Belajar Mengenali Karakter Anak

Kata teman-teman yang lebih senior ilmunya tentang parenting, dalam mendidik anak, menentukan anak itu akan sekolah di sekolah umum, private atau Home Schooling kita itu harus mempelajari karakter anak-anak kita.

Aku  masih belajar mengenali karakter anakku ini seperti apa, kebetulan Zafa sebentar lagi 4 tahun di mana aku sudah harus menentukan dia harus sekolah TK di sekolah umum, private school atau Home Schooling. Nah, kalau ditanya orang  biasanya aku jawab "Terserah anaknya, mau sekolah atau tidak, yang penting dia happy" karena aku pikir jika dia happy maka ilmu dari siapapun dan di manapun akan gampang di serap. Nggak ada yang betul dan yang salah, ya?

Introvert & Pemalu

Untuk saat ini aku bisa menangkap kalau Zafa mirip sama aku, dia introvert dan pemalu kaya bapaknya. Meski dalam satu kondisi saat bertemu teman banyak dia juga gak susah untuk bersosialisasi, langsung membaur. Cuma bersosialisasi dengan orang dewasa itu dia masih suka menaruh curiga dan cenderung lebih observe. Is this good or not?, is this reliable or not? intinya hal-hal yang berhubungan dengan rasa nyaman dan aman buat dia.

Sensitive dan Berhati Lembut

Ini jelas. Dia kalau sedih kadang langsung terlihat sakiiit banget, mewek, nangis tanpa suara tiba-tiba kelaur air mata. Dan yang sering terjadi tiba-tiba mencari mommy-nya, peluk erat sambil berusaha redahkah tangisnya sambil menarik nafasnya, makanya biasanya sebelum aku tanya ada apa aku bantu kasih rasa tenang dan nyaman dulu dan biasanya dia mulai cerita meski kadang sambil terisak lagi, hehehe.

Perefectionist

Yang ini kadang bikin gregetan. Apapun itu harus sesuai dengan yang sudah dia fahami. Pernah suatu ketika kami bertamu, harusnya semua sandal di lepas di luar. Eh, ada satu pasang sandal yang yang naik di atas lantai dia yang sudah melangkah masuk ke dalam rumah balik lagi hanya untuk menurunkan sandal itu ke tempat di mana dia harus berada.

Dan yang sering lagi, selepas sholat biasanya aku ga langsung lipat sajadah tapi ngaji di atas kasur. Dia yang melihat itu langsung melipatnya dengan rapih dan meletakkannya di tempat seharusnya.

Cuma, namanya anak-anak dan masih dalam tahap perkembangan kadang kalau lagi bad-mood ya dia minta kita yang lakukan.

Affectionate

Seperti yang pernah aku ceritakan. Dia anaknya suka tiba-tiba meluk, cium dan bilang "I love you". Dan ada banyak gesture yang menunjukkan betapa affectinate-nya dia sehingga hati ini meleleh dibuatnya, hehehe.

Keras Kepala & Ngeyelan

Ya, mau gimana lagi wong emaknya kek begitu otomatis sifat ini menurun juga, kan? Kalau sudah maunya A ya akan terus diminta sampai keturutan. Dia akan membuat banyak cerita dan kondisi agar yang dimaksudkannya kesampaian. Ini yang masih terus kami coba arahkan dan coba bicara sama dia karena aku tidak mau dia terlampau cerdik dalam meng-create story. Aku ga mau dia jadi drama king apalagi pelaku sandiwara dalam kehidupan kelak, hahahaha.

Sebagai pelengkap; Zafa ini anaknya sebenarnya tekun, suka belajar tapi gampang bosan, moody dan ga sabaran. Seperti sekarang ini dalam seminggu terakhir dia ikut ngaji Kakak Sepupunya, Bu Guru ngajarin Iqra' kan dia masih di halaman depan "A, Ba, Ta" dia maunya udah ke halaman berikutnya yang huruf bersambung kalau nggak ya gak mau. 

Dan Zafa ini maunya belajar ya pas dia mau saja, ga mau di suruh-suruh. Seperti sekarang dia sudah bisa berhitung 1-10 dalam Bahasa Inggris, paham huruf-hurufnya dan juga abjad dia sudah hafal beberapa cuma yaitu dia bisa karena belajar sendiri, aku cuma membenarkan kalau salah, mendampingin saja.

Tapi, yang selalu bikin kita ketawa sih Zafa ini punya good sense of humor. Ini sebenarnya juga faktor gen alias turunan, hehehe.



Jadi, bagaimana? Rencanaya sih, aku mau tetep sekolahin. Dan dari sana aku lihat bagaimana perkembangannya. Yang pasti aku akan pantau.

No comments:

Post a Comment