Siapa Yang Lebih Hebat?

Perdebatan selalu saja terjadi dari masa ke masa. Saat masa Ibuku telah habis memperdebatkan tentang menjadi Ibu yang terbaik, muncullah kembali di generasiku di mana para perempuan khususnya Ibu-ibu tidak lelah berdebat siapa yang terbaik. Full time mom or Working Mom? 

Mereka yang bekerja bilang kalau mereka lebih hebat, karena mereka harus menyisihkan perasaan rindu selama seharian dengan buah hati mereka dengan menitipkannya entah pada nenek ataupun day care, di samping mereka harus bangun lebih pagi karena harus tetap mengerjakan banyak pekerjaan Rumah Tangga dan tetap berkarir.

Dan yang menjadi ibu rumah tangga full, mereka meng-claimed kalau pekerjaan yang mereka lakukan tak kalah keren! 24 jam lamanya tak pernah berhenti! Hati kecil ini ingin mengatakan sesuatu, akan tetapi karena aku ga suka debat ya sudahlah, aku minggir kesini, hehehe.

Bagiku mereka sama hebatnya, dong! Aku sudah melakukan keduanya, Menjadi working Mommy sampai anakku usia 2 tahun dan sekarang menjadi full time mommy tapi alhamdulillah masih memiliki kesempatan untuk berkarir. 


Bagiku sih, tidak penting apakah kita bekerja apakah hanya di rumah yang penting kita bisa membesarkan anak kita dengan bahagia karena anak-anak yang kita besarkan dengan rasa bahagia insyaallah akna menjadi anak-anak yang bahagia juga. Jadi, tidak perlu juga selalu diperdebatkan.

Tidak perlu pula kita berdebat antara anak ASI dan anak SUFOR, percayalah, sangat sakit hati seorang Ibu saat tidak mampu memberikan hak anak mereka yaitu ASI, jadi bersyukurlah yang bisa memberikan ASI. Begitu pula yang hanya bisa memberikan SUFOR tidak usah baper jika ada yang bilang bla bla bla, karena tidak semua orang itu bisa kok berada atau berdiri di posisi kita :D.

Satu lagi yang jadi perdebatan, antara lahir normal dan C-section. Both of them, ada perjuangan antara hidup dan mati. Meski, saya sempat pula mengernyitkan dahi ada seorang ustad bilang, masa sekarang Ibu-Ibu enak, ga mau merasakan sakit bagaimana bisa merasakan perjuangan hidup dan mati seorang Ibu? Saya harap beliau keseleo saja, karena sejatinya begitu perempuan mau mengandung anaknya mereka akan merasakan hal yang sama.

Mereka yang masih mendebatkan, ingin memperlihatkan dirinya lebih hebat sejatinya tidak percaya sama dirinya sendiri (hebat)sehingga membutuhkan pengakuan :)



No comments:

Post a Comment