Apa Self Therapy Kamu?

Tempo hari aku adakan survey kecil-kecilan di halaman Instagramku, dan aku sangat surprise karena yang ikutan survey melebihi expectasiku. Aku pikri paling hanya 20-an ternyata angkanya cukup fantastis! Paling tidak untuk seorang aku, hehehe.

Dari 100% koresponden yang turut lakukan survey 98% adalah perempuan hanya 2% saja yang pria, ini menandakan apa? Menandakan bahwasannya yang rentan dengan rasa jenuh, stress dan lelah adalah perempuan! Paling tidak itu opiniku dari survey tersebut.

Belajar Matematika Sambil Main Game

Belakangan ini aku merasa sangat cepat capek, eh tapi ini bukan berarti aku mengeluh lho ya? Nope! Aku beneran capek karena punya bayi yang mulai aktif, Zafa mulai sekolah walau aslinya sekolahnya hanya dari jam 9 pagi sampai jam 2 siang. Trus, di jam Zafa sekolah akupun ke sekolah karena harus mengajar. 


Tidak berhenti di situ, aku pun harus mengurus rumah dan segala kegiatan rumah tangga lainnya. Lha, suami kemana? Ada...dia bantu kok, tapi tetap dong aku yang pegang peranan terbanyak. Kalau ada yang bilang emak-emak emang kuat, hahahaha. Aslinya, ya sama saja, kami ngerasa capek. Badan rasanya remuk redam juga! Bahkan semalam vertigoku sempat kambuh, syukurnya suami udah punya tekhnik memijat buat redahkan vertigonya. Setelah muntah-muntah aku tidur, alhamdulillah esoknya udah hilang tapi tetap tersisah badan yang lemas.

Homeschool Buat Pemula

Homeschool untuk saat ini bukanlah hal yang asing lagi, ya? Sudah sangat umum. Kalau dulu orang masih ragu dengan homeschool karena mereka berpikir tentangg ijazah dan juga legalisasi. Untuk sekarang ini bahkan ada undang-undang yang menyatakan bahwa murid homeschool mempunyai hak yang sama layaknya murid sekolah formal. Undang-undang itu adalah UU Pendidikan Nasional (Pasal 27) tahun 2003 dan Permendikbud no. 129 / 2014.

Tiki Tawarkan Keuntungan Double Untuk Seller dan Buyer


Belanja online menjadi sesuatu yang sangat lazim dilakukan di masa sekarang ini, bahkan mereka-mereka yang dahulunya ragu dengan belanja online dengan adanya pandemic ini mau tidak mau mendorong mereka untuk melakukan namanya belanja online, kenapa demikian? Adanya kebijakan “Di rumah saja” ini jujur saja membuat segala sesuatu terpaksa dilakukan secara online termasuk berbelanja.

Bahkan menurut media online tirto.id jumlah pelanggan e-commerce mengalami peningkatan sampai dengan 38.3% dimulai semenjak January hingga July 2020. Bahkan, sempat naik 120% di bulan February dibandingkan February di tahun 2019. Angkah yang fantasis! Yang pasti dengan trend kenaikan pelaku  belanja online ini pastinya expedisi pun ikutan andil di dalamnya.

Perangi Musuh Terbesar Kita, Hoax!

 Pandemi masih saja berlanjut, aku pikir pandemi kaan berakhir Juni 2020 lalu nyatanya sampai July 2021 masih berlanjut, bikin sesak dada bukan karena virusnya akan tetapi melihat keadaan sekitar.

Banyak sekali saudara-saudara kita yang berteriak "aku bisa mati bukan karena Corona akan tetapi karena tidak makan" yup! Pandemi ini memang melahirkan banyak kebijakan yang dinilai banyak masyarakan middle low tidak bijaksana. Terlepas dari itu semua, keabaian masyarakat akan prokes bisa jadi yang memicu kebijakan-kebijakan itu terlahir.

Di tengah hirup pikuk pandemi yang tak kunjung selesai kita pun dijejali dengan banyak informasi yang belum tentu benar.

Ibu Sebagai Pemutus Mata Rantai Anemia



"Pak, kami telah melakukan tes darah pada Ibu, semua baik tapi di sini HB ibu sangat rendah jadi harus dilakukan transfusi darah sesuai dengan saran dokter. Golongan darh Ibu O dan stock di RS sedang kosong kami sedang antrikan di PMI"
 

Info seorang peawat berbaju serba biru yang hanya terlihat matanya dan sedari tadi menanganiku kepada suami, akan tetapi tatapan matanya mengarah kearahku. Suamiku yang sedari tadi terlihat tenang tapi aku bisa tahu dia sebenarnya sangat cemas dengan keadaanku dan juga bayi di dalam kandunganku saat itu. Aku bisa tahu dari sorot matanya. Suamiku mengangguk cepat, tanda setuju. 

Pospartum itu nyata!


Pospartum depression
ini orang sering menyalah artikan sama dengan baby blues padahal ini merupakan dua hal yang berbeda. Menurut situs Women Health yang aku baca, Baby blues ini merupakan kondisi mood swing yang terjadi pasca persalinan yang terjadi dalam 3 - 5 hari atau maksimum 2 minggu. Sedangkan pospartum biasanya terjadi dalam kurun waktu 6minggu. 

Gejala yang terjadi pada Postpartum hampir sama dengan baby blues akan tetapi kondisi ini lebih parah karena ada rasa gelisah, cemas sampai ingin membubuh diri sendiri, ngeri ya?

Kenapa bisa terjadi? itu terjadi karena perubahan hormon yang terjadi di dalam tubuh secara drastis serta perubahan kimia dalam otak. Di tambah lagi, hal ini terjadi karena faktor fisik serta emosional, oleh karenanya lingkungan yang buruk dapat memperburuk keadaannya.

Pecah Ketuban


Pecah Ketuban menjadi moment paling mendebarkan di 17 January lalu, saat itu aku masih santai bahkan belum mengemas tas bayi buat persiapan persalinan karena aku pikir HPL masih cukup lama semingguan lebih. Dari pengalaman anak pertama yang lahir tepat HPL aku pun bersikap biasa-biasa saja. Sampai pada dini hari sekitar jam 4 aku ingin bangun untuk Tahajjud dan tiba-tiba seperti ada rembesan air di celana dalamku. Tapi, saat itu aku berpikir positive bahwasannya itu darha putih yang normal keluar di kehamilan trisemester tiga.

Green Jobs Pendorong Ekonomi di Indonesia

Green Jobs menjadi pendorong ekonomu di masa depan

Transisi ekonomi dekarbonisasi sangatlah penting untuk menghentikan perubahan iklim, hal ini juga diharapkan bisa menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi dengan potensi menciptakan jutaan green jobs yang memang bertujuan melindungi lingkungan atau yang berupaya meminimalkan dampak buruk terhadap planet bumi ini. Berbicara tentang green jobs memang jadi terasa berat kalau begini, karena tidak semua orang bisa melakukannya meskipun mereka faham. Karena apapun yang berhubungan dengan hal ini cost-nya sangat tinggi. 

Sebenarnya definisi Green Job itu apa sih? Nah, menurut ILO (organisasi perburuan international alias International Labour Organization) green job merupakan pekerjaan yang bertujuan untuk melindungi serta mempromosikan lingkungan. Dan jenis pekerjaan ini selalu mempertimbangkan dampak terhadap kesehatan planet. Minimal mereka selalu meminimalisirnya.

Kenapa Aku Gagal Dengan Persalinan Normal?

Persalinan normal dari awal kehamilan ini yang aku harapkan, karena pas anak pertama aku berhasil melakukannya dengan usia kehamilan Week 40 dan berat bayi 3.3kg. 

Awal kehamilan banyak drama karena aku tidak kuat melakukan apa-apa akan tetapi menginjak kehamilan usia 5 bulan semua berangsur normal, berat badan mulai naik dan aku pun bisa beraktifitas kembali. Namun, memasuki usia kehamilan 8bulan atau week 32 aku mulai merasa mual lagi dan tidak begitu enak makan. Untungnya ada vitamin sebagai makanan tambahan.



We Love with Love Bali, Born with Great Cause

Pandemi yang melanda dunia ini tidak ada yang bisa mendugah bisa berlangsung sampai selama ini, awalnya aku pun berpikir paling pertengahan tahun 2020 sudah berakhir namun siapa sangkah sampai pergantian tahun pandemic masih berlangsung.

Dampaknya? Jangan ditanya! Semua terkena imbas! Semua masyarakat terkena dampaknya, bahkan sampai anak-anak sekolah pun terkena dampaknya. Ada yang mengatakan akan ada kemunduran satu generasi setelah pandemi ini, betapa tidak, begitu pandemi diumumkan mereka tidak ada kesempatan bertatap muka dalam menerima pelajaran sekolah.

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental

Siang ini aku mendengar kabar kalau ada seorang wanita muda di dekat komplek perumahan kami melakukan aksi bunuh diri, dia melompat dari gedung penginapan tempat dia tinggal. Belum diketahui apa penyebabnya, karena sampai aku menulis ini belum ada kabar update yang biasanya tersebar lewat group-group What’s Up komplek perumahan kami. Beberapa hari sebelumnya, katanya juga ada kasus bunuh diri di Denpasar.


Dulu, saat aku masih kost, masih bujang juga begitu, Mbak-Mbak tetangga kost-ku kerap sekali ingin melakukan aksi bunuh diri. Kelihatannya sih hanya gebrakan terhadap pasangannya saja. Karena hal itu kerap sekali dia lakukan selepas bertengkar dengan pacarnya tersebut. Dan biasanya dia datang ke kamar curhat lalu nanya apakah aku punya cairan Baygon, Molto atau apalah yang mau dia pakai bunuh diri. Mengenaskan.

Bukukan Memory Dengan ID Photobook

Orang bilang "Kenangan baik boleh datang dan pergi akan tetapi tidak memory, dia akan menjadi harta yang tidak ternilai harganya". 

Semenjak menjadi orang tua, kegemaranku adalah mengabadikan memory si kecil dan juga keponakan-keponakan lucu lewat foto yang tersimpan di memory HP dan juga laptop. Namun, tidak jarang foto-foto itu hilang. Salah satunya, ada banyak sekali foto yang lenyap di laptop lama yang tidak sengaja tergenang air. Endingnya? Diri ini hanya bisa menyesalinya, dalam hati berkata kenapa ga aku cetak saja? 



Dan suatu hari, pas lagi asyik browsing sana and sini di Facebook aku lihat ada iklan ID Photobook yang katanya dapat membantu kita membukukan memory kita. Hm.....sepertinya menarik, pikirku, daripada foto-foto yang sudah sengaja aku buat hilang begitu saja. Lagipula aku suka kangen kalau lihat foto-foto masih bayi Zafa dan juga sepupu-sepupunya, chubby dan lucu-lucu. Sebenarnya sih, aku sudah lama banget ingin bukukan foto-foto pernikahanku dan juga foto bayi Zafa, jadi seperti sebuah rangkaian perjalanan gitu. Eh, ternyata ga sempat mulu sampai akhirnya file foto prewedding, pernikahan hilang bersamaan dengan kehancuran laptop yang kena genangan air, hahaha.

Self Theraphy Ciptakan Hati Damai

Bagaimana hati ini bisa damai jika keadaan hidup sedang carut marut? Apalagi di musim pandemi seperti ini? Tak banyak orang yang dapat mempertahankan kewarasannya. Mereka cenderung cepat emosi dan juga merutuk hidup. Bukan  hanya perihal carut marutnya emosi akan tetapi masalah ekonomi membuat orang kini pun mulai berpikir aneh-aneh. Sebenarnya ini adalah sebuah reaksi yang wajar.


Lantas, masih bisakah kita bicara tentang “Hati Yang Damai”?.