Homesick

HOMESICK, belakangan aku sering banget merasakan yang namanya homesick. Saat tidur sayup-sayup mendengarkan suara Bunda atau Papa, pas bangun? Ah.....ternyata aku di atas tempat tidur ini dan suara itu hanya mimpi. Pernah juga, tiba-tiba aku merasa seolah nyata, Bunda datang ke Bali, dia mabuk darat karena datang  bersama Kakak dengan mobil, bahkan aku pun sempat mencoba bangunin suami mau ngajakin ke dokter anterin Bunda, tapi....ya lagi-lagi itu mimpi rasa nyata.

Berasa aneh mungkin untuk anak seusiaku yang bukan anak-anak lagi, melainkan ibu dari seorang anak masih saja homesick, kangen dengan rumah. Hiks,  buat aku jika membicarakan rumah itu Bunda dan Papa dan itu sangat sensitif. Selalu berkaca-kaca kalau bicarain mereka.


Segitunya, ya? Iya! karena aku sangat menyayangi mereka. Aku bertahan saat kondisi down juga demi mereka, sampai sekarang. Meskipun aku sekarang memiliki seorang anak yang juga menjadi motivasiku untuk terus bangkit dari keterpurukan. Alhamdulillah.

Bunda dan Papa bukanlah orang tua sempurnah, akan tetapi jika Allah memberiku kesempatan lagi ingin menjadi anak siapa, aku ingin menjadi anak mereka kembali. Akan kuperbaiki semua kesalahanku.

Rumahku adalah mereka, di mana kasih dan sayang tercurahkan. 

Suka geram kan kalau melihat anak-anak yang tidak menyayangi orang tuanya? tidak sopan apalagi yang meremehkan orang tuanya. 

Semoga semua mahluk berbahagia. Jadi bingung, kalau udah nulis tentang Bunda dan Papa bawaannya serius mulu deh.

Zafa kecil dan Kakak Ken di pelukan Bunda, Bundaku cantik ya? pantesan Papa terkapar tak berdaya dulu hehehe



Comments