Cordlife : Pregnancy Journey


Perjalanan menjadi ibu bukanlah perkara gampang, karena di saat kita memutuskan menikah belum tentu kita langsung siap menjadi orang tua, dalam hal ini menjadi seorang ibu.

Begitu pula dengan aku. Kilas balik, lima tahun kebelakang, saat suami mengatakan ingin memiliki anak aku menolak, karena aku takut banyak yang akam berubah dalam hidupku dengan kehadiran anak. Bagaimana dengan karirku? Dan yang paling membuatku khawatir adalah mampukah aku menjadi orang tua? Bagaimana jika setelah punya anak aku gemuk? Paranoid yang dialami para calon Ibu ini aku yakin dialami oleh banyak perempuan.




Hari ini, Cordlife membuat acara "Pregnancy Journey" di sana kami di pertemukan dengan Dr. Mintareja Teguh, Spog yang memberikan banyak informasi seputar nutrisi sampai perubahan-perubahan yang kita rasakan semasa kehamilan. Ternyata,  menjadi Ibu pun ada ilmunya. 

Pada tri semester pertama seorang perempuan yang baru hamil sangat wajar jika mengalami mual, konsumsi banyak zat besi hanya akan membuatnya muntah. Dan, yang dibutuhkan saat itu banyak konsumsi folat yang banyak ada pada buah dan sayuran, karena folat ini yang membentuk tulang belakang dan juga kepala.

Pada tri semester kedua dan ketiga mulai terjadi perubahan fisik pada payudara, perut yang mulai membesar. Dan asupan nutrisi yang dibutuhkan pun berbeda dengan tri semester sebelumnya.

Tidak hanya itu, kami di acara ini juga diajari cara membuat MPASI Bintang 5 yang sehat sesuai anjuran WHO yang mencakup kebutuhan protein hewani, nabati, lemak dan karbo hidrat. Informasi dan demo masak diberikan oleh Mbak Tita dari Bumblebee.



Bahkan, di acara "Pregnancy Journey" ini kita pun diberikan tips merawat tubuh agar pasca melahirkan kita bisa tetap tampil menarik. Karena bagi perempuan sangat penting berpenampilan menarik itu. Masalah terbesar perempuan di pasca melahirkan adalah overweight, stretch mark, selulit, rambut rpntok sampai pada masalah kehilangan gairah sexual. Di acara ini kita bisa belajar bagaimana merawat diri pasca melahirkan. Happy baby raised by happy mom. Para suami harus faham masalah ini, tidak hanya menuntut pasangan untuk mengurusi anak dan rumah.

Yang ga kalah menarik sih, ada pembucara singkat dari Ketua Perhimpunan Orang tua dan anak Down Syndrome Bali. Beliau mengatakan, bahwa orang tua-orang tua special yang memperoleh kesempatan mengasuh anak down syndrome. Anak-anak berkebutuhan khusus ini tidak kalah istimewa dengan anak-anak pada umumnya, mereka juga dapat berprestasi.


Acara yang murni edukasi ini juga bertabur hadiah, meskipun bit sad aku goodybag-nya ga dapat banyak isi hahaha, tapi dapat doorprize. Yang hadir di acara ini pastinya ikut berpartisipasi menyumbangkan ke Yayasan Perkumpulan Orang Tua dan Anak Down Syndrome Bali.

Dan ilmu ini tidak hanya ditujukan pada para moms, ya? Akan tetapi good to know to the dad's or dad wannabe. Karena tumbuh kembang anak dimulai dari awal program kehamilan adalah kewajiban orang tua yang terdiri dari moms and dads. Yuk, jadi orang tua yang peduli terhadap nutrisi anak-anak kita.


Semoga semua yang hadir hari ini mendapatkan ilmu yang bermanfaat.

No comments:

Post a Comment