Membeli Mainan


Membeli mainan, apakah selalu berpengaruh buruk pada anak sehingga mengurangi kreatifitas karena pada dasarnya anak-anak bisa memanfaatkan barang-barang di sekitarnya sebagai mainan. Dan aku pun melihat Zafa mencoba bermain dengan hal-hal yang ada di sekitarnya, meskipun dia memiliki banyak mainan yang sebagian besar adalah lungsuran! hehehe.

Beberapa orang yang sudah senior mengajarkanku "Jangan manjain anak dengan membelikan banyak mainan" Dan itu  sempat membuatku berpikir mainan-mainan apa yang sudah aku belikan buat dia. 

Akan tetapi, aku  sadar saat mainan itu bisa membuat atau menambah kreatifitas dia kenapa tidak? Asalkan, saat si anak minta kita tidak serta merta menurutinya #imho

Sejak kecil, Ibuku selalu mendidik jika ingin sesuatu aku ya harus berusaha dulu. Dan itu aku lakukan ke Zafa juga meski dengan cara yang berbeda. Dan itu berlaku jika dia menginkan mainan. Tidak ada yang langsung bisa dia dapat meskipun kami mampu membelinya.

Jadi, untuk barang-barang di luar kebutuhan primer aku  memang beli sendiri kalaupun tidak mampu Ibu ku selalu membuatku faham jika menginginkan sesuatu itu ya butuh usaha. 

Dan hal tersebut membuatku setelah dewasa terbiasa membelikan barang untuk orang tua jika ada rejeki lebih dan pasti di luar bulanan dan kebutuhan mendadak lainnya yang aku usahakan selalu terpenuhi walaupun orang tua tidak perneh meminta bahkan pada awalnya selalu menolak. Akan tetapi, sebagai anak perantau yang tidak bisa menjaga orang tua hal itulah yang membuatku merasa lebih baik, jadi aku meminta beliau menerimanya. Dan kalau pulang, sebisa mungkin aku membantu pekerjaan RT di rumah seperti bersih-bersih rumah, mencuci, menyeterika, kadang memasak jika Bunda mentok tidak bisa menerjemahkan keinginan anehku. Tapi, soal makanan seringnya Bunda tak ijinkan karena itu cara beliau kasi memberikan perhatian pada anaknya yang merantau dari usia 18th.

Aku melakukan itu karena selain itu kewajibanku sebagai anak, tetapi juga karena aku berpikir kalau selama ini orang tua sudah selalu berusaha membelikan apa yang kita inginkan meski itu hanya mainan, maka sekarang kalau kita pas ada lebih kita belikan juga mainan buat mereka. Tentu saja mainan kita di kasa kecil berbeda dengan mainan mereka sekarang.

Kembali ke mainan, membeli mainan kalau memang sesuai kemampuan kita kenapa tidak? Karena kalau kita terlampau strict entar malah anak memiliki kenangan di masa kecil kalau orang tuanya pelit, sekali lagi itu menurutku lho.

Kalau aku, sih jika dulu orang tua tidak membelikan semua mainan yang aku mau karena mereka tidak mampu membelikannya. Akan tetapi sesuai kemampuan mereka, jika mainan itu mainan yang menurut mereka memiliki faedah ya dibelikan. Dengan demikian aku pun bisa benar-benar menjaga mainanku karena menjadi barang yang sangat berharga. 

Tapi, tidak perlu diperdebatkan juga karena setiap orang memiliki kasus yang berbeda karena kita juga berada dalam posisi yang berbeda-beda. Yang penting anak-anak bisa tumbuh dengan bahagia itu saja :) 

Comments