Cincin Kawin

Sebelum bercerita panjang lebar, aku mau menegaskan bahwasannya di sini aku gak ada maksud lho buat bilang bahwasannya mukaku lebih mudah dari usiaku, sederhana saja di usiaku yang menjelang 18 tahun ini sudah pasti aku imut-imut, kan? wakakakakaka.

Jadi, ini cerita ke-BT-an yang aku alami karena beberapa kali aku jalan sendirian, dan untuk urusan pekerjaan pastinya ada beberapa orang pria, bahkan ibu-ibu menuduh aku belum memiliki suami. Bagaimana bisa? Aku tidak pernah ngaku-ngaku masih single pastinya, karena tidak jarang pula suami dan anakku aku libatkan dalam pekerjaan.


Tapi, akhirnya aku sadar. Bahwasannya, aku butuh bahasa yang tak usah diungkapkan untuk menyatakan bahwasannya aku perempuan menikah yaitu CINCIN KAWIN.

Lha, memangnya cincin kawinku kemana selama ini? Ceritanya panjang! diceritain gak, yah? Gak usah ya? lain kali saja, karena panjang sekali. Xixixixi




Memang sih, sebuah ikatan pernikahan tidak hanya disimbulkan dengan sebuah cincin kawin, akan tetapi aku percaya jika aku memakai cincin yang menyerupai cincin kawin pasti ini akan lebih melindungiku dari para pria hidung belang dan juga ibu-ibu yang meu menjodohkan aku dengan anak, keponakan, saudara atau teman-temannya, wakakakakaka

Comments