi setiap anak didudukin di situ dia menangis, seperti takut. Mungkin, dia takut karena di pantatnya lobang ada rasa takut jatuh dan kakinya menggantung. Aku coba memberinya kursi pijakan, akan tetapi belum juga berhasil.

Sebenarnya di usia 2 tahun dia sudah mulai tahu, itu pipis dan pupup. Cuma, dia belum faham kapan dan bila mana rasanya mau pipis dan pupup. Karena anak sering menangis kalau dipaksa, akhirnya suami bilang "Jangan bikin anak trauma, biarin deh. Entar kalau sudah besar pasti juga malu sendiri".

Setuju dengan pendapat suami. Tapi, akhirnya aku cuek sih. Kalaupun orang memberikan tips-nya aku harus begini dan begitu aku iya-in saja. Karena apa? Mereka ga tahu kan Zafa ini anaknya seperti apa dan masing-masing anak karakter berbeda. Aku percaya Zafa ini anaknya punya personality yang amazing dari bayi. Banyak hal yang para orang tua harus mengajari anaknya dengan susah payah tidak pada Zafa, dia cukup mengamati, menyerap, menyimpan di otaknya dan taaarrraaa....bikin kejutan. Seperti halnya dengan potty training ini.

Meletakkan Kepercayaan Pada Anak

Aku letakkan kepercayaan pada Zafa bahwa nanti pada akhirnya dia akan berkemauan sendiri untuk lepas diapers. Jadi, suatu hari kami jalan-jalan, saya ajak Zafa beli celana dalam buat dia. Dia tanya buat apa celana dalam? Kenapa harus pakai celana dalam? Saya jelaskan dengan detail. Amaszingly, besoknya dia mau saya pakaikan celana dalam dan pas mau pipis bilang. Besoknya juga begitu dan begitu seterusnya.

Potty Training tanpa paksaan, dia tahu apa yang harus dia lakukan. Bahkan di hari ke-3 dia sudah tidur tanpa diapers dan tidak mengompol hahahaha.

Saran buat para mommies, kalau mau melatih atau mengajari anak sesuatu jangan pakai paksaan sampai anak menangis. Just enjoy dan berikan anak-anak kita kepercayaan yang tulus dari dalam hati kita. Anak-anak bisa merasakannya, kok karena kita ini Ibunya. :)

No comments:

Post a Comment