Baju Tanpa Saku

Ini cerita sebenarnya telat buat diceritain, tapi ya ga telat-telat banget sih, sayang kalau ga diceritain karena kelak kalau doi udah besar biar bisa jadi bahan senyum-senyum, hehehe
Cerita ini terjadi pas lebaran Idul Fitri kemarin, seperti biasa di hari pertama Idul Fitri pastilah anak-anak memakai baju koko ganteng dan gamis cantik kalau yang cewek karena untuk sholat Ied-kan? Termasuk Zafa. Doi dibeliin baju koko oleh Mama Aunty-nya alias adik bungsuku, warna putih warna favoriku, padahal baju yang make Zafa kenapa pula baju pakai warna favorit emaknya ya kalau dipikir-pikir, hehehe.

Nah, pas pulang sholat Ied agar semua tetangga dan sanak keluarga bisa kami samperin semua, turun dari masjid semua pada silaturahmi termasuk Zafa ke tetangga dan saudara terdekat. Nah, cerita di mulai di mana beberapa nenek dan tante-tante pada ngasih angpau pada Zafa. Happy banget pasti doi kalau ketemu duit, hehehe

Sampai rumah, Zafa tiba-tiba merajuk minta ganti baju. Aku ga relah gantiin dia baju, karena dia asli kelihatan cakep banget pake baju koko itu. Lagian, Nak...kata Pak Ustadz kita kenalkan anak-anak kita pada agamanya sebelum ke hal-hal berat ya ke cara berbusananya, xixixi.

Emaknya ga rela gantiin baju Zafa tapi anaknya terus merajuk, karena gemas, akkhirnya aku tanya kenapa dia mau ganti baju? dengan polos dia jawab: "Zafa ga mau baju ga ada saku, ga bisa taro-taro duit" alasannya sungguh jujur dan mengandung kebenaran 100%. Karena alasannya masuk akal akhirnya aku turuti. Pelajaran buat para orang tua "Jika anak merajuk menginginkan sesuatu, tanyakan alasannya, jika memang alasannya masuk akal bolehlah dituruti".

Akhirnya Zafa bersilaturahmi selalu dengan baju dengan saku dan alhamdulillah dia mengantongi uang yang cukup untuk membeli cincin emas 90% seberat 2gr yang nantinya diperuntukkan untuk calon istri Zafa. Nah, pada tahu kan? Zafa masih tiga tahun lho, calon istrinya sudah dipersiapkan cincinnya, hehehe. Kelak Zafa akan bilang ke calon istrinya "ini lho cincin aku beliin dari kerja kerasku mengumpulkan remahan rengginang di hari raya" hehehe.

Kepolosan anak-anak itu terkadang mengandung kebenaran yang gengsi kita akui, hehehe.




No comments:

Post a Comment